
Setelah meeting selesai kini lanjut bertemu klien di salah satu restaurant
Menghabiskan waktu dua jam baru selesai dan di lanjut dengan sholat baru kemudian makan siang
"Itu Irene bukan sama Tari" lirihku
Aku berdiri dan mendekati mereka berdua dan ternyata iya
"Ren Tar" panggilku
"Arlla,,, udah selesai?" tanya Irene
"Udah barusan" ucapku sambil duduk di salah satu bangku dan disusul oleh Keenan duduk di sampingku
"Kalian udah selesai" tanyaku balik
"Udah,, barusan aja selesai hadeehhh capek banget" keluh Irene
"Gak usah ngeluh kerja harus ikhlas" ucap Keenan
"Iya iya" gerutu Irene
Seorang pelayan datang dan tak lama kemudian kembali lagi setelah mencatat pesanan kami ber empat
"Lu tau gak tadi ketemu klien ribet banget" ucap Tari
"Kenapa" tanyaku
"Masa iya aku mau balik di halangi di cegah cegah kan ya bete banget" ucap Tari
"Udah tua juga masih genit" gerutu Tari dan di sambut gelak tawa Irene
"Mana gitu waktu ketemu sama klien lainnya mepet lagi,, iya kalau jalanan gak macet" ucap Tari
"Terus,, telat" tanyaku
"Untung aja enggak hampir aja telat" ucap Tari
__ADS_1
"Sabar" ucap Irene sambil menahan tawanya
"Gak usah ketawa" ketus Tari
Lima menit kemudian pesanan kami datang dan kami menyantap makanan itu dengan lahap
"Laper banget girls apa rakus" sindir Keenan yang melihat kami bertiga makan dengan cepat
"Diem!! Kita gak punya banyak waktu" ucap Irene masih dengan makan
Keenan langsung terdiam dan makan dengan perlahan masih dengan melihat ke arah kami bertiga yang makan dengan lahap
Mereka kelaparan banget batin Keenan
"Uhukkk" Tari tersedak dan dengan segera aku memberikan segelas air minum
Weeehhh di rasanin langsung keselek batin Keenan dan pura pura acuh
Setelah menghabiskan makanan kami lanjut ke tugas masing masing
"Whatt!!" pekikku
"Kenapa" tanya Irene panik
"Gue lupa mau nemuin papa" ucapku
"Emang papa lo ada disini" tanya Tari
"Iya tadi udah janjian mau ketemuan eh gue ya lupa" ucapku lalu menghubungi papa melalui sambungan telepon
"Hallo pa"
"Hallo kenapa sayang" tanya Papa
"Maaf pa aku lupa mau nemuin papa ke Denata Group soalnya tadi sibuk banget" ucapku
"Kamu tuh dasar pelupa" ucap papa
__ADS_1
"Papa nungguin" tanyaku
"Enggak" ucap papa
"Lah.. "
"Soalnya papa juga lupa" ucap papa enteng
"Papa juga lupa gitu nyalahin aku doang gak adil" gerutuku
"Ya tetep aja kamu yang salah" ucap papa
"Kok gitu" protes ku
"Iyalah kamu yang muda jadi yang salah kalau udah tua mah gak pernah salah" ucap papa
"Tau ah" ucapku lalu mematikan sambungan telepon
"Gimana" tanya Irene
"Papa gue juga lupa" ucapku lalu meletakkan Handphone di atas meja dengan kasar
Aku mulai fokus kembali pada laptop yang ada di atas pangkuanku. Kami bertiga saat ini duduk di sofa ruang tamu dengan laptop di hadapan kami masing masing dan setumpuk berkas berada di atas meja yang menunggu untuk kami selesaikan
Tengah malam kami baru selesai dengan semua urusan berkas berkas itu dan kami bahkan melewatkan jam makan malam
"Gue laper" ucap Irene dengan lesu
"Sama" ucap Tari menimpali
"Tapi kan ini udah malem" ucapku
"Ya gimana perut kita laper" ucap Tari
"Yaudah yuk turun ke bawah" ajakku
Tari dan Irene bersemangat dan membereskan semua dokumen agar tak berserakan di atas meja
__ADS_1