Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 92


__ADS_3

Arlla sibuk di kantor hingga pukul tujuh malam dia belum pulang juga begitu juga dengan Keysa, Irene, Tari dan Dhira


Mereka kini sedang membahas sebuah hal penting dan kini mereka berada di ruang meeting


Alendra, Ario, Angga dan Aheksa yang khawatir karena mereka pulang namun tak menemukan istri mereka menyusul ke kantor Asyila Group


Citt


Suara rem mobil dari keempat mobil mewah beda pemilik berbunyi nyaring


Mereka turun dari mobil dan menemui sang security penjaga gedung pencakar langit itu


"Mereka sudah pulang sejak makan siang tadi tuan dan tak kembali lagi" ucap sang security itu


Deg


Wajah mereka semakin tegang karena mereka tak menemukan keberadaan istri mereka. Dengan wajah kusut mereka kembali ke area parkir


"Kemana mereka" ucap Alendra sambil meraup wajahnya dengan kasar


Tanpa mengganti pakaian kerja mereka langsung ke gedung ini karena khawatir dan sekarang istri mereka menghilang tanpa kabar bahkan ponsel milik mereka juga tidak aktif


"Apa yang terjadi sebenarnya" ucap Ario kesal dan menendang mobil nya


Apalagi di saat kondisi istri istri mereka yang sedang hamil membuat pikiran para lelaki itu semakin kacau

__ADS_1


"Kita berpencar cari mereka jangan lupa minta bantuan sama anak buah kalian" ucap Angga dan masuk ke dalam mobilnya


Para lelaki itu menghubungi orang kepercayaan mereka masing masing untuk membantu mereka mencari keberadaan istri mereka


Sedangkan di sisi lain para wanita sedang berdiskusi dengan seorang pria


"Bagaimana" tanya Arlla


"Ok anggap saja ini sebagai balas budi ku padamu Arlla" ucap lelaki itu dengan tegas


"Bagaimana rencana mu selanjutnya" tanya Irene


Wajah mereka kini menggambarkan wajah serius


"Arlla jika kau ada masalah katakan padaku kenapa harus di saat genting seperti ini kau baru mengatakannya kau hampir saja telat" ucap lelaki itu


"Aku takut mengganggu waktu mu kak" ucap Arlla


"Arlla aku adalah kakak mu meskipun kau bukan adik kandung ku tetapi kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri" ucap lelaki itu dengan tegas


Walaupun mengatakan hal itu dengan tegas namun ada rasa kasih sayang yang menjalar dari ucapannya itu


Sebuah panggilan masuk dari ponsel milik lelaki itu


"Apa? Kecelakaan? Bagaimana bisa" teriak lelaki itu dengan berdiri dari kursi

__ADS_1


Wajahnya semakin tegang kala mendengar apa yang di katakan oleh seseorang di balik telepon


Di tempat lain di jalanan yang cukup ramai sebuah ambulance sedang memecah jalanan kota dan melaju sangat cepat


Suara sirine ambulance mengudara dan di dalamnya ada seseorang yang tengah berjuang untuk hidup


Aku gk boleh mati batin pria yang sedang sekarat dan dengan bantuan oksigen kini dia masih bisa bernafas


Aku harus mengatakun siapa musuh sebenarnya Arlla


Kata kata itulah yang selalu menjadi penyemangat nya untuk hidup dan berjuang semampu dia


Luka tembak yang dia dapatkan hampir saja mengenai jantungnya namun ternyata takdir masih berpihak padanya


Dia belum mati dan sebentar lagi ambulance akan segera sampai di rumah sakit Asyila


Rumah sakit terbesar dengan para medis yang sudah ahli dan di datangkan dari luar negeri


Rumah sakit milik Arlla yang berada di pusat kota


Di sisi lain di jalanan kota dua buah mobil sedang berpacu dengan cepat menuju rumah sakit milik Arlla


Lelaki yang bersama Arlla menyuruh anak buahnya untuk mengawal ambulance itu dan menjaganya dengan ketat


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2