Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 164


__ADS_3

"Direktur Lichyia" sapa Dokter Dimas


"Ya bisa kita bicara sebentar"


"Boleh silahkan masuk" Dokter Dimas membuka pintu ruangan nya lebar lebar


Lichyia, Arin dan Diego masuk ke dalam ruangan itu untuk membicarakan hal serius


"...."


Hingga tiga puluh menit kemudian Lichyia keluar dari ruangan itu dengan Arin dan Diego yang berada di gendongan mama nya


"Alhamdulillah Diego tidak harus ke luar negeri untuk pengobatan" ucap Arin bahagia


"Heem mungkin karena masih di tahap awal jadi mungkin bisa di tangani lebih cepat" ucap Lichyia


"Saya pamit dulu sampai jumpa lagi besok dokter" ucap Arin dan di balas senyuman manis dokter cantik itu

__ADS_1


"Bye doktel"


"Bye juga sayang"


Lichyia berjalan menuju lift untuk kembali ke lantai paling atas. Namun saat pintu lift terbuka seorang dokter laki laki keluar dari lift yang sama


"Dokter Lichyia" sapa Dokter Rasya


"Ya"


"Mm saya cuma ucapkan selamat atas pernikahan dokter semoga langgeng sampai maut memisahkan" ucap Dokter Rasya dengan sedikit meringis karena ternyata wanita pujaan hati nya telah menikah dengan laki laki lain sedangkan dirinya sudah memendam rasa suka secara diam diam pada dokter cantik itu dua tahun yang lalu


"Terima kasih dan doa baik juga dari saya buat dokter" ucap Lichyia dan tersenyum tipis lalu berlalu masuk ke dalam lift meninggalkan Dokter Rasya sendiri


Lichyia masuk ke dalam ruangan nya dan mengecek beberapa berkas yang akan dia laporkan pada papa nya. Meskipun dia adalah putri kandung dari Dika Wijaya namun rumah sakit itu tetap milik papa nya dan semua perkembangan dari rumah sakit itu harus dia laporkan secara menyeluruh


Pukul dua belas siang Lichyia keluar dari rumah sakit itu dengan pakaian biasa tanpa ada jas putih yang melekat di tubuh nya. Lichyia mengendarai mobilnya menuju sebuah restaurant dan di sampingnya ada suster Lia yang sengaja dia ajak untuk menemani diri nya makan siang

__ADS_1


"Gimana kalau ke restaurant yang ada di mall deket sini dok kata nya disana enak enak sekalian cuci mata" ucap suster Lia


"Boleh juga ide kamu" Lichyia memutar arah mobilnya menuju mall terdekat dari rumah sakit


Lima menit kemudian mereka sampai di sebuah mall yang cukup besar. Lichyia dan Lia berjalan bersampingan menuju lantai dua tempat semua restaurant makanan berada. Mereka memasuki salah satu restaurant disana dan dari pintu lain sepasang kekasih juga tengah masuk ke dalam restoran yang sama


Lia memanggil pelayan untuk memesan makanan. Sembari menunggu keduanya sibuk dengan ponsel masing masing tanpa memandang sekitar


"Kamu mau makan apa yang" tanya Kinara pada Arel di sebelahnya. Dua jam yang lalu mereka bertemu di sebuah cafe kemudian mereka ke mall tersebut untuk berbelanja


"Aku ngikut kamu aja" ucap Arel singkat


"Yaudah Gurame nya dua sama ayam bakar dua minum nya teh hijau satu sama teh hangat satu" ucap Kinara


Pelayan mencatat semua pesanan dia kembali ke dapur. Arel dan Kinara berbincang mesra tanpa tau di belakang Arel ada Lichyia yang duduk membelakangi


Kok kaya aku denger suara Arel ya batin Lichyia sambil menghentikan jari jari nya yang berada di atas layar handphone

__ADS_1


Aah mungkin perasaan ku aja batin Lichyia lagi setelah melihat sekeliling nya kecuali bagian belakang tubuh nya


__ADS_2