
Setalah satu jam di tangani akhirnya Ila selamat dan kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan
"Ila" panggil Arlla
"Iya nya"
Arlla memeluk Ila dengan erat
"Makasih ya aku hutang budi sama kamu" ucap Arlla tulus
"Jangan gitu nya selama ini saya juga banyak hutang budi sama Nyonya Arlla" ucap Ila
Ila di rawat dengan baik di rumah sakit itu selama tiga hari dan setelahnya Ila di perbolehkan pulang
"Kamu istirahat aja dulu jangan ngerjain apa pun sampai pulih" perintah Arlla
"Siap nya"
Ila istirahat di kamarnya dan Arlla kembali ke kamarnya yang ada di lantai dua sambil menunggu Alendra yang katanya ada kepentingan mendadak
Karena lelah menunggu tanpa sadar wanita itu tertidur sampai dua jam lamanya dan saat bangun dia masih belum juga menemukan Alendra
"Kemana Mas Alendra" gumam Arlla
Tak lama kemudian suara deru mobil memasuki halaman rumah
Arlla mengintip dari balik jendela dan benar kini mobil yang di gunakan suaminya sedang berjalan di tengah tengah taman yang luas
__ADS_1
Arlla keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu untuk menyambut Alendra
Dengan antusias Arlla membuka pintu rumah utama dan wajahnya seketika berubah menjadi pias kala di belakang suaminya ada seorang wanita cantik namun tak bisa menandingi kecantikan Arlla
"Siapa dia" tanya Arlla dengan tajam
"Masuk dulu aku akan jelaskan semuanya" ucap Alendra sambil menggandeng tubuh istrinya menuju ruang tamu yang terletak lima meter dari mereka berdiri
"Duduklah" perintah Alendra dan Arlla duduk di sofa ruang tamu dengan manis begitu juga Alendra dan wanita itu
"Dia Anel mantan kekasihku" ucap Alendra
Deg
Permainan macam apa lagi ini apakah dia keluar dari kandang harimau masuk ke kandang buaya
Setelah lepas dari Gio apakah dia akan mengalami hal yang sama dengan Alendra
"Lalu kenapa kau bawa dia kesini" tanya Arlla mencoba mencari penjelasan sebelum dia menyimpulkan sendiri dan akan terjadi salah paham
"Dia tadi telfon aku minta bantuan sama aku dan katanya dia sedang di incar nyawanya oleh suaminya sendiri" ucap Alendra
"Bukankah suaminya adalah pilihannya sendiri dan meninggalkan mu lalu kenapa sekarang dia minta bantuanmu" tanya Arlla enteng
Deg
Tubuh Anel menegang memang benar apa yang di katakan Arlla saat ini
__ADS_1
"Saya tau tapi tolong saya" ucap Anel memelas
Arlla pergi ke kamarnya begitu saja tanpa berpamitan dan melihat hal itu Alendra langsung berdiri dan menyusul istrinya
"Sayang mohon mengerti lah" ucap Alendra membujuk
"Dia nyawanya terancam"
"Lalu?" tanya Arlla
"Apakah kau tidak memiliki rasa belas kasihan sedikit pun" tanya Alendra lembut sambil mengusap wajah Arlla dengan lembut
Setelah sepuluh menit berada di kamar akhirnya mereka berdua keluar dan menemui Anel yang masih menunggu di bawah
"Anel" panggil Alendra membuat Anel kaget karena sedang melihat beberapa foto yang terpajang rapi di dinding dinding ruangan
"Eh iya"
Mereka bertiga kembali duduk dan wajah serius terpasang dari masing masing
"Kamu bisa tinggal disini tapi... "
"Tapi apa" tanya Anel antusias
"Tapi kamu harus tau batasan yang kamu miliki" ucap Arlla dengan tegas kemudian wanita hamil itu kembali ke kamarnya lagi
Di dalam kamar Arlla terisak sebenarnya dia tak rela jika ada wanita lain yang masuk ke dalam rumahnya apalagi ini mantan kekasih suaminya
__ADS_1
Namun karena rasa kasihan akhirnya Arlla mengijinkan
Jangan lupa like dan komen