Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 102


__ADS_3

Mobil Arlla berhenti di lampu merah kala lampu masih berwarna merah


Selang beberapa detik mobil lain berhenti tepat di samping mobil Arlla


"Dimana kamu sayang" ucap Alendra dari dalam mobil sambil menoleh ke kanan dan kiri namun tak menemukan siapapun karena Arlla menggunakan mobil lain


Sudah satu bulan Alendra makan dan tidur tidak teratur bahkan penampilan nya tidak pernah dia perhatikan


Kedua orang tua Arlla yang baru beberapa hari ini tau jika Arlla tak ada di rumah langsung panik namun Arlla sudah menenangkan mereka jika dia baik baik saja membuat mereka tak lagi khawatir


Setengah menit berada di lampu merah kemudian lampu berganti menjadi hijau. Arlla melajukan mobilnya belok ke arah kanan berbeda dengan Alendra yang ke kiri


"Aaakkkk dimana sih kamu" ucap Alendra sambil menangis


Dia benar benar menyesal telah mempercayai Anel dan beberapa hari yang lalu dia memeriksa CCTV dan benar apa yang di katakan Arlla


Anel hanya berbohong dan memfitnah Arlla kenapa dia harus percaya


Satu bulan penuh dia menghabiskan waktu di jalanan untuk mencari keberadaan istrinya


Bahkan seluruh anak buah nya sudah dia perintahkan untuk ikut mencari namun masih tak ada hasil hingga sampai sekarang

__ADS_1


Anak buah Areksa dan juga Celina pun ikut dalam pencarian Arlla namun hasil masih sama


"Dimana kamu bersembunyi" teriak Alendra sambil memukul setir nya dengan keras


Bahkan dia sangat merutuki dirinya sendiri karena sudah mengusir istrinya sendiri


Apalagi dalam kondisi hamil Arlla pergi darinya dan dia tidak tau bagaimana perkembangan anaknya


Berulang kali dia meminta bantuan pada Aheksa, Angga dan Ario untuk membujuk istri mereka untuk membuka mulut dimana Arlla berada namun jawaban selalu sama


"Jika pun kau tahu kamu gak akan bisa masuk bukan orang sembarangan yang bisa masuk ke sana penjagaan sangat ketat bisa bisa kau mati jika memaksa masuk" hanya jawaban itu yang selalu di terima entah itu dari Irene, Tari maupun Dhira


Ketiga wanita itu selalu menutup rapat rapat di mana keberadaan Arlla


Seolah hilang di telan bumi Arlla pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun


Dia lupa siapa Arlla siapa sebenarnya istrinya itu


Seluruh kota sudah dia susuri namun tak ada hasil sedikit pun bahkan tanda tanda keberadaan Arlla tak ada


Pencarian sampai di lakukan ke luar kota dan luar negeri namun hasil hanya nihil dan kekecewaan selalu dia dapat terkadang emosi nya selalu dia luapkan pada anak buahnya yang tak bersalah

__ADS_1


Alendra menepikan mobilnya di pinggir jalan dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi


Semalaman dia tidak tidur dan masih berkutat dengan mobil nya dan mengelilingi seluruh kota karena tak percaya dengan anak buahnya


"Dimana kamu" lirih Alendra


"Andai waktu bisa di putar lagi aku gak akan melakukan kesalahan seperti itu" ucap Alendra sambil menutup matanya dengan tangannya


Dia menangis rasa penyesalan menguasai dirinya saat ini apalagi Arlla belum kembali juga


"Bagaimana kabar kamu? Apa baik di luar sana lalu bagaimana dengan kondisi anak kita" ucap Alendra penuh penyesalan dan rasa sesak di dada menyerangnya


"Aku terlalu bodoh sampai sampai percaya pada Anel waktu itu"


"Aku bodoh!! bodoh!! bodoh!!" teriak Alendra


**Penyesalan ada di akhir bukan di awal jika di awal itu bukan penyesalan tapi pendaftaran


Bagi semuanya pertimbangkan terlebih dahulu apa yang hendak kalian putuskan karena waktu tak bisa kembali lagi


Jangan sampai ada penyesalan karena sebuah kesalahan dan merusak semuanya

__ADS_1


Like, komen n vote ya**


__ADS_2