Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 47


__ADS_3

"Ok ok gini kalian diem dulu jangan gerak nanti takutnya makin kacau" ucap Arlla dengan nafas terengah engah karena ketakutan


Arlla menatap sekeliling dan menemukan cahaya laptop yang masih menyala


"Kita kumpul di cahaya laptop itu" ucap Arlla


"Ok" ucap Irene dan Tari serempak


Ketiganya berjalan mendekat dan mereka menemukan satu sama lain


"Huaaaaaa" teriak ketiganya karena melihat wajah hantu yang ada di film tersebut dan seketika bersembunyi di belakang sofa


"Kita ke pintu aja" ucap Irene


"Iya kita keluar dulu" ucap Tari dengan nafas tersengal sengal


Mereka bertiga berjalan bergandengan tangan menuju pintu apartemen


"Kalian bawa hp gak" tanya Tari


"Enggak hp gue di kamar" ucap Arlla


"Hp gue lowbat hehe" ucap Irene


"Ck lain kali charger napa" sungut Tari


"Udah udah kita keluar dulu minta sama petugas buat benerin lampu apartemen dulu" ucap Arlla


"Ok"


Mereka berjalan perlahan menuju pintu dan karena pandangan yang tak jelas ketiganya terpentuk pintu


"Awww nih pintu siapa yang naruh disini sih" sungut Arlla


"Lah nyalain pintu" ucap Tari


Ceklek ceklek


"Accsess Card" teriak ketiganya


"Haduhhh"

__ADS_1


"Gimana ini punya gue di kamar" ucap Arlla


"Sama" ucap Tari dan Irene


"Whatt!!" pekik Arlla


Tubuh ketiganya perlahan merosot ke bawah dan bersandar pada pintu. Seakan kehilangan harapan mereka hanya bisa pasrah


Jika mereka nekad naik ke lantai atas dan mengambil accsess card pastinya semuanya akan kembali kacau


"Lu ambil gih ke atas" ucap Irene menyuruh Tari


"Kenapa harus gue,, lu aja" ucap Tari tak terima


"Kenapa? Takut?" ucap Irene menyindir


"Emang lu enggak aja" ucap Tari membalas


"Udah udah"


"Waaaaa" teriak ketiganya kala melihat kain putih melayang di depan mereka


"Oyyy siapa aja lu keluar lu hadepin gue" teriak Irene menantang sambil berdiri dan berkacak pinggang


"Kayak berani aja" gumam Tari


"Emang berani ren" tanya Arlla


"Enggak" ucap Irene sambil kembali duduk dan menggelengkan kepala


"Ok kita ke atas ngambil bareng bareng" ucap Arlla


"Takutt" ucap Irene dan Tari


"Terus kita harus gini terus liat sekarang makin malam" ucap Arlla


"Yaudah deh"


Mereka berjalan perlahan dan mencari keberadaan tangga


**Bug

__ADS_1


Pyarrr**


Banyak benda benda jatuh maupun pecah saat mereka melintas


"Akhirnya" ucap mereka bertiga lega kala melihat pintu kamar Arlla


"Ayo"


Dengan perlahan mereka masuk ke dalam dan dengan perasaan was was


"Gue taruh dimana ya" gumam Arlla


"Inget inget" ucap Irene


"Nah ini dia" ucap Tari kala menemukan sebuah kartu di tangannya


"Coba liat" Arlla membaca tulisan di kartu dengan cahaya samar samar


"Ini bukan access card Tari" ucap Arlla dan membuang kartu itu begitu saja


"Ini" ucap Irene kala menemukan accsess card yang terletak di atas nakas samping tempat tidur


"Ayo turun"


Mereka menuruni anak tangga dengan hati hati namun karena cahaya yang sangat minim Tari terpeleset dan dengan spontan menarik tangan Irene


Sedangkan Irene yang bergandengan dengan Arlla menjadi menarik Arlla juga


Ketiga tiganya jatuh berjamaah


Bug bug bug


"Awwww punggung gue encok!!!" teriak Irene


"Tari lu apa apaan sih jatuh ngajak ngajak" sungut Arlla


"Ya mana gue tau enak aja gue jatuh kalian enggak kan sekalian jatuh berjamaah itu namanya setia kewan" ucap Tari


"Ssss sakit bener punggung gue" ucap Tari saat berusaha berdiri


"Rasain tuh" ucap Irene dan Arlla bersamaan

__ADS_1


__ADS_2