Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 18


__ADS_3

Hari ini hari pernikahan Lela dan saat ini diriku masih berada di dalam kamar dan berpatut pada cermin yang ada di meja rias ku


Bayangan diriku ada di dalam cermin tersebut dan setelah melihat aku tersenyum puas


Saat ini aku sudah menggunakan kebaya berwarna coklat dengan kain batik yang berwarna senada


Make up tipis yang sudah ku poleskan pada wajahku membuatku tersenyum puas akan hasil karyaki


Mungkin orang berkata aku gila karena menghadiri pernikahan suamiku sendiri dengan perasaan bahagia dan berpakaian seperti pergi ke pesta pernikahan teman


Dimana senyuman yang selalu mengembang dan tak pernah surut


Namun aku bukan gila tapi mati rasa semua rasa cinta yang ku miliki sudah layu dan hampir mati


Mungkin jika di sirami oleh air satu ember sekalipun tak akan pernah hidup lagi


Aku mengambil tas yang berwarna hitam yang ada di lemari kaca dan memakainya


Kakiku yang mengenakan high heels mulai melangkah menuruni anak tangga


"Nyonya yakin" tanya Misa dengan wajah prihatin membuatku tertawa


"Nyonya masih waras kan" tanya Ani


"Hushhh kamu tuh saya masih waras lah kalian mau ikut gak" tanyaku menawari


"Gak usah deh kayaknya nya mending saya bersih bersih" ucap Misa

__ADS_1


"Saya juga " ucap Ani sambil berlalu ke dapur


"Ini nona kayak bukan menghadiri pernikahan suaminya sendiri deh" ucap Ila


"Kenapa" tanyaku sambil melihat diriku sendiri


"Lebih cocok datang ke kondangan temen" ucap Sie sambil terkekeh


"Semangat ya non" ucap Ratih


"Makasih ya" ucapku tulus


"Yaudah saya duluan" ucapku kemudian berjalan ke arah luar dan pergi ke rumah sebelah


Disana akad akan segera di mulai lima menit lagi


"La... " ucap Gio memanggilku


"Apa" tanyaku


"A... " ucap Gio terputus kala melihat Lela sudah duduk di sampingnya


Dan akad pun dimulai,,, Gio dapat mengucapkan kata kata suci itu setelah dua kali salah menyebut nama yang seharusnya Lela menjadi namaku


Aku menghembuskan nafas kesal kini aku mengetahui jika ini semua jebakan Lela terlihat Gio tampak tak suka dengan pernikahan ini


Mahar yang di berikan Gio pada Lela hanyalah sejumlah uang yang sebesar lima puluh juta rupiah

__ADS_1


"Selamat!! semoga bahagia" ucapku dengan penuh penekanan


Tamu undangan hanya beberapa orang saja dan lebih banyak dari kerabat Lela


Jika dilihat lihat penampilan Lela masih terkalahkan dengan penampilan ku sekarang


"Makasih" ucap Gio


"Aku pulang dulu" ucapku kemudian berjalan ke arah luar


"Ngapain sih masih mau bertahan" ucap seorang wanita paruh baya yang mungkin itu ibu dari Lela


"Mending pisah aja lah enak" ucap nya lagi


Saat ini kami berada di teras depan sedangkan Gio masih berada di ruang keluarga


"Maaf saya buru buru mau pulang" ucapku kemudian hendak berjalan


Namun tanganku di pegang oleh seseorang dari belakang


"Kenapa? Sakit hati" tanyanya yang memancing emosiku


"Siap siap aja perhatian Gio bakal di rebut sama Lela putriku" ucapnya


Mataku menatap tangannya yang masih berada di lenganku kemudian aku tepis


"Bahkan jika hal itu terjadi aku tidak akan pernah PERDULI SEDIKIT PUN" ucapku dengan penuh penekanan pada bagian akhir

__ADS_1


"Permisi saya tidak punya waktu sedikit pun untuk meladeni anda" ucapku kemudian berjalan pergi


__ADS_2