Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 84


__ADS_3

Lolos dari penjahat penjahat itu Arlla segera membantu Ila yang rela terluka demi dirinya


"Ila bangun ila" panggil Sie dengan wajah khawatir


"Gimana ini Sie" tanya Arlla tak kalah khawatir


Arlla kebingungan karena jalanan sangat sepi dan tak ada satupun kendaraan yang lewat sedangkan mobil nya tidak bisa di gunakan karena ban yang sudah pecah jika tidak maka mereka semua yang akan ikut celaka juga


Tiba tiba perutnya terasa keram dan sakit


"Nyonya kenapa" tanya Sie ikut khawatir


"Gak apa apa kamu disini dulu saya coba jalan kesana siapa tau ada yang bisa nolong kita" ucap Arlla dan berusaha berdiri sambil memegangi perutnya


"Biar saya aja nya" ucap Sie


"Jangan nanti jika ada yang bisa nolong kamu pergi aja sama Ila gak usah mikirin saya" pesan Arlla kemudian berjalan pelan dengan tertatih menyusuri jalan


Dengan perut yang semakin sakit namun dia berusaha menepisnya


Setelah berjalan sejauh 3 km namun tak ada orang sama sekali sedangkan kakinya sudah lelah berjalan


Arlla memegangi tembok untuk bersandar dan tubuhnya perlahan luruh ke bawah


"Dek kenapa" tanya seorang wanita sambil membantu Arlla


"Tolong saya pembantu saya celaka" ucap Arlla dengan terbata


"Dimana biar saya bantu" ucap wanita itu dengan membawa Arlla masuk ke dalam mobilnya


Perlahan wanita itu mengendarai mobilnya sesuai petunjuk yang di berikan oleh Arlla

__ADS_1


"Astaga" pekik wanita itu dan membantu Sie untuk membawa tubuh Ila yang berlumuran darah ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat


Dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai dan Ila saat ini sedang di tangani di IGD


Rasa keram di perut Arlla mulai mereda dan dia berusaha menghubungi orang rumah


"Hallo sayang kenapa" tanya Alendra


Arlla berhasil menghubungi suaminya setelah beberapa saat


"Kesini segera Mas" ucap Arlla


"Kemana? Kamu gak apa apa kan" tanya Alendra seketika panik


"Di Rumah Sakit X"


"Tunggu aku akan segera kesana" ucap Alendra kemudian menutup sambungan teleponnya


Saat menyetir tiba tiba mobil nya di serempet oleh seseorang hingga meninggalkan bekas


Namun Alendra tak peduli sekarang yang ada di otak nya hanya Arlla Arlla dan Arlla


"Ck kenapa macet sih" umpat Alendra


Alendra turun dari mobil nya dan meninggalkan nya begitu saja dan berjalan menuju rumah sakit yang berjarak tinggal 200 meter saja


Alendra yang hendak menanyakan keberadaan istrinya matanya menangkap tubuh Arlla yang sedang berjalan ke suatu arah


"Sayang" panggil Alendra


"Mas Alendra"

__ADS_1


"Siapa yang sakit kamu gak apa apa kan" tanya Alendra panik


"Enggak hanya perutku yang sakit" ucap Arlla


"Kita ke dokter aja"


"Udah katanya hal itu biasa kok"


"Terus siapa yang sakit" tanya Alendra sekali lagi


"Arlla! Alendra" panggil Mama Sandra dengan suara nyaring


"Huu huu huu" deru nafas Mama Sandra dan keluarga lain yang memburu seperti habis maraton


"Mama Kenapa" tanya Arlla panik


"Mama habis lari habis macet akhirnya kita tinggalin aja tuh mobil kita lari kesini karena khawatir sama kamu" ucap Mama Sandra


"Kamu gak apa apa kan" tanya Papa Rendra


"Aku gak apa apa tapi Ila kena luka tembak"


"Tembak?" tanya semuanya dengan terkejut


"Iya"


Arlla menceritakan semuanya dari awal sampai akhir


"Siapa yang berani ngelakuin hak itu" ucap Alendra geram


"Siapapun dia, dia gak akan bisa lolos dari kejaran papa" ucap Papa Rendra tak kalah geram

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2