Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 78


__ADS_3

Setelah empat jam bercengkerama dengan seluruh keluarganya Arlla dan Alendra kembali ke rumahnya karena keluarga Alendra juga akan kembali ke Italia bersama Areksa dan Celina


"Mama hati hati ya" ucap Arlla


"Siap sayang" ucap Mama Raysa sambil mencium kening menantunya


"Lupa sama anaknya" sindir Alendra


"Oh kamu anak saya ya maaf saya lupa" ucap Mama Raysa enteng membuat Alendra melotot tajam


"Apa" ucap Mama Reysa menantang kala melihat putranya melotot tajam padanya


"Eh enggak mah" ucap Alendra


"Udah ayo sayang" ajak Papa Adinata


"Salam buat kk Celina dan kk Areksa" ucap Arlla


"Siap sayang" ucap Papa Adinata


"Kami duluan" ucap Mama Raysa sambil masuk ke dalam mobil


Setelah kepergian Mama Raysa dan Papa Adinata, Arlla dan Alendra juga kembali ke rumah mereka




"Huh ngantuk" ucap Alendra sambil berbaring di paha Arlla


"Jangan tidur dulu" ucap Arlla


"Bentar yang aku ngantuk" ucap Alendra sambil menutup matanya


"Sholat ashar dulu habis itu tidur" ajak Arlla


"Jam berapa sekarang" tanya Alendra lembut


"Jam empat"


"Yaudah ayo" ajak Alendra kemudian bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan wudhu

__ADS_1


Mereka sholat ashar berjamaah baru kemudian Alendra tidur sejenak sedangkan Arlla memasak makanan untuk makan malam


Saat menuju dapur tiba tiba bel rumah berbunyi tanda ada seorang tamu


"Siapa" gumam Arlla sambil berjalan menghampiri pintu rumah


Arlla berjalan cukup jauh karena rumahnya yang sangat luas


Saat membuka pintu gerbang dia terkejut dengan tamu yang datang


"Dhira ? ngapain?" tanya Arlla


"Lama banget sih bukanya sampe lumutan gue nunggu" gerutu Dhira


"Ya kan gak ada pelayan dan lu tau sendiri" ucap Arlla


"Ck"


"Ada apa" tanya Arlla lagi


"Gue males masak gimana kalau makan malem bareng di restaurant gitu" ajak Dhira


"Boleh sih tapi aku bilang sama mas Alendra dulu" ucap Arlla


"Lagi tidur Dhira" ucap Arlla


"Bangunin"


"Kasihan"


"Ck terus gimana?" tanya Dhira


"Yaudah nanti jam tujuh di restaurant x ajak Irene sama Tari juga" ucap Arlla


"Siap" Dhira kemudian pergi


Arlla kembali masuk ke dalam rumah dan ke kamar pribadi nya


Dia duduk di samping Alendra yang sedang tertidur pulas


Tangannya menyentuh wajah Alendra membuat pria itu sedikit terusik dan bangun

__ADS_1


"Ada apa" tanya Alendra dengan suara serak


"Hehehe ganggu ya" ucap Arlla merasa gak enak karena sudah mengganggu tidur Alendra


"Gak kok" ucap Alendra namun tangannya menarik pinggang Arlla membuat Arlla posisi berbaring


"Aku ngantuk mau tidur lagi" ucap Alendra kemudian tertidur lagi membuat Arlla terkekeh


"Cepet bener tidurnya" gumam Arlla kemudian dia memeluk Alendra dan ikut menyusul ke alam mimpi


-


-


-


"Sayang bangun mau maghrib" ucap Alendra sambil duduk di samping Arlla yang masih tertidur lelap


"Sayang" panggil Alendra sekali lagi


"Eughhh udah jam berapa"


"Udah mau maghrib" ucap Alendra dengan suara pelan


Arlla membuka matanya dan menatap suaminya yang sudah menggunakan sarung dan peci siap untuk sholat


"Cuci muka gih terus wudhu kita sholat maghrib bareng" ucap Alendra sambil mengusap wajah istrinya yang masih berbaring


Arlla mengangguk dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk cuci muka dan wudhu


Setelah wudhu Arlla mengambil mukenah yang ada di walk in closet kemudian mereka sholat berjamaah


"Assalamualaikum warrohmatullah" ucap Alendra


Setelah sholat selesai Arlla mencium tangan suaminya dan Alendra mencium kening istrinya


Setelah sholat mereka mengaji bersama sejenak


Hal itu menjadi kebiasaan wajib yang di terapkan dalam kehidupan rumah tangga mereka


Sepenting apapun urusan dunia namun urusan agama tetap nomer satu

__ADS_1


Itulah pesan Alendra


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2