Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 19


__ADS_3

Kakiku melangkah keluar dari rumah itu dan kembali ke rumahku sendiri


Aku mengambil kunci mobil yang ada di dalam tas dan segera pergi dengan hati kesal


"Mau kemana non" tanya Diron


"Ke kantor" ucapku singkat


Aku masih kesal bukan main,,, masih untung aku tidak melaporkan ke pihak berwajib


Mungkin itu akan ku lakukan tapi setelah aku memiliki bukti bukti kuat


Aku mengendarai mobilku ikut memecah jalanan kota yang cukup ramai


Karena hari ini hari libur semua orang sedang bahagia menyambut weekend


Tapi tidak dengan diriku,,, aku harus menanggung luka dengan datang ke pernikahan suamiku sendiri


Dan ditambah ejekan dari mama Lela yang sepertinya tak tau diri


Jika tidak mengingat jika dia lebih tua dariku mungkin tangan ku yang cantik sudah mendarat di pipinya dengan manis


Namun aku masih memiliki sopan santun yang selalu ku pegang teguh


Sebenarnya memang aku berencana ke perusahaanku hari ini setelah pernikahan dan setelah mengganti pakaian ku


Namun gara gara hal yang tak terduga itu membuat ku ingin cepat cepat pergi dari sana


Mungkin jika nanti aku sampai di kantor semua karyawan ku akan menganggap ku salah tempat


Namun aku tak akan perduli sekarang suasana hati ku sangat kacau

__ADS_1


Hari yang ku mulai dengan senyuman harus sirna gara gara ibu Lela


Mungkin, jika hanya menghadiri pernikahan Lela aku biasa biasa saja tapi tidak dengan omongan ibu Lela


Menyuruh diriku meninggalkan Gio?


Tidak semudah itu


Mereka hanya memanfaatkan Gio untuk menguras seluruh harta Gio dan merebutnya


Karena aku sudah menyelidiki jika Lela berasal dari keluarga biasa biasa saja


Namun aku tidak memiliki bukti kuat untuk mengatakannya pada Gio


Bisa bisa dia akan mengira jika aku iri dan asal nuduh padahal semuanya itu salah


Iri? Tidak akan pernah iri dengan Lela yang hidupnya hanya memanfaatkan dan menjebak orang


Aku keluar dari dalam mobil dan memberikan kunci mobil pada security untuk di parkirkan


Sedangkan aku melangkah masuk dan berjalan menuju lift


"Arlla" ucap seseorang memanggilku


Aku memutar badanku dan terkejut melihat seseorang yang sudah berdiri di depanku


"Hehehh Irene lu ngapain kesini" ucapku canggung


"Kamu kemana aja kenapa ilang gitu aja" ucap Irene


"Heheh kemarin sibuk kan Mas Gio baru pulang" ucapku mencari alasan

__ADS_1


Namun aku yakin jika Irene tak akan percaya karena dia pasti bisa merasakan apa yang ku rasakan


Persahabatan kami sudah seperti saudara bisa mengerti duka satu sama lain dan akan saling melindungi


"Ke ruangan lo sekarang" ajak Irene


Bener kan apa yang ku katakan Irene tak akan percaya begitu saja walaupun seribu alasan ku berikan


Akhirnya aku dan Irene naik ke lantai paling atas menggunakan lift khusus CEO


"Oh ya kamu ngapain kesini" tanyaku mencoba mengalihkan pusat pikiran Irene


"Nyari kamu,,, kamu itu dua minggu hilang seperti di telan bumi" ucap Irene


"Heheheh ya gitulah" ucapku dengan canggung


"Oh ya la" ucap Irene


"Ada apa" tanya ku


"Gue boleh gak kerja disini sebagai asisten lu gitu" ucap Irene


"Hah? Bukannya lu udah punya usaha sendiri ya" ucapku


"Iya tapi gue bosen gue pengen kerja bareng lu boleh ya" ucap Irene


"Yaudah iya" ucapku


"Apasih yang enggak buat lu" ucapku sambil terkekeh


"Thanks" ucap Irene

__ADS_1


__ADS_2