
Dorr
Dalam sekejap nyawa Anel melayang kemudian beberapa anak buah Valen membuangnya ke lautan
"Dasar wanita sampah" ucap Valen geram
"Sayang" ucap Alendra sambil mendekati Arlla namun Arlla langsung pergi
"Cabut" perintah Arlla dengan tegas
Kakinya berjalan menuju mobil mewah berwarna hitam dan mengendarainya
Irene, Tari dan juga Dhira ikut dengan Arlla. Pasukan anak buahnya perlahan mengikuti arah kemana Arlla pergi
Ratusan mobil mewah yang di kendarai pengawal pengawal Arlla memecah jalanan kota belum lagi puluhan helikopter yang berjalan di udara
"Terkadang kita harus berpura pura menjadi lemah agar kekuatan yang sesungguhnya tidak mudah terbaca" gumam Arlla sambil mencengkeram erat setir mobilnya
Citt
Dengan mendadak mobil Arlla berhenti begitu juga dengan mobil mobil anak buahnya
Arlla menatap tajam pada sekumpulan geng yang dia duga adalah anak buah Anel
"Ck" Arlla keluar dari mobil dan langsung menodongkan senjata karena musuh nya juga menodongkan senjata ke arahnya
"Masalah lagi" ucap Irene dan ikut keluar dan langsung menodongkan senjata begitu juga dengan Tari, Dhira, Keysa, Satya dan Cleo
"MENYINGKIR" ucap Arlla setengah berteriak
__ADS_1
"Kami gak akan menyingkir sebelum menyingir kan nyawamu Arlla" ucap ketua geng itu
"Gak usah buat masalah sebelum kau akan bernasih sama seperti Anel" ucap Arlla santai
Dorr
Satu tembakan lolos dari senjata musuh hampir mengenai Arlla namun meleset karena Arlla dengan cepat berkelit
"Kamu licik aku bisa jauh lebih licik dari pada kamu" ucap Arlla sambil berjalan maju seakan semakin menantang
Sang musuh pun tak tanggung tanggung mereka langsung menyerang Arlla dan pertengkaran pun terjadi
Saling adu bela diri antara anak buah Arlla dengan geng itu begitu juga dengan Arlla yang berhadapan dengan pimpinan geng
Irene, Tari, Dhira pun tak kalah juga mereka dapat menumbangkan beberapa anak buah geng tersebut dalam waktu beberapa menit saja
"Kenapa? Kalah" tanya Arlla meremehkan
"SIAPA PUN YANG BERANI MENGUSIK HIDUPKU ATAU KELUARGA KU MAKA DIA AKAN BERHADAPAN DENGAN GUE" ucap Arlla
"Jahat!!"
"Jahat? Bukan jahat namun licik,, siapapun harus bisa licik dalam menghadapi musuhnya apalagi seperti Anel ular berbisa" ucap Arlla
Pimpinan geng tersebut yang tinggal sendirian langsung menahan Arlla dan menodongkan senjata
"Ck lagu lama" Arlla seolah sudah terbiasa dengan hak hal seperti itu
Dor
__ADS_1
Tanpa di duga sebuah peluru lepas dan langsung mengenai kepala sang ketua geng itu hingga darah mengalir dan membuatnya mati
"Alendra" ucap Arlla
"Sayang kamu gak apa apa kan" ucap Alendra khawatir sambil memeluk istrinya
"Lepas!!" ucap Arlla dengan mata tajam
"Jangan harap dengan kamu menyelamatkan aku tadi aku akan memaafkan mu" ucap Arlla
"Tapi aku khawatir sama kamu aku minta maaf" ucap Alendra sambil menyentuh tangan Arlla namun segara di tepis
"Tanpa bantuan kamu pun aku bisa menyelamatkan diriku sendiri" ucap Arlla dengan nada tinggi
Dia terlanjur kecewa dengan Alendra hingga seperti sedikit kata maaf pun tak ada di hatinya
"Lalu bagaimana jika penjahat tadi menembakkan senjata nya" teriak Alendra
"Maka biarkan aku MATI" ucap Arlla
"Arlla jangan becanda di perut kamu ada anak kita" ucap Alendra
"Bukankah semua ini yang menjadi penyebab nya adalah kamu maka semua yang terjadi adalah tanggung jawab kamu" ucap Arlla
"Kamu yang membawa Anel ke kehidupan kita lalu apa sekarang? Hah!!" bentak Arlla
"Aku minta maaf" ucap Alendra dengan menundukkan kepalanya
Arlla berlalu begitu saja dan kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen