Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 134


__ADS_3

Alendra mengajak Arlla menuju sebuah taman setelah menitipkan Arel pada pengasuhnya


"Sayang"


"Hmm iya kenapa"


Alendra menatap wajah istrinya dengan lekat


"Maaf"


"Untuk apa"


"Maaf tidak bisa menjadi suami yang baik untuk kamu..."


"Aku hanya menjadi sumber masalah buat kamu"


"Hustt kita akan jalani sama sama" ucap Arlla


"Dengan mu aku bahagia dan dengan mu pula aku merasakan apa itu arti bahagia di tengah bahaya melanda kita bisa saling menguatkan saling melindungi lalu apa lagi yang harus ku cari" ucap Arlla


"Makasih... makasih udah mau menerima aku" ucap Alendra sambil memeluk tubuh Arlla


"Sejauh mana aku melangkah disana ada dirimu pula yang selalu menjadi bayangan hidup ku aku harap kesalahan yang dulu menjadi pelajaran buat kita"


"Iya"


Mereka berpelukan dengan erat hingga tak lama kemudian suara bocah kecil memanggil nama kedua orang tua nya


"Mama papa" teriak Arel sambil berlari


"Awwwww huaaaaaa" Karena kurang hati hati, Arel terjatuh dan kaki nya terluka


"Pelan pelan sayang" ucap Arlla sambil membawa tubuh putra nya untuk duduk di bangku taman


"Huaaaa pa ma kaki ku bolong gak jadi ganteng" teriak bocah itu dengan menangis histeris


Arlla dan Alendra hanya menahan tawa mereka agar tidak meledak karena jika hal itu sampai terjadi maka tangis Arel bisa semakin menjadi jadi


"Yaudah masuk ya nanti kita obatin"


"Gamau nanti jadi jelek masa iya kaki orang ganteng di tembel tembel" protes Arel


"Nanti makin parah mau" tanya Arlla mengancam


"Enggak" ucap Arel sambil menggelengkan kepala


"Makanya nanti di obatin udah ayo masuk" ajak Arlla


Alendra menggendong putranya sambil memeluk pinggang istrinya masuk ke ruangan acara


-


-


-


"Papa belum pulang ya" tanya Arel


"Belum"


"Ma aku ke masjid dulu ya gantiin papa" ucap Arel pada Arlla

__ADS_1


"Hati hati inget jangan buat kegaduhan" ucap Arlla pada anaknya


"Siap mommy syantik" goda Arel membuat Arlla ingin menjitak anaknya


Arel berjalan santai menuju masjid dan di tengah jalan dia bertemu dengan teman teman nya


"Oy" panggil Arel sambil memukul salah satu temannya dengan sarung yang belum dia pakai


"Sakit" ringis temannya


"Aelah gitu aja sakit" ucap Arel dengan gaya seperti preman pasar


"Kalian mau sholat" tanya Arel


"Enggak mau ngamen" ketus temannya


"Ck" Arel berjalan mendahului dari teman se per geng an nya menuju masjid


Sesampai di dalam masjid Arel melihat barisan laki laki sudah penuh


"Minggir minggir orang ganteng mau lewat" ucap Arel dengan gaya sok cool nya dan menerobos barisan


"Anak siapa sih"


"Anak orang lah masa iya anak setan" ketus Arel


Arel dan teman temannya berada di barisan tengah tengah


Beberapa menit kemudian sholat akan segera di mulai


"Allahu Akbar" pimpin sang imam


Semua makmum mengikuti imam


"SEMUANYA!!" teriak Arel dengan mengangkat tanganhya


"Aamiin" ucap serempak dari semua makmum yang mengikuti sholat waktu itu


Setelah sholat telah selesai Arel berlari keluar dari masjid bersama teman temannya


Mencari sandalnya yang hilang membuat dia kebingungan


"Woy tau sandal gue gak" tanya Arel


"Ye meneketehek" ucap Dave temannya


"Lu tau apasih semuanya kagak tau bego lu" umpat Arel


Dave seketika melotot mendengar cacian dari Arel


Akhirnya Arel memakai sandal milik bapak bapak walaupun agak kebesaran dan membuat dia kesulitan berjalan


"Habis sunat dek" ucap salah satu remaja yang lewat di samping Arel dengan menahan tawa


Membuat Arel mendengus sebal dan melihat ke arah belakang terlihat seorang bapak bapak mencari sandalnya


Ya udah deh gue balikin aja sandalnya kesian


"Nih pak sandal bapak" ucap Arel


"Lah kenapa di ambil sandal saya" ucap bapak itu dengan sewot sambil memakai sandalnya

__ADS_1


"Lah di balikin gak mau terima kasih malah marah marah" ucap Arel


"Yang salah kan kamu kenapa ambil sandal saya" ucap bapak itu


"Yang salah itu bapak kenapa sandal di taruh disitu yaudah saya pake" ucap Arel


"Pak inget umur udah TUA jangan marah marah nanti bisa mati lo" ucal Arel menakut nakuti


Kemudian Arel pergi dari hadapan bapak itu dan menghampiri teman temannya


"Ayo ges" ucap Arel dan berjalan layaknya preman memimpin barisan


"Elpiji" teriak teman temannya kemudian tertawa


Arel mendengus kesal dan berjalan meninggalkan teman temannya dan pulang ke rumahnya


Sedangkan di dalam rumah Alendra tengah memeluk istrinya dari belakang yang sedang memasak


"Sayang"


"Hmm"


"Lepasin gerah tau"


"Gak mau"


"Papa Mama" teriak Arel


"Tuh ada Arel"


"Biarin"


"Di dapur sayang" ucap Arlla


Arel datang dengan wajah cemberut dan langsung duduk di kursi depan meja dapur


"Kenapa kok cemberut" tanya Alendra masih dengan memeluk istrinya


"Iya kenapa" tanya Arlla sambil memangku wajahnya dengan tangannya


"Kaki orang ganteng belepotan" ucap Arel dengan mengerucutkan bibirnya


"Lah sandal kamu kemana"


"Lagi jalan jalan butuh refreshing" ucap Arel ketus kemudian turun dari kursi


"Ma pa" panggil Arel dengan wajah datar


"Iya"


"Awas tuh ada kecoak" ucap Arel santai lalu pergi


"Mana" teriak Arlla dan dengan reflek memeluk tubuh suaminya


Alendra tersenyum licik dan langsung mengangkat tubuh istrinya


"Anak baik" gumam Alendra


"Ck"


Bahagia itu sederhana asal kita mau menerima apa adanya tanpa meminta yang lebih karena akan selalu merasa kurang dan kurang

__ADS_1


End


__ADS_2