
Setelah bersiap menggunakan pakaian rapi Arlla turun ke lantai satu dan mendapati suaminya sedang duduk termenung di sofa ruang tamu
Arlla menghampiri nya dan duduk di pangkuannya dengan tiba tiba membuat Alendra sedikit terkejut dan langsung memeluk Arlla yang hampir saja terjatuh
"Sayang" ucap Alendra
"Kenapa ngelamun" tanya Arlla sambil menusuk pipi Alendra menggunakan jari jari nya
"Sayang" panggil Alendra
"Apa yang mau kamu tanyakan" tanya Arlla seolah paham jika Alendra ingin bertanya sesuatu dan Arlla tau betul apa yang akan ditanyakan oleh Alendra
"Semalam aku menemukan noda darah di sprei" ucap Alendra
"Memang sayang.." ucap Arlla menggantung dan menghela nafas sejenak
"Hanya kamu orang satu satunya yang ku berikan semuanya" ucap Arlla dan hal itu mampu membuat pertanyaan pertanyaan di otak Alendra hilang seketika
"Makasih sayang" ucap Alendra kemudian memeluk istrinya dengan erat
"Udah yuk ke rumah mama" ajak Arlla
"Kuy" Alendra menggendong Arlla dan berdiri dari duduknya
"Turunin" rengek Arlla
"Gak usah biar gini aja sampe rumah mama" ucap Alendra
"Ihh malu tau" ucap Arlla
"Ada siapa di perumahan ini bukannya hanya ada Irene Dhira Tari dan keluarga kamu aja" ucap Alendra
"Tapi sama aja malu tau" rengek Arlla meminta untuk turun
__ADS_1
"Udah nurut aja" ucap Alendra
Arlla akhirnya diam dan pasrah dalam gendongan suaminya
Setelah menikah Alendra membangun rumah sendiri di samping rumah yang di tempati Arlla
Bukannya enggak untuk tinggal di rumah istrinya namun hal itu bisa menjatuhkan harga dirinya sebagai suami
Alendra berjalan keluar dari rumah mewah itu dan berjalan beberapa meter untuk sampai di rumah mama nya
Rambut coklat Arlla yang jatuh menjuntai terlihat semakin indah
"Ciee yang mesra mesraan gak tau tempat" ucap Irene sambil bersedekap dan bersandar pada pintu gerbang
"Iri bilang" ucap Alendra kemudian tertawa
Arlla mengeratkan pelukannya pada tubuh Alendra dan tangannya memeluk pundak suaminya dengan erat
"Kamu mau" goda Aheksa
"Ck kamu tuh" ucap Irene
"Kita puas puasin aja dulu besok udah ada pelayan" ucap Aheksa
"Kenapa emang nya" tanya Irene sok polos
"Ihh" Aheksa mencubit hidung Irene dengan gemas
Setelah beberapa saat Alendra dan Arlla sampai di rumah Mama Sandra dan mereka langsung masuk setelah pintu gerbang terbuka lebar
Alendra berjalan cukup jauh untuk menjangkau rumah utama karena taman dan halaman yang cukup luas
"Kamu gak capek" tanya Arlla
__ADS_1
"Kenapa capek ngejar kamu sampai ke ujung dunia pun aku sanggup" ucap Alendra dengan tersenyum manis
"Gombal"
"Gak apa apa dong kan gombalin istri sendiri dari pada godain istri orang lain kan bahaya" ucap Alendra
"Berani ya" ancam Arlla dengan bibir mengerucut
"Mana berani aku,,, takut sama ibu ratu ku" goda Alendra semakin membuat pipi Arlla merona merah
"Tau ah" ucap Arlla sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya
"Hahaha dasar" ucap Alendra
Tanpa terasa mereka sudah berada di depan rumah utama
Alendra langsung masuk ke ruang tamu dan kaget mendapati semua keluarganya dan keluarga istrinya sedang berkumpul
"Ekhem" Opa Arjaya sengaja berdehem untuk membuyarkan lamunan Alendra
Arlla membalikkan arah pandangnya dan dia tak kalah terkejutnya dengan suaminya
"Kalian semua disini" ucap Arlla semakin malu
"Sayang turunin" rengek Arlla
Alendra menurunkan tubuh istrinya dan kini mereka duduk berdampingan di salah satu sofa yang hanya bisa diisi dua orang
"Maklum pengantin baru" sindir Mama Reysa
"Heheh mama" ucap Arlla kikuk
Semuanya tertawa melihat kegugupan Arlla dan Alendra
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya