Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 21


__ADS_3

Setelah mak lampir itu pergi aku berbicara dengan Gio berdua di taman belakang


"Kenapa" tanya Gio


"Aku mau pengurusan surat rumah ini biar di urus sama notaris keluarga ku aja biar cepet" ucapku


"Yaudah terserah kamu" ucap Gio


Gio akhirnya kembali ke rumah yang dulu bersama Lela


Dan aku disini sendirian


Ah bodo amat perduli apa aku


Aku melangkah menuju dapur dan ternyata disana Misa, Ila, Ani sedang masak dan sudah selesai


"Gimana nya" tanya Ani


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum pada Ani sebagai tanda jawaban


"Mending tutup pintu aja nya kalau ada si medusa itu" ucap Misa


"Bener tuh" ucap Ila


Aku hanya terkekeh pelan


Aku melangkah menuju kamar pribadiku untuk mandi dan sholat


Aku berdoa pada yang maha kuasa agar diberikan ketabahan dan kesabaran untuk menghadapi ini semua


Setelah sholat aku turun untuk makan malam dan disana sudah ada semua pekerja rumah ini sesuai perintahku


Aku meminta setiap makan aku ingin di temani oleh mereka


Selesai makan aku masuk ke dalam ruang kerjaku dan fokus dengan laptop di hadapanku

__ADS_1


Perusahaan baru yang ku bangun membutuhkan perhatian khusus dariku


Tok... tok... tok..


"Masuk" ucapku


"Maaf nya ganggu" ucap Misa sambil meletakkan secangkir kopi latte di meja


"Terima kasih" ucapku


Misa kemudian berlalu pergi meninggalkan ku sendiri


Aku mengecek semua perkembangan perusahaan ku namun perusahaan itu berkembang bahkan sangat pesat dari dugaanku


"Secepat ini?" gumamku


Aku tidak terlalu ambil pusing kemudian mataku menatap setumpuk berkas yang menggunung untuk ku tanda tangani


"Huftt banyak juga" ucapku


Detik demi detik berganti menit kemudian berganti jam. Tak terasa sudah dua jam aku berada di dalam ruang kerjaku


Setelah selesai aku mengambil ponselku yang bergetar karena sebuah panggilan masuk


"Iya ada apa" tanyaku


"..."


"Iya aku mau kamu urus secepatnya surat rumah ini berapapun biayanya aku bayar" ucapku


"Ok"


Panggilan terputus dan aku beranjak dari dudukku dan berjalan menuju kamar untuk istirahat


Keesokan harinya aku terbangun dengan wajah segar

__ADS_1


Aku bersiap untuk pergi ke kampus untuk kembali kuliah


Aku merindukan Irene dan ternyata sudah beberapa minggu kami tak bertemu dan hanya kemarin kami bertemu kembali


Aku sudah rapi dengan pakaian ku dan tanganku sudah ada beberapa buku


Kakiku melangkah keluar dari kamar dan menapaki anak tangga untuk ke lantai dasar


"Pagi semua" sapaku


"Pagi juga non" ucap Ratih


"Sarapan non" tanya Sie


"Iya laper" ucapku


Akhirnya kami semua makan pagi bersama di meja makan dengan penuh canda tawa


Selesai sarapan aku berangkat ke kampus dengan menggunakan mobilku sendiri


Saat di dalam mobil aku melirik ke halaman rumah Lela


Tampak Lela sedang mengantar Gio untuk berangkat bekerja


Aku hanya memutar bola mata malas kemudian menjalankan mobilku keluar dari halaman rumah


Beberapa menit kemudian aku sampai di kampus dan sudah di sambut oleh Irene


"Pagi sahabat baikku" sambut Irene


"Pagi juga" jawabku sambil keluar dari dalam mobil


"Wajahnya ceria banget" goda Irene


"Terus? Aku harus murung gitu,,,, gak bakal" ucapku

__ADS_1


Entah,,, mungkin hatiku sudah menjadi batu hingga tak ada rasa sakit sedikit pun


__ADS_2