Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 131


__ADS_3

"Mau apa kau kesini" tanya pria itu


"Mau apa? Terserah aku dong ini rumah sakit milikku" ucap Arlla santai sambil duduk di sofa dan memakan apel merah yang ada di atas meja


"Siapa namamu" tanya Arlla tanpa menatap pria itu


"Axio" ucap Axio


"Ok Axio katakan apa urusan mu dengan kami dan kenapa menyerang kami waktu itu waktu mu lima menit" ucap Arlla to the poin


"Untuk apa aku harus menceritakan semuanya padamu" tanya Axel sambil membaringkan tubuhnya


"Terserah aku hanya memberi mu waktu untuk menjelaskan siapa tau aku bisa berubah pikiran"


"Berubah pikiran?" tanya Axel tak mengerti


"Hmm iya berubah pikiran akan ku apakan dirimu nanti ku bunuh atau ku buang hmm mungkin di sekap dan siksa akan menjadi cerita yang menarik" ucap Arlla dengan senyum picik


"Gila kamu" umpat Axio


"Kau tau siapa aku bukan"


"Ck dasar keturunan Reyland" ucap Axio


"Hhhh keturunan Reyland gak akan pernah main main dengan ucapannya kau tau itu bukan" ucap Arlla santai sambil menatap Axio tajam


"Ok kau membunuh adikku Anel" ucap Axio singkat dengan wajah masam


"Bukan aku yang membunuhnya"


"Lalu?"

__ADS_1


"Dia sendiri"


"Hah?"


"Dia yang hendak membunuhku maka apa yang bisa ku perbuat aku hanya wanita lemah"


"Cih buktinya tangan mu bisa menghilangkan nyawa adikku" sungut Axio


"Mana ku tahu dia sudah ku peringatkan tapi ngeyel ya udah salah dia sendiri" ucap Arlla


"Ck"


"Oh gue gak mau bertele tele kamu mundur atau aku maju" ucap Arlla dengan wajah serius


"Aku gak akan mundur sampai dendam ku tuntas" ucap Axio penuh kebencian di matanya


"Ok aku yang maju" ucap Arlla dengan tatapan maut


"Eits tunggu dulu kamu yakin bisa keluar dari ruangan ini dengan selamat?"


"Ck ok aku akan mundur puas? " ucap Axio


Jika dia memaksa tetap maju bisa mati berdiri dia


"Bagus" ucap Arlla dan langsung berdiri dari duduknya


"Wait!! Gue belum percaya sepenuhnya sama lo" ucap Arlla dengan menatap Axio


"Terus apa mau lo" tanya Axio


Gagal sudah rencana laki laki itu untuk mengecoh wanita di depannya agar bisa lolos dari ruangan itu

__ADS_1


"Di luar ada sepuluh pengawal dan jika kamu mau kabur silahkan loncat dari lantai sepuluh ini itu pun jika kamu mau hidup mu sia sia"


"Gila kamu"


"Ikut pengawal gue kemanapun mereka bawa lo nanti"


"Kemana emang"


"Mana ku tahu tapi tenang aja hidup lo bakal terjamin"


"Ck serah"


Arlla keluar dari ruangan itu dan menutup pintu dengan rapat


"Perketat keamanan jika dia mencoba lari bunuh aja sekalian" ucap Arlla dingin dan pergi dari sana


"Siap nona muda"


Arlla turun ke lantai dasar menggunakan lift dan saat pintu lift terbuka dia sudah di kejutkan oleh seseorang yang berdiri di lift


"Dokter Ari" ucap Arlla dengan mengernyit


"Ah kita bertemu lagi nona muda"


"Ah oh iya saya permisi dulu" ucap Arlla


"Tunggu nona muda bagaimana keadaan tuan Alendra sekarang" tanya Dokter itu


"Dia baik bahkan sangat baik kenapa?"


"Oh tidak lalu yang berada di lantai sepuluh itu siapa" tanya Dokter Ari

__ADS_1


"Bukan siapa siapa dan jangan pernah macem macem berniat masuk kesini inget itu" ancam Arlla


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2