Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 32


__ADS_3

"Kenapa"


"Biarkan aku bertahan dengan seperti ini aku sudah berjanji pada Gio" ucapku


"Musnahkan janji itu bahkan sekarang dia bukan anak mama lagi" ucap Mama Rena


"Ma.. ini pilihan Arlla biarkan Arlla yang menjalani" ucapku


"Tapi.. "


"Aku akan pergi pada waktunya tapi bukan sekarang" ucapku


"Ok kami harap kamu segera berubah pikiran" ucap Papa Rendra


"Papa akan mengawasi kalian jika sampai kalian menyakiti Arlla maka akan ku bawa Arlla jauh dari mu Gio" ancam Papa Rendra


"Semua aset yang papa berikan padamu akan papa ambil semuanya" ucap Papa Rai


"Pa" ucap Gio tak terima


"Jangan semuanya bagaimana bisa aku menghidupi mereka" ucap Gio


"Ok kalau gitu setengah nya papa ambil" ucap Papa Rei


"Yaudah" ucap Gio pasrah


"Mmm mampir ke rumahku aja yuk" ajakku agar suasana mencair


"Dimana,,,, ini rumah kamu" ucap Mama Rena


"Rumah ini memang atas namaku tapi aku sudah tidak tinggal disini" ucapku


"Lalu kau tinggal dimana" tanya Mama Sandra


"Rumah sebelah" ucapku


"Yaudah ayo" ajakku


Akhirnya mereka semua keluar dari ruang tamu rumah ini dan melangkah menuju rumah ku yang ada di sebelah


Aku mendekati Lela yang masih duduk di sofa dan masih dengan air mata palsunya

__ADS_1


"Sekarang semuanya udah kebongkar jadi gak perlu yang ada di tutup tutupin" ucap Lela sambil berdiri dan mengusap air matanya dengan kasar


"Lalu" tanya Gio


"Aku mau di akui di depan rekan maupun dunia" ucap Lela


Aku berdecih mendengarnya


"Kau akan di akui di masyarakat, rekan kerja maupun teman ku namun di mata dunia hanya Arlla istri sah ku " ucap Gio


"Bagaimana bisa begitu" bentak Lela


Heh!! Aku lelah dan aku memutuskan untuk pergi membiarkan mereka berdebat dan aku


tak peduli


"Mau kemana kau" ucap Lela dengan lantang


"Pergi" ucapku santai


"Ceraikan Arlla dan akui aku sebagai istri satu satunya" ucap Lela dengan nada tinggi


Aku terperanjat dengan apa yang di katakan oleh Lela


"Kau sekarang sudah tidak dianggap anak oleh mama dan papa mu semua itu karena DIA lalu mengapa masih kau pertahankan" ucap Lela


Bukankah itu karena dia sendiri? Lalu mmengapa menyalahkan diriku


Ingin rasanya ku membela diri ku namun bukan saatnya


Gio tampak berpikir sejenak kemudian menatapku sinis


Aku sudah menebak apa yang akan ia katakan melihat dari tatapan matanya


"Benar juga aku akan urus perceraian ku dengan dia" ucap Gio


Pyarrr....


Mungkin ini jawaban dari permintaan kedua orang tuanya yang memintanya bercerai


Tapi Apakah secepat itu ?

__ADS_1


Hanya satu bulan beberapa hari dan semuanya sudah berakhir?


Aku menahan air mataku yang hendak luruh


Tidak!! Aku TIDAK boleh menangis di hadapan mereka


"Ok ka.. "


"Tapi tidak sekarang" ucap Gio menyela ku


"Maksudmu" tanyaku


"Aku akan menceraikan mu tapi bukan sekarang"


"Lalu kapan" bentak Lela


"Tiga bulan lagi" ucap Gio singkat lalu berlalu begitu saja


Aku hanya diam bingung dengan ucapan Gio barusan


"Baguslah tiga bulan lagi Arlla akan bebas dari Gio" ucap Mama Sandra sambil masuk ke dalam membuat Gio menghentikan langkah kakinya


"Ma-ma" ucapku terbata


"Iya bagus kalau kamu mau menceraikan anak saya kalau bisa secepatnya atau kalau mau saya sewa pengacara agar cepat selesai" ucap mama Sandra


"Ma.. " panggil Gio sambil mendekat


"Tetap disana saya jijik sama kamu" bentak Mama Sandra


"Jangan panggil saya mama lagi mulai detik ini bahkan untuk selamanya kamu tidak akan pernah menjadi anak maupun menantu keluarga Denata" ucap Mama lantang kemudian menarik tubuhku keluar dari rumah menyesakkan itu


Dan saat diluar ternyata ada Mama Rena, Papa Rai dan Papa Rendra


"Maafin tante gak bisa jaga dan didik anak tante sampai sampai dia berbuat seperti ini" ucap Mama Rena


"Mama" ucapku


"Mama juga mamaku apapun yang terjadi aku adalah anak mama" ucapku dengan tersenyum padahal hatiku terasa sakit dan sesak


Mungkin jika Tika ada disini juga maka dia menyetujui hal ini dan berada di barisan terdepan

__ADS_1


Perceraian ku dengan Gio seolah menjadi mimpi dam cita citanya


"Makasih sayang kamu adalah anak mama" ucap Mama Rena sambil memelukku dengan erat


__ADS_2