Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 176


__ADS_3

Pukul empat pagi Lichyia mengerjap perlahan matanya sedikit terbuka untuk menyesuaikan cahaya yang ada di kamar itu meskipun hanya sebatas lampu tidur


Lichyia bangun dari tidurnya sambil memegang pelipis nya karena merasa sedikit pusing. Menatap sekeliling Lichyia merasa aneh karena kamar itu bukan kamar nya di rumah Wijaya ataupun di rumah Arel


Menoleh ke samping Lichyia mengernyit saat melihat Arel masih tertidur pulas di bawah selimut. Tangan Lichyia bergerak menyentuh rambut milik suaminya rasa bahagia dan haru menyelimuti hati wanita cantik itu namun perlahan senyum nya pudar saat mengingat saat Arel hendak mencium kening wanita itu


"Aku harap kedepannya akan berubah menjadi lebih baik lagi dari pada sekarang" lirih Lichyia


"Kenapa Rel kenapa harus ada orang ketiga di antara kita padahal pernikahan kita saja baru beberapa hari dan semudah itu kamu beralih pada wanita lain aku tau... bahkan aku sangat tau kalau kamu memang gak cinta sama aku saat kita menikah tapi aku berharap cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu" gumam Lichyia dan tanpa sadar air matanya mengalir dan menetes tepat di pelipis laki laki yang masih memejamkan matanya itu


Lichyia mengusap kasar air matanya lalu menyalakan lampu utama dan beranjak turun dari kasur. Ini pertama kalinya Lichyia dan Arel tidur satu ranjang setelah beberapa hari pernikahan. Wanita itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi lalu sholat


"Maaf... maafin aku" ucap Arel sambil bangun dari tidurnya dan mengusap lelehan air mata yang mengenai pelipis nya


Semua ucapan Lichyia terdengar jelas oleh Arel karena pria itu sudah bangun terlebih dahulu sebelum Lichyia dan diam diam memperhatikan wajah istrinya saat tertidur namun ketika melihat pergerakan dari wanita itu membuat Arel seketika berpura pura masih tidur


"Astagfirullah kenapa jadi gini sekarang aku terjebak antara dua wanita.... "

__ADS_1


"Antara Istri dan Kekasih lalu aku harus pilih siapa di sisi lain aku merasa bersalah sama Lichyia dan sisi lain aku cinta sama Kinara" gumam Arel frustasi


Arel menyenderkan kepala nya di headboard. Berharap rasa pusing di kepalanya sedikit mereda


Menunggu beberapa menit tampak pintu kamar mandi terbuka lebar. Lichyia dengan baju handuk yang melekat di tubuhnya keluar dari kamar mandi itu


"Udah bangun?" tanya Arel dengan senyum tipis dan di balas anggukan kepala oleh Lichyia


"Aku mau ke kamar aku dulu" ucap Lichyia


"Kenapa? Ini kamar kamu juga" tanya Arel heran


Jleb


Seperti di tusuk pisau hati nya berdenyut nyeri saat mendengar ucapan sinis istrinya itu


Lichyia berjalan santai menuju pintu namun langkahnya terhenti saat melihat satu bingkai foto yang terpajang di dinding kamar suaminya

__ADS_1


"Cantik juga dia" ucap Lichyia membuat Arel yang semula menatap ke arah samping langsung menatap Lichyia. Mata Arel membola seketika saat melihat foto Kinara yang sedang di lihat oleh Lichyia


Arel bodoh batin Arel mengatai dirinya sendiri


Lichyia menghela nafas nya kasar dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dengan langkah kaki pelan Lichyia berjalan menuju ranjang dan duduk di tepi kasur


"Siapa namanya" Lichyia berusaha sekuat tenaga melontarkan pertanyaan itu padahal hati nya berdenyut sakit dengan pertanyaan itu


Arel menatap tak percaya pada wanita di depannya yang kini menatap luka pada dirinya. Sekuat itu Lichyia,,, terbuat dari apa hati wanita itu hingga setangguh itu untuk mempertanyakan nama selingkuh suami nya sendiri padahal akan ada seribu luka yang secara bersamaan menyerang hati nya


"Namanya... K... kk... kinara" Dengan ragu ragu Arel mengucap nama itu. Mungkin nama itu akan menjadi nama penyebab luka terhebat bagi Lichyia


Lichyia tersenyum tipis dan beranjak berdiri. Kepala wanita itu menunduk beberapa saat menahan sesak luar biasa di dada nya laku mendongakkan kepalanya menatap langit langit kamar


Air matanya keluar tanpa di perintah. Dengan kasar dan cepat Lichyia menghapusnya sebelum Arel tau lalu berjalan pergi. Namun Arel tau jika Lichyia sedang menahan tangis nya bahkan kini rasa sesal semakin membesar


"Arel bodoh!! bodoh!! bodoh!!" teriak Arel sambil menarik rambutnya sendiri dengan kasar

__ADS_1


Arel bersandar pasrah pada sandaran tempat tidur. Kini dia tidak tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Saat ini dia pantas mendapat caci maki tamparan bahkan hinaan sekalipun dari Lichyia dan dia rela mendapat itu semua asalkan bisa menebus kesalahan nya


Kesalahan yang tak bisa di hilangkan karena cinta yang membelenggu hati nya. Cinta pertama nya pada Kinara, sosok wanita yang dia anggap tangguh dengan kehidupan nya yang cukup sulit setelah meninggal nya Gio


__ADS_2