Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 159


__ADS_3

Arel menuruni anak tangga satu per satu dan menuju ke arah ruang makan yang posisi nya dekat dengan dapur


Disana sudah ada Lichyia yang menyiapkan makanan agar terlihat rapi. Tampak buliran bening menetes di dahi nya menandakan seberapa lelah nya dirinya memasak semua itu


Arel duduk di salah satu kursi dengan tenang dan meletakkan ponselnya di atas meja


"Mau makan apa" tanya Lichyia lembut


"Itu aja" ucap Arel sambil menunjuk ayam bakar pedas


Lichyia dengan telaten mengambilkan makanan yang diinginkan oleh Arel


Arel dan Lichyia makan dengan tenang tanpa pembicaraan sedikit pun. Suasana hening dan canggung bagi keduanya untuk saling berbicara


"Huh!!! Pedes" desis Arel karena merasakan sensasi pedas di lidah nya


Dengan cekatan Lichyia mengambil air minum untuk Arel namun karena terlalu terburu buru hingga sedikit air tumpah mengenai ponsel Arel


"Lichyia" bentak Arel dan menepis gelas yang berada di tangan istrinya hingga salah satu pecahan kaca nya mengenai kaki Lichyia. Darah segar keluar dari kaki putih itu dan dengan sekuat tenaga Lichyia menahan rasa perih dan sakit yang berada di kaki nya


"Bisa hati hati tidak jika ponsel ku rusak bagaimana" ucap Arel kesal dan mencoba ponsel nya


Untungnya ponsel nya baik baik saja dan masih bisa menyala pasalnya hanya sedikit air yang tumpah di ponsel itu tak akan membuat ponsel mahal milik laki laki itu akan rusak


Namun lain hal nya dengan ponsel, keadaan kaki Lichyia tidak baik baik saja darah terus saja mengucur dengan deras karena luka yang cukup dalam

__ADS_1


Hati Lichyia sakit karena ini adalah hari pertama pernikahan nya namun sudah mendapat bentakan dari sang suami


"Lain kali hati hati jangan ceroboh jadi orang" ucap Arel dengan mata tajam menusuk hati


"Maaf" lirih Lichyia sambil menundukkan kepalanya takut


Arel menghela nafas panjang untuk meredakan emosi nya. Tangannya mengusap wajah nya kasar dan menundukkan kepalanya


"Kaki mu terluka" ucap Arel panik dan langsung mengangkat tubuh istrinya membuat Lichyia memekik kaget karena tanpa aba aba Arel tiba tiba menggendong nya


Lichyia menatap wajah Arel intens dengan dirinya berada dalam gendongan laki laki itu. Perasaan bahagia menyelip di hatinya menggantikan rasa takut dan bersalah yang seketika sirna


Arel mendudukkan tubuh istrinya di atas sofa yang ada di ruang keluarga. Entah karena apa dia merasa panik saat melihat Lichyia terluka padahal tidak ada rasa cinta di hatinya. Mungkin karena rasa kasihan Lichyia terluka pun karena dirinya jadi sebagai rasa tanggung jawab Arel akan mengobati kaki Lichyia


Arel berlari menuju kamarnya untuk mengambil kotak obat kemudian kembali ke lantai bawah


Dengan hati hati Arel memindahkan kaki Lichyia yang penuh darah dari sofa ke pangkuan nya


Arel mengeluarkan kapan dan obat merah serta kasa untuk membalut luka Lichyia


Dengan sabar Arel mengobati kaki Lichyia yang terluka dengan obat merah yang sudah ia oleskan di atas kapan


"Aww" ringia Lichyia


Arel meniup niup kaki Lichyia membuat senyum di bibir wanita cantik berprofesi dokter itu terbit

__ADS_1


"Sakit ya" ucap Arel dan menatap Lichyia yang tersenyum jahil


"Kau mengerjaiku" ucap Arel kesal dan berkacak pinggang


"Ah tidak mana mungkin aku mengerjai mu tapi memang benar kaki ku sakit huhuhu sakit Rel" ucap Lichyia sambil menahan tawa nya


Arel kembali mengobati kaki istri nya hingga selesai


"Udah selesai jangan sampai kena air dulu" ucap Arel


"Terus aku mandinya gimana kalau tidak boleh kena air" ucap Lichyia membuat Arel berfikir


Benar juga kata Lichyia


"Ya... ya... ya... "


"Ya apa"


"Ya kamu hati hati jangan sampe kena kaki kamu gitu aja repot" sungut Arel membuat Lichyia gemas dengan laki laki itu


Baru saja dia bersikap baik padanya kini berubah lagi menjadi singa


Arel berjalan meninggalkan Lichyia sendiri kemudian langkah nya terhenti di anak tangga ketiga


"Tunggu!! Dia kan dokter harus nya dia tau dong astaga Arel bego banget sih" ucap Arel sambil menepuk kening nya

__ADS_1


__ADS_2