
Arlla pergi menuju rumah tempat persembunyian Cleo, Kaysa dan Satya
Saat sampai mereka masih harus menembus 10 gerbang yang terbuat dari besi terbuka satu persatu
Setelah Arlla dan pasukannya masuk gerbang mulai tertutup satu per satu secara urut
Brak
Arlla langsung turun dan masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di lantai 10 rumah itu
Malam semakin larut gara gara kejadian tadi yang memakan waktu tiga jam di tambah hadangan dari geng Anel selama dua jam belum lagi perjalanan tiga jam untuk sampai
Pukul satu malam membuat Irene, Tari, dan Dhira tinggal di rumah tersebut bersama Arlla selama satu malam
Mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka yang sangat lelah setelah seharian ini bekerja kemudian dengan kejadian penculikan Arlla
Huh!!
Di kamar Arlla berbaring dan langsung terlelap ke alam mimpi karena terlalu lelah
Sedangkan Satya dan Cleo mengatur sistem keamanan agar hal hal yang tidak diinginkan terjadi
Keesokan harinya para penghuni masih belum juga membuka matanya meski matahari sudah naik
Pukul dua belas siang semuanya baru terbangun dan makan bersama entah itu sarapan atau makan siang
"Kau akan kembali ke kota atau akan disini?" tanya Irene
"Pekerjaan di Amsterdam biar aku yang kerjakan" ucap Arlla
"Kau yakin akan ke Belanda? Apa kandunganmu sudah bisa di ajak menempuh perjalanan udara" ucap Tari
"Jangan dulu Ra takutnya bahaya buat kandungan kamu" ucap Keysa
"Biar gue aja kalian semua kan lagi hamil" ucap Keysa
__ADS_1
"Kau yakin" tanya Arlla
"Yakin kalian percaya aja sama gue kalian balik aja ke kota" ucap Keysa
"Hmm bener tuh" ucap Satya
"Mereka aja yang balik aku masih males" ucap Arlla sambil makan
"La" ucap Irene
"Ren pleasee"
"Gue paham tapi setidaknya lo kembali ke kota perusahaan butuh lo" ucap Tari
"Gue akan tetep mantau perusahaan tapi tidak ke perusahaan itu Alendra pasti mudah nemuin gue" ucap Arlla
"Yaudah apapun yang lo putusin gue selalu dukung lo" ucap Dhira
"Kita balik dulu" ucap Irene
Mereka bertiga pergi dari rumah sepuluh lantai itu dengan menggunakan mobil masing masing
Tiga jam perjalanan akhirnya mereka mulai memasuki area perumahan Asyila milik Arlla
"Assalamualaikum" ucap Irene saat memasuki rumah
"Nyonya anda sudah di tunggu di ruang kerja sama tuan Aheksa" ucap salah satu pelayan
"Oh ya" Irene berjalan menuju ruang kerja suaminya
Tok.. tok.. tok..
"Assalamualaikum" ucap Irene
"Masuk sayang" ucap Aheksa
__ADS_1
Irene langsung masuk dan duduk di pangkuan suaminya
"Semalam kemana kenapa gak ngabarin" ucap Aheksa sambil merapikan anak rambut. Irene yang sedikit berantakan
"Maaf aku lupa semalem aku tidur di rumah Arlla" ucap Irene
"Aku gak nyangka mommy nya si adek hebat" ucap Aheksa
"Maksudnya" tanya Irene
Aheksa memegang telapak tangan Irene
"Tangan ini mampu mengangkat senjata untuk membela yang benar" ucap Aheksa
"Kamu tau semuanya" tanya Irene tak percaya
"Iya kemarin aku meeting sama Angga dan Ario tiba tiba anak buah Ario ngabarin kalau kalian dalam bahaya" ucap Aheksa
"Terus kita liat dari i pad yang udah tersambung dengan kamera drone"
"Berarti kau tau semuanya? Dan kau tau dimana kami tinggal semalam" tanya Irene
"Aku tau semuanya tapi kalau kalian semalam tinggal dimana aku gak tau karena tiba tiba drone nya di tembak oleh seseorang" ucap Aheksa
"Oh syukur lah"
"Kenapa? Apa aku gak boleh tau" tanya Aheksa
"Sayang ada sesuatu yang boleh kamu ketahui dan tidak" ucap Irene
"Kami tinggal di rumah Arlla yang tersembunyi jadi hanya orang penting yang boleh mengetahui nya bahkan orang tua Arlla pun tak tau" ucap Irene
"Hmm yaudahlah"
**Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Maaf ya kalau beda dari novel novel lain dan gak sesuai dengan harapan kalian**