
"Lela" teriak Gio
"Awww"
"Kenapa? Sakit kan orang yang kita sayangi terluka" bentak Mama Sandra
"Dan kini giliran kamu" ucap Mama Sandra
"Mungkin aku tidak membunuhmu tapi aku puas dengan menyakitimu" ucap Mama Sandra berapi api
Jlebb
Pisau kembali menembus tangan kanan Gio dengan dalam hingga sang empunya menjerit kesakitan
"Awwww" ringis Gio
Namun kali ini bukan Mama Sandra melainkan Irene dan Dhira
Mereka berdua secara bersamaan menarik pisau dari tangan Sandra
"LEBIH BAIK KALIAN PERGI SEBELUM KALIAN AKU BUANG KE LAUTAN" bentak Papa Rendra yang sudah kecewa
"Pengawal!!" panggil Tari
"Iya"
"Bawa mereka keluar dan jangan pernah ijinkan mereka masuk lagi ke dalam rumah ini" ucap Mama Sandra
"Kalau bisa buang saja ke jurang" ucap Irene dengan mata memerah
"Gak usah" ucap Mama Sandra
Sedangkan Mama Rena hanya diam menatap anak dan menantunya di lukai bahkan dia tidak marah sekalipun karena memang dia juga benar benar marah dan kecewa dengan anak semata wayang nya itu
__ADS_1
Gio dan Lela berjalan keluar dari rumah itu dengan perlahan dan masih dengan menahan rasa sakit
"Tunggu" ucap Dhira dengan mencengkeram lengan Lela
"Kalau kamu mau lapor polisi silahkan tapi siap siap kamu masuk penjara" ucap Dhira sinis penuh ancaman
Gio dan Lela melanjutkan langkah mereka dan keluar dari rumah itu
Gio berusaha sekuat tenaga menyetir mobil menuju rumah sakit
Saat ini hanya Denata Hospital dan Asyila Hospital yang menjadi rumah sakit terdekat
Di antara kedua rumah sakit itu jarak yang paling dekat dengan mereka adalah Denata Hospital. Tak punya pilihan lain Gio membelokkan arah tujuannya dan memasuki area rumah sakit keluarga Denata
Gio dan Lela perlahan berjalan masuk dan tak lama kemudian tubuh mereka ambruk di depan meja resepsionis
"Tolong tolong" teriak seorang suster
Beberapa perawat datang dan membantu mereka
Dua jam penanganan akhirnya semua tim medis perlahan keluar satu persatu meninggalkan pasangan itu di dalam yang masih dalam keadaan pingsan
-
-
-
Di Amerika
"Kak" teriak seorang laki laki
"Kakak!! Kak!! Kakak" panggil seorang laki laki dengan raut wajah cemas
__ADS_1
"Ada apa Aheksa" tanya Areksa
Aheksa menelan ludah sejenak dan menghembuskan nafas berat
"Arlla..." ucap Aheksa menggantung
"Kenapa dengan dia" tanya Areksa dingin
"Dia meninggal" ucap Aheksa
"Apa? Mana mungkin" ucap Areksa tak percaya
"Tapi itu benar mata mata yang aku kirimkan memberitahu ku dan dia melihat secara langsung" ucap Aheksa
"Cari tau siapa yang melakukan hal itu" ucap Areksa.
"Tapi itu murni kecelakaan" ucap Aheksa
"Kau yakin?" tanya Areksa
Seketika keyakinan Aheksa menghilang dan tergantikan dengan beberapa dugaan dugaan di dalam benak pria itu
Aheksa meninggalkan ruangan Areksa dan berjalan terburu buru menuju ruang kerjanya sendiri
Keesokan hari nya,, hari ini adalah hari pemakaman Arlla
Semua sanak keluarga, teman dan juga sahabat Arlla datang untuk mengantarkan Arlla ke tempat peristirahatannya yang terakhir
Mayat Arlla di kuburkan di pemakaman umum bukan pemakaman keluarga Denata
Karena permintaan dari Mama Sandra yang belum yakin bahwa itu adalah Arlla
"Gio Lela kalian akan merasakan pembalasan dariku" ucap Mama Sandra dengan penuh dendam sambil menggenggam tanah makam Arlla dengan erat
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya