
"Mau pesan apa" tanya Lela melayani Celina dan Alendra
"Mmm nasi goreng sama teh hangat aja" ucap Celina
"Kau mau makan apa" tanya Celina pada Alendra
"Aku masih kenyang" ucap Alendra.
"Itu aja"
Lela kemudian pergi ke arah dapur untuk memberikan pesanan pada chef
"Sayang kenapa kau yang melayani sendiri" ucap Gio
"Gak apa apa" ucap Lela
"Aku juga capek tau duduk mulu" ucap Lela
Brak
Pintu restaurant di buka dengan kasar dan beberapa preman masuk menghancurkan isi restaurant itu membuat pengunjung ketakutan dan berlari keluar
"Mas" teriak Lela memanggil Gio
Gio datang dengan panik melihat restaurant nya hancur
"Kita keluar aja yuk bahaya" ajak Alendra menarik Celina keluar dari restaurant itu
Akhirnya Alendra dan Celina keluar bersama pengunjung lain
Meninggalkan Lela dan Gio sendiri di dalam restaurant itu dengan ketakutan
__ADS_1
"Heh!! Kalian!! Kapan mau bayar utang nya" teriak salah satu preman
Tubuh Lela bergetar ketakutan sudah selama tiga bulan ini dia merasa terancam karena utang mamanya untuk membeli sebuah perhiasan
"Kami akan bayar tapi gak sekarang kami butuh waktu lagi" ucap Gio
"Waktu lagi waktu lagi kapan mau bayarnya" bentak preman itu
"Ok kalau lo gak bisa bayar sekarang gpp tapi istri lo jadi jaminan nya" ucap preman itu
"Bang jangan bang" teriak Gio kala Lela di ambil dan di tarik oleh preman itu
"Bang aku mohon bang" ucap Gio bersujud
"Gak ada alesan lagi lo bayar sekarang atau istri lo gue bawa" ucap preman itu mengancam
"Tapi kita lagi gak ada uang" ucap Gio
Bahkan penghasilan bulan ini masih sangat sedikit karena sebagian di ambil oleh Tika untuk kebutuhan sosialita nya
"Yaudah gue bawa istri lo kalau lo bisa bayar baru gue balikin" ucap preman itu sambil menarik Lela yang sedang hamil masuk ke dalam mobil dan membawanya menuju bos nya
-
-
-
"Ini bos istri nya" ucap preman itu
"Bagus jadikan dia pelayan dan suruh dia bersihkan seluruh rumah ini sendirian" perintah atasannya
__ADS_1
"Tapi saya sedang hamil dan rumah ini cukup besar" ucap Lela
"Lakukan dan jangan banyak protes" bentak atasan preman itu yang bernama Baron
Lela kembali di seret dan di bawa ke lantai satu
"Aku bisa jalan sendiri gak perlu di seret" ucap Lela
"Heh!! gak usah banyak protes" ucap preman itu dengan kembali menyeret Lela dan hampir saja perut Lela terbentur oleh pinggiran tangga
"Awww" ringis Lela karena merasa perutnya kembali kram
"Udah gak usah cari alesan!! Cepet kerjain semuanya" perintah preman itu sesuai petunjuk dari Baron
Lela mulai menyapu seluruh ruangan yang ada di lantai satu kemudian mengepel nya lalu cuci piring dan dilanjutkan dengan cuci baju serta menjemur dengan perut yang sakit
Setelah di rasa selesai semuanya dia duduk sejenak di sofa ruang tamu
"Eh enak aja duduk duduk bersihkan lantai ruangan atas" perintah preman itu dengan kasar
"Aku capek" keluh Lela
"Cepet!!" bentak preman itu
Dengan berjalan sempoyongan Lela naik ke lantai atas dan memulai pekerjaannya
Dia benar benar merasa sakit, sakit di perutnya dan sakit di hatinya karena di perlakukan secara kasar
Mungkin ini balasan yang dia terima karena telah berbuat seenak nya dengan Arlla
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1