Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 121


__ADS_3

Sehabis azan maghrib beberapa warga sekitar mulai berdatangan satu persatu membuat rumah Alendra penuh


Ditambah dengan banyaknya jumlah anggota keluarga yang datang dari Keluarga Arjaya, Denata, dan Rakhsa


Mama Rena dan Papa Rai pun turut hadir dalam acara tersebut. Arlla dan Alendra juga mengundang beberapa anak yatim piatu dari salah satu panti asuhan yang berjumlah 100 orang


Acara di mulai pukul setengah tujuh malam di awali dengan pembacaan doa, pengajian, pemberian santunan anak yatim dan memberikan bantuan pada orang orang yang membutuhkan


Arlla tampak sangat cantik dengan balutan gamis berwarna putih dengan hijab berwarna senada


Pukul delapan tiga puluh acara telah selesai dan satu persatu mulai keluar dari rumah itu


"Mama pulang dulu ya sehat sehat sayang" ucap Mama Rena


"Makasih ma hati hati di jalan" ucap Arlla


"Iya" Mama Rena dan Papa Rai pulang pukul sembilan malam. Sedangkan keluarga nya berencana untuk menginap


Arlla langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sedangkan keluarga nya mulai beberes hingga pukul sepuluh malam baru selesai


-


-


-


Keesokan harinya pukul enam pagi rumah sudah sangat ramai dengan kicauan kicauan dari bibir Oma Alia dan Oma Diana di tambah dengan Nenek Dea yang sibuk berdebat mulai dari hal besar sampai hal sepele mereka perdebatkan

__ADS_1


"Udah udah lebih baik kita makan" ujar Tante Lia


Sejenak perdebatan mereka terhenti saat di meja makan.


"Pagi" sapa Arlla


"Pagi juga"


Mereka sarapan bersama dengan tenang hanya beberapa detik dan berikutnya di penuhi dengan omelan sang Oma


"Kamu tuh harus makan banyak " ucap Oma Diana


"Nah ini juga" sahut Oma Alia sambil memberikan sebuah lauk di piring Arlla


"Oma udah Arlla gak terlalu nafsu makan pagi ini" ucap Arlla


"Kamu kenapa? Biasanya makan banyak" tanya Alendra


Sepuluh menit makanan di piring mereka habis tak tersisa. Setelah makan bersama mereka menghabiskan waktu di taman belakang hingga siang hari


Para anak anak bermain dengan ikan, para ibu ibu sibuk dengan tanaman hias milik Arlla yang berada di rumah kaca dan Oma juga nenek sibuk memetik buah untuk di makan


"Tante" panggil Vino


"Kenapa" tanya Arlla yang duduk di kursi dengan Tante Rifani


"Peliharaan tante cuma ikan doang? Gak ada Miawww gitu" tanya Vino polos

__ADS_1


"Ada kucing kecil tapi tante simpen" ucap Arlla


"Mau liat" ucap Vino dengan berbinar


"Liat apa" tanya Deden


"Mau liat kucing"


"Aku ikut" ucap Ilham dan Farel bersamaan


"Gak boleh" ucap Arlla


"Kenapa" tanya mereka dengan memelas


"Tante boong ya" ucap Farel


Para bocah yang masih berusia tiga tahun itu terus memaksa untuk melihat kucing milik Arlla


"Tapi kucing milik tante bukan kucing biasa" ucap Arlla


"Maksudnya" tanya mereka tak mengerti


"Ada deh" ucap Arlla kemudian pergi membuat anak anak itu kesal


Arlla menuju ruangan khusus untuk harimau harimau nya dan memberi makan


Setelah satu jam berada di ruangan itu Arlla kemudian keluar dan langsung masuk ke ruang kerjanya

__ADS_1


Tumpukan dokumen sudah menggunung di atas meja kerjanya. Tangannya mulai berkutat dengan laptop dan data data yang ada di dalamnya dan sesekali menghubungi rekan kerjanya membahas hal serius.


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2