Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 38


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam apartemen kami masuk ke dalam kamar masing masing. Di dalam apartemen ada enam kamar utama dengan luas yang sama.


Apartemen milikku yang berada di jantung kota menjadi tempat tinggal kami sekarang untuk beberapa hari kedepan.


Aku menatap langit langit kamar dengan tatapan nanar kini hati dan pikiran ku kacau. Kalau seperti ini terus, bagaimana bisa aku fokus dengan pekerjaanku disini


Aku menutup mataku berharap aku bisa tidur dan masuk ke dalam alam mimpi secepatnya karena tubuhku sudah sangat lelah


-


-


-


-


Pukul lima sore aku baru terbangun dan menatap jam yang sudah menunjukkan angka lima


Aku berlari menuju kamar mandi untuk cuci muka dan berwudhu. Waktu asar sudah hampir lewat


Setelah mencuci muka dan wudhu aku keluar dari kamar mandi dan menggunakan mukenah lalu sholat


Setelah sholat aku mandi hingga hampir maghrib aku baru keluar dari kamar mandi


Karena pakaianku yang masih berada di dalam koper membuatku kesusahan mengambil baju. Dan dengan asal ku ambil satu stel baju dan memakainya membuat yang lainnya sedikit berantakan


Setelah memakai pakaian aku berwudhu lalu sholat maghrib baru kemudian aku turun ke bawah


Apartemen ini terdiri dari dua lantai,, lantai atas digunakan khusus untuk kamar dan lantai bawah untuk dapur, ruang tamu, ruang makan dan ruang ruang lainnya

__ADS_1


"Baru bangun" tanya Tari


"Enggak udah dari tadi" ucapku


"Turun yuk nyari makan" ajak Irene


"Ayo" ucapku dan Tari setuju


Akhirnya aku kembali ke kamar untuk mengambil dompet dan juga tas lalu turun ke lobby bersama Irene dan Tari


Aku mengendarai mobil ke luar dari area basement dan menuju jalanan yang cukup padat pada malam itu


Dua mobil memang tersedia untuk kami sedangkan supir hanya untuk sebagai pengantar kami ke kantor


"Ke restaurant itu aja" ucap Irene dan aku menyetujuinya


Mobil mulai masuk ke area restaurant four season, salah satu restaurant mewah di kota ini


Ku tutup pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam restaurant


Restaurant yang berada di lantai dasar sebuah hotel itu terlihat sangat mewah dan elegan


Kami memilih bangku yang kosong dan hanya itu saja yang kosong dan tepat berada di pojok ruangan


Karena pengunjung yang begitu ramai hingga tak menyisakan satu pun bangku


Seorang pelayan datang dengan membawa menu makanan dan memberikannya ke kami


"Kalian mau makan apa" tanyaku pada Irene dan Tari

__ADS_1


"Terserah lu aja" ucap Irene


"Hu'um"


"Yaudah steak tiga dan orange juice tiga" ucapku pada pelayan itu lalu pelayan itu pergi


Sembari menunggu aku mengecek ponselku yang ku matikan sedari kemarin


Dua puluh panggilan dari Mama Sandra dan lima belas panggilan dari Papa


Aku menghubungi Mama dan tak begitu lama panggilan tersambung


"*Arlla kamu ada dimana"


"Aku lagi di Amerika ma ada kerjaan disini" ucapku


"Bukan karena menghindari Gio,,, terus bagaimana perceraian kamu" tanya Mama


"Ya gitulah masih berlangsung dan tinggal menunggu sidang selanjutnya baru kemudian keputusan hakim"


"Yaudah kamu disana baik baik ya sekalian refreshing biar gak stres" ucap Mama


"Siap ma" ucapku*


Kemudian panggilan terputus


"Tante Sandra" tanya Irene dan aku mengangguk


"Kamu gak pamit sama mereka kalau kamu ke sini" tanya Tari

__ADS_1


"Lupa" ucapku singkat


Kemudian seorang pelayan datang dengan membawakan pesanan kami


__ADS_2