Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 120


__ADS_3

"Eh ayam nya dimana" teriak Oma Alia


"Ya di situ cari aja" sahut Oma Diana


"Gak ada" ucap Oma Alia sambil berjalan menuju Oma Diana


"Nyari gitu aja gak bisa" ucap Oma Diana


"Ihh cari aja sendiri emang gak ada" sungut Oma Alia


"Nah kan mulai" ucap Tante Lia


"Hushh jangan cari masalah" ucap Tante Mita


"Dimana sih katanya si Ila tadi ada disini" gerutu Oma Diana


"Nih kulkas juga banyak banget"


"Nyalahin kulkas situ nyari aja yang gak becus" sindir Oma Alia


"Ck coba kamu panggil Ila kesini" perintah Oma Diana


"Lah kok nyuruh nyuruh kamu aja sana panggil Ila" ucap Oma Alia tak terima


"Enak aja kamu lah"


"Kamu lah"


"Eh eh ada apa ini kenapa berantem" ucap Mama Sandra yang baru saja datang


"Dia tuh" ucap Oma Diana dan Oma Alia sambil menujuk masing masing


Mama Sandra hanya menatap sekilas kemudian berlalu pergi


"Lah dasar anak gak ada akhlak" umpat Oma Diana


"Anak kamu" ucap Oma Alia

__ADS_1


"Ya iyalah anak gue bukan anak setan" sungut Oma Diana


Oma Alia hanya memalingkan muka dengan ketus


"Cepet gih panggil Ila" suruh Oma Diana


"Ck iya iya dia dimana" tanya Oma Alia


"Di dapur kotor" ucap Oma Diana


Oma Alia pergi dari dapur itu dan mencari dapur satunya yang tidak dia tau lokasi nya karena rumah ini sangat luas


"Hmm rumah kok yo gede ne ngene" ucap Oma Alia dengan berkacak pinggang. (Rumah kok ya besar nya gini)


"Oma Alia" panggil seseorang dari belakang membuat Oma Alia terkejut


"Heh kamu mau buat saya jantungan ya terus mati hah!" teriak Oma Alia dengan nyaring hingga menembus dinding dinding


"Maaf oma tapi oma kesini ngapain" tanya Sie


"Mau nyari Ila ayam nya ilang gak ada gatau di gondol siapa" sungut Oma Alia


"Kulkas yang mana?" tanya Oma Alia dengan ngotot


"Kulkas di dapur kotor oma" ucap Sie


"Jelas wae tak goleki sampe jungkir walik ora ketemu ne ngomong seng jelas" ucap Oma Alia dengan emosi (Jelas aja tak cari sampai jungkir balik gak ketemu kalau ngomong yang jelas)


"Hehe maaf oma bentar saya ambil dulu" ucap Sie sambil berjalan menuju dapur kotor


Oma Alia hanya diam mematung di tempatnya semula tanpa bergerak sedikit pun


"Kamu ngapain di situ" tanya Opa Dryan Arjaya


"Nungguin Sie ngambil ayam lama banget" gerutu Oma Alia


"Oh kirain jadi patung"

__ADS_1


"Ck"


Beberapa saat kemudian Sie datang dengan daging ayam di tangannya


"Ini oma" ucap Sie


"Lama banget" gerutu Oma Alia kemudian pergi


"Sabar sabar"


"Nih" Oma Alia menyodorkan daging ayam di tangannya pada Oma Diana


"TELAT!! Udah di anter sama Ila" ucap Oma Diana


"Ck" decak Oma Alia kemudian duduk di sebuah bangku yang letaknya dekat dengan dapur


"Enak bener duduk santai" sindir Tante Ana


"Diem kamu oma capek"


Sedangkan di dalam kamar Arlla duduk santai sambil memainkan ponselnya


"Sayang kamu gak turun keluarga kamu dateng semua loh" ucap Alendra yang baru saja masuk ke dalam kamar


"Aku tau percuma aku turun nanti makin pusing gara gara denger suara berantem nya Oma Diana sama Oma Alia mereka kalau ketemu gak pernah akur" ucap Arlla


"Hafal banget ya" ucap Alendra sambil terkekeh


"Keluarga kamu belum dateng" tanya Arlla


"Masih di bandara katanya perjalanan mau kesini" jawab Alendra


"Oh tapi jangan langsung di suruh kesini ya" ucap Arlla


"Kenapa"


"Kasian mereka udah capek takutnya makin pusing" ucap Arlla

__ADS_1


"Hahaha iya iya"


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2