
"Sekarang kalian beresin barang barang kalian sendiri atau aku yang beresin" ucap Arlla datar
"Biar kita sendiri aja" ucap Lela ketus
"Arlla kita minta maaf" ucap Gio
"Kalian kurang kerjaan ya sampe sampe mau bunuh orang hahahha" ucap Arlla dengan tertawa getir
Gio berlalu begitu saja masuk ke dalam kamarnya dan membantu istrinya untuk membereskan pakaiannya
Sedangkan Arlla hanya menunduk sedih karena di dalam hati kecilnya dia tak tega jika harus mengusir Gio dan Lela
Namun kejadian kemarin benar benar tak bisa di maafkan karena jika saja Alendra tak membantu Arlla mungkin saja dia sudah mati sekarang
Arlla berjalan pelan menuju sebuah lemari kaca yang pecah
Dia temukan sebuah foto yang bingkai nya sudah hancur berantakan
Foto pernikahan nya dengan Gio masih di simpan Gio walaupun secara tersembunyi
Arlla mengusap air matanya dengan kasar
Tidak!! Dia tidak boleh lemah!!
"Sudah" tanya Arlla dengan nada dingin
Gio dan Lela sudah berdiri dengan koper di tangan mereka
"Silahkan pergi secara baik baik" ucap Arlla
"Biarkan kami tinggak disini setidaknya sampai anak ini lahir" ucap Gio
Anak? Arlla berpikir kembali
__ADS_1
Bagaimana jika anak itu lahir dan mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang layak.
Anak itu tidak berdosa apakah harus ikut menanggung akibatnya
"Enggak" ucap Arlla kekeh
"Arlla ku mohon" ucap Gio
Arlla membuka tas nya dan mengambil sebuah kartu lalu memberikan nya pada Gio
"Pakai lah salah satu restaurant apartemen ku ada di pusat kota" ucap Arlla dingin
"Aku akan menjual rumah ini" ucap Arlla.
"Apakah kau sudah jatuh miskin sampai sampai menjual rumah ini" ucap Lela sinis
Dasar wanita tak tau balas budi
"Uangnya akan aku sumbangkan pada panti asuhan" ucap Arlla singkat lalu pergi begitu saja
Saat berada di kantor beberapa karyawan tampak terkejut, bingung dan takut akan kehadiran Arlla karena yang mereka tau jika Arlla sudah tiada
Ting
Arlla keluar dari dalam lift dan melihat dari kejauhan jika Irene dan Tari bekerja dengan tidak fokus bahkan pandangan mata mereka kosong dan wajah mereka tidak ada keceriaan
Begitu juga dengan Keysa salah satu sekretaris Arlla
"Bagaimana bisa perusahaan maju kalau kalian kayak gini" ucap Arlla menghampiri mereka
"A.. a.. Arlla?" ucap Irene tak menyangka
"Hah? Bagaimana bisa? Kemarin.. " ucap Tari bingung sendiri
__ADS_1
"Nona muda bukannya.. " ucap Keysa menggantung
"Hmm saya masih hidup untung saja ada yang menyelamatkan ku dan aku masih selamat" ucap Arlla menjelaskan
"Arlla" teriak Dhira
"Ini bener kamu apa setan" ucap Dhira antara bahagia dengan takut
"Bukan ini arwahnya doang mau nyamperin kalian" ucap Arlla dengan ketus
"Heheh gue seneng lu kalau selamat" ucap Dhira sambil memeluk Arlla begitu juga dengan Irene, Tari dan Keysa
"Alhamdulillah" ucap Arlla
"Udah ah gue engap" ucap Arlla
Pelukan singkat itu pun terlepas
"Kapan balik" tanya Keysa
"Kemarin" ucap Arlla
"Gitu ya gak ngabarin kita" ucap Irene pura pura marah
"Gue lupa" ucap Arlla
"Yahh lupa ma sahabat nya sendiri lu gak lupa ingatan kan" goda Dhira
"Enggak lah yakali" ucap Arlla.
"Dah ah kalian kerja sono jangan ngelamun bisa bisa bangkrut perusahaan gue" ucap Arlla.
"Siap bos" ucap keempat wanita itu dengan semangat
__ADS_1
**Update lagi nih kasih semangat dong
Jangan lupa like dan komen ya**