Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 24


__ADS_3

Aku menyetir mobil dan menuju ke sebuah masjid untuk istirahat sejenak


Karena beberapa menit lagi azan akan segera di kumandangkan


Aku, Dira, dan juga Irene mengganti pakaian kerja kami dengan pakaian yang memang selalu kami bawa kemana mana untuk sholat


Setelah mengganti pakaian kami bertiga berwudhu dan benar setelah kami selesai wudhu azan di kumandangkan


Kami mengambil mukenah yang ada di dalam lemari di sudut ruangan masjid itu dan memakainya


Menunggu sejenak sampai azan selesai sambil berzikir


Tampak beberapa warga mulai berdatangan untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah


Bahkan ada beberapa ibu ibu yang menyapa kami dengan senyuman dan ku balas dengan senyuman pula


Kami berdiri dan bersiap siap karena sholat akan segera di mulai


"Allahu Akbar"


Beberapa menit kemudian sholat telah selesai


"Assalamualaikum warroh matullah"


Setelah salam kami bertiga berjabat tangan dengan beberapa ibu ibu meskipun tidak saling mengenal namun kami berusaha seramah mungkin


Setelah sholat aku memanjatkan doa pada sang maha kuasa berharap untuk di kabulkan


Berharap rumah tangga yang sedang ku jalani dengan poligami itu akan membaik meskipun kecil kemungkinan

__ADS_1


Namun aku tak putus asa bukankah tidak ada yang tidak mungkin jika semua itu atas ijin Allah SWT


Aku berharap kedepannya akan semakin baik dan lebih baik lagi


Selesai sholat kami melipat mukenah dan mengembalikannya ke tempat semula


"Habis ini mau kemana" tanya Dira


"Makan dulu yuk di seberang sana ada restaurant" ucapku


"Yaudah ayo" ucap Irene semangat


"Eh kalian duluan nanti aku nyusul" ucapku


"Kamu mau kemana" tanya Irene


Mereka berdua berjalan ke restaurant terlebih dahulu


Sedangkan aku menghampiri seorang pengemis yang keadaannya sangat memprihatinkan


"Nek" panggilku


"Ini ada sedikit rezeqi buat nenek ambil ya" ucapku dengan nada lembut sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah padanya


"Makasih nak makasih" ucapnya penuh haru


Dan aku yang melihatnya terenyuh sampai mengeluarkan air mata namun segera ku hapus


Di luar sana banyak yang mengeluh kesulitan padahal ada yang lebih sulit dari mereka,, sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bekerja dan hanya bergantung dengan belas kasihan orang

__ADS_1


"Makasih banyak neng" ucapnya


"Sama sama" ucapku sambil tersenyum manis


"Semoga neng di berikan rezeqi yang lebih besar dari ini dan semoga neng selalu di berikan yang terbaik dalam hidup neng" ucap nya


"Makasih nek atas doanya" ucapku tulus


Akhirnya aku meninggalkan nenek itu dan menyusul Irene dan Dira yang sudah lebih dulu ke restaurant


Mataku mencari keberadaan mereka yang ternyata duduk di bagian pojok belakang yang dekat dengan kaca


Aku berjalan menghampiri mereka namun ternyata aku menabrak seorang wanita


"Maaf maaf saya gak sengaja" ucapku tanpa memandang wajah wanita itu


Aku mendengar suara langkah kaki yang ku duga itu adalah Irene dan Dira


Aku menunduk sambil membersihkan makanan yang terjatuh akibat tabrakan tadi


Minuman yang dia bawa juga tumpah membasahi lantai


"Arlla" ucap wanita itu membuatku yang masih menunduk sambil membersihkan makanan yang berhamburan mengernyit bingung


Aku perlahan mendongak dan menatap wajah wanita yang ku tabrak tadi


Dan seketika aku terkejut dan tak percaya siapa yang ada di hadapanku ini


Begitu pula ekspresi wajah Irene dan Dira yang melihat wajah wanita itu

__ADS_1


__ADS_2