
Aku menyetir mobil dan menuju ke sebuah masjid untuk istirahat sejenak
Karena beberapa menit lagi azan akan segera di kumandangkan
Aku, Dira, dan juga Irene mengganti pakaian kerja kami dengan pakaian yang memang selalu kami bawa kemana mana untuk sholat
Setelah mengganti pakaian kami bertiga berwudhu dan benar setelah kami selesai wudhu azan di kumandangkan
Kami mengambil mukenah yang ada di dalam lemari di sudut ruangan masjid itu dan memakainya
Menunggu sejenak sampai azan selesai sambil berzikir
Tampak beberapa warga mulai berdatangan untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah
Bahkan ada beberapa ibu ibu yang menyapa kami dengan senyuman dan ku balas dengan senyuman pula
Kami berdiri dan bersiap siap karena sholat akan segera di mulai
"Allahu Akbar"
Beberapa menit kemudian sholat telah selesai
"Assalamualaikum warroh matullah"
Setelah salam kami bertiga berjabat tangan dengan beberapa ibu ibu meskipun tidak saling mengenal namun kami berusaha seramah mungkin
Setelah sholat aku memanjatkan doa pada sang maha kuasa berharap untuk di kabulkan
Berharap rumah tangga yang sedang ku jalani dengan poligami itu akan membaik meskipun kecil kemungkinan
__ADS_1
Namun aku tak putus asa bukankah tidak ada yang tidak mungkin jika semua itu atas ijin Allah SWT
Aku berharap kedepannya akan semakin baik dan lebih baik lagi
Selesai sholat kami melipat mukenah dan mengembalikannya ke tempat semula
"Habis ini mau kemana" tanya Dira
"Makan dulu yuk di seberang sana ada restaurant" ucapku
"Yaudah ayo" ucap Irene semangat
"Eh kalian duluan nanti aku nyusul" ucapku
"Kamu mau kemana" tanya Irene
Mereka berdua berjalan ke restaurant terlebih dahulu
Sedangkan aku menghampiri seorang pengemis yang keadaannya sangat memprihatinkan
"Nek" panggilku
"Ini ada sedikit rezeqi buat nenek ambil ya" ucapku dengan nada lembut sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah padanya
"Makasih nak makasih" ucapnya penuh haru
Dan aku yang melihatnya terenyuh sampai mengeluarkan air mata namun segera ku hapus
Di luar sana banyak yang mengeluh kesulitan padahal ada yang lebih sulit dari mereka,, sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bekerja dan hanya bergantung dengan belas kasihan orang
__ADS_1
"Makasih banyak neng" ucapnya
"Sama sama" ucapku sambil tersenyum manis
"Semoga neng di berikan rezeqi yang lebih besar dari ini dan semoga neng selalu di berikan yang terbaik dalam hidup neng" ucap nya
"Makasih nek atas doanya" ucapku tulus
Akhirnya aku meninggalkan nenek itu dan menyusul Irene dan Dira yang sudah lebih dulu ke restaurant
Mataku mencari keberadaan mereka yang ternyata duduk di bagian pojok belakang yang dekat dengan kaca
Aku berjalan menghampiri mereka namun ternyata aku menabrak seorang wanita
"Maaf maaf saya gak sengaja" ucapku tanpa memandang wajah wanita itu
Aku mendengar suara langkah kaki yang ku duga itu adalah Irene dan Dira
Aku menunduk sambil membersihkan makanan yang terjatuh akibat tabrakan tadi
Minuman yang dia bawa juga tumpah membasahi lantai
"Arlla" ucap wanita itu membuatku yang masih menunduk sambil membersihkan makanan yang berhamburan mengernyit bingung
Aku perlahan mendongak dan menatap wajah wanita yang ku tabrak tadi
Dan seketika aku terkejut dan tak percaya siapa yang ada di hadapanku ini
Begitu pula ekspresi wajah Irene dan Dira yang melihat wajah wanita itu
__ADS_1