Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 43


__ADS_3

"Mau kemana kalian malem malem" ucap seseorang mengejutkan kami bertiga yang saat itu keluar dari apartemen


"Lu!! ngagetin aja" umpat Irene kesal


"Kalian mau kemana" tanya Aheksa yang saat itu juga lagi keluar dari apartemen nya


"Mau nyari makan" jawab Tari.


"Nyari makan? Malam malam gini" ucap Areksa yang ikut keluar dari apartemen


"Udahlah kita laper kita mau keluar habis pusing dengan semua tumpukan dokumen jadi jangan di tambah pusing" ucapku tegas lalu berjalan menuju lift dan diikuti Irene dan Tari


Saat pintu lift akan tertutup Aheksa dan Areksa masuk ke dalam lift itu juga


"Kenapa ikut masuk sih" ucapku kesal


"Kenapa? Gak boleh? Ini kan bebas buat siapa pun" ucap Areksa


"Ya bukan gitu lift satunya kan ada" ucap ku kesal


"Emang kenapa kalau di lift ini" tanya Areksa dengan nada dingin dan menatapku tajam


"Huh capek debat" ucapku lalu bersandar pada dinding kotak besi itu


"Wooo" pekik kami bertiga


Lift itu terhenti dan lampu mati mambuatku sedikit takut


"Gimana ini" ucap Irene cemas


Irene dan Tari bergandengan tangan dengan erat karena cemas sedangkan aku yang berada di pojok tak bisa berbuat apapun karena terhalang dengan tubuh Areksa dan Aheksa yang berada di tengah tengah

__ADS_1


"Huh nafas gue" ucap Irene sambil memegangi dadanya


"Ren Irene" ucapku dan meraba raba mencari Irene


"Lu kenapa" tanyaku panik


"Asma gue kambuh" ucap Irene kemudian pingsan


"Ehh" pekik Aheksa kemudian memangku kepala Irene sambil duduk di bawah


"Sa cari bantuan" ucapku pada Areksa


"Bentar" ucap Areksa kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Huh" ucapku sambil memegangi dadaku yang terasa sesak


Mungkin karena oksigen semakin menipis akibat banyaknya orang yang ada di dalam lift ini


Pov Author


Bug


Tubuh Arlla perlahan luruh ke bawah dan dengan sigap Areksa menggendong tubuh Arlla


"Haduh gimana ini" ucap Aheksa panik karena saat ini Irene belum sadar dan di tambah Arlla juga ikut pingsan


Tak lama kemudian terdengar beberapa orang di luar lift sedang mencoba membuka pintu lift dengan paksa


"Cepat" teriak Areksa kesal


Lima menit bekerja namun belum juga membuahkan hasil

__ADS_1


"Bagaimana ini aku takut mereka kehabisan nafas" ucap Areksa


"Apa kita harus.. " ucap Aheksa menggantung


"Jangan ngaco" bentak Areksa


"Tapi gimana" ucap Aheksa


Areksa meniup wajah Arlla mencoba memberikan sedikit udara pada wanita itu dan Aheksa juga melakukan hal yang sama pada Irene


Brakk


Pintu lift berhasil terbuka lebar dan dengan cepat Areksa keluar dari dalam lift itu dengan menggendong tubuh Arlla


Sedangkan Aheksa membawa tubuh Irene keluar dari kotak sempit itu dan disusul oleh Tari di belakangnya


Saat di luar mereka semua menarik nafas panjang seakan lega karena mendapatkan oksigen lagi


Karena masih berada di lantai sepuluh Areksa dan Aheksa menuruni anak tangga darurat dengan tetap membawa Arlla dan Irene dalam dekapan mereka


Sepuluh menit mereka berhasil berada di lobby dan dengan langkah cepat mereka menuju ke arah mobil yang sudah siap karena Tari yang menghubungi supir Areksa dan Aheksa atas perintah Aheksa


Di dalam mobil wajah panik Areksa dan Aheksa terpancar. Areksa dan Aheksa berbeda mobil


Areksa dengan Arlla sedangkan Aheksa dan Irene juga Tari berada di mobil lain


Areksa merapikan anak rambut Arlla agar tak menutupi wajah cantiknya


Wanita itu sama saja!! Menyusahkan


Mereka dengan mudah menaklukkan hati seorang pria lalu mereka pergi begitu saja seenaknya sendiri Batin Areksa dengan kesal

__ADS_1


__ADS_2