Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 118


__ADS_3

Arlla yang sibuk bermain main dengan harimau nya tak sadar jika ada Alendra di belakang nya yang sedang menatapnya


"Ada yang baru aku di lupain" ucap Alendra membuat Arlla menoleh


"Eh heheheh"


"Nih sesuai permintaan kamu" ucap Alendra sambil memberikan satu harimau kecil lagi pada istrinya


"Woaaahhh makasih"


Arlla langsung meletakkan harimau kecil itu di tangan kanan nya dan seketika itu Mica langsung mendekat dan berada di tangan kiri Arlla


"Ihh iri" ucap Alendra sambil terkekeh


"Yang ini mau kamu kasih nama siapa" tanya Alendra


"Moci" ucap Arlla dengan senyum mengembang


Dua jam Arlla berada di taman belakang bersama Alendra dan harimau harimau nya


"Nyonya semuanya sudah siap" ucap Diron


"Makasih ya" ucap Arlla


Diron pergi meninggalkan pasangan suami istri itu


"Kamu bener bener jadiin kamar tamu itu jadi tempat tidur harimau harimau ini" ucap Alendra


"Iya dong biar mereka gak kedinginan kalau di luar nanti kena panas sama hujan kan kasian" ucap Arlla


Arlla membawa kedua harimau nya ke dalam kamar tamu yang sudah berubah menjadi tempat tidur harimau


Arlla meletakkan kedua nya di sebuah kotak yang sudah di lapisi dengan kain selimut yang hangat


Setelah itu Alendra dan Arlla pergi menuju dapur untuk cuci tangan kemudian makan di ruang makan


Selesai makan Alendra langsung berangkat ke kantor begitu juga dengan Arlla


Meskipun Alendra sudah melarang untuk bekerja namun Arlla tetap lah menjadi Arlla yang keras kepala


"Kamu hati hati kamu udah gak sendiri lagi" omel Alendra


"Iya iya" ucap Arlla santai sambil masuk ke dalam mobil dan pergi


Di gedung Asyila Group banyak pekerja yang sudah sibuk di jam delapan pagi ini dengan pekerjaan masing masing


Arlla berjalan santai menuju lift untuk sampai ke lantai empat puluh

__ADS_1


"Pagi la" sapa Tari, Irene dan Keysa


"Pagi juga"


"Arlla ada dokumen yang harus lo tanda tangani udah gue taruh di atas meja kerja lo" ucap Dhira


"Ok"


Arlla berjalan menuju ruangan nya dan mulai berkutat dengan laptop dan dokumen yang menumpuk


Pukul lima sore ke empat wanita itu pulang bersama


"Assalamualaikum" ucap Arlla saat memasuki rumah


"Assalamualaikum" ucap Alendra yang baru saja pulang


"Baru pulang"


"Heem"


Mereka berdua masuk ke dalam kamar untuk mandi dan sholat kemudian turun lagi untuk makan malam bersama


"Mas" panggil Arlla


"Iya"


"Sekarang?"


"Enggak taun depan" ucap Arlla ketus


"Yaudah aku beli sekarang" ucap Alendra sambil beranjak dari duduknya


"Yang masih muda ya"


"Kan asem sayang nanti perut kamu sakit"


"Enggak pokoknya aku mau yang muda"


"Yaudah iya" Jika sang ratu sudah berucap apalah daya Alendra bisa menolak


Alendra pergi keluar mencari mangga muda untuk istrinya


Dalam waktu dua puluh menit Alendra sudah kembali dan sudah di sambut di depan pintu


"Lama banget" gerutu Arlla


"Itu cepet sayang"

__ADS_1


"Lama"


"Yaudah iya maaf" ucap Alendra mengalah


"Nah gitu dong"


Arlla langsung mengambil kantong plastik di tangan suaminya dan membawa nya ke ruang keluarga


Disana sudah ada beberapa wadah beserta pisau untuk mengupas kulit mangga


Alendra duduk di samping istrinya dan mengamati wajah wanita itu yang sedang serius.


"Tegang amat ngupas kulit mangga doang" goda Alendra


"Hushh diem aja" ucap Arlla kemudian menyodorkan satu mangga pada suaminya


"Enggak ah buat kamu aja" ucap Alendra


"Ayolah kamu gak mau?" ucap Arlla dengan wajah di tekuk membuat Alendra tak bisa berkutik


Senjata andalan yang selalu di gunakan wanita itu untuk memaksa suaminya


"Aaaa" ucap Arlla sambil membuka mulutnya


Alendra membuka mulutnya dan satu potongan buah mangga muda yang masih masam itu masuk ke dalam mulutnya


"Asem sayang" ucap Alendra


"Habisin" ucap Arlla


"Tapi.. "


"Habisin atau aku ngambek" ucap Arlla


"Ok udah jangan marah ya"


Alendra menghabiskan dua buah mangga muda dengan paksaan dari wanita hamil di depannya


Meskipun dengan terpaksa namun Alendra selalu menuruti apapun yang di minta wanita cantik itu


Wanita yang bisa berubah kapan saja sesuai dengan situasi


Di saat dirinya merasa terancam maka wajah lain akan keluar bagai singa yang kelaparan yang bisa kapan saja menghabisi musuh musuhnya


Wanita yang mendampingi hidupnya saat ini bukan wanita biasa ataupun lemah


Alendra bersyukur memiliki wanita setangguh Arlla untuk mengisi relung hatinya

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2