Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 23


__ADS_3

"Dia tau kalau restaurant itu milik kamu" tanya Irene


"Enggak dia taunya gue cewek dari kalangan seperti mereka yang matre dan mengharapkan uang dan harta dari Gio doang" jelasku


"Heh mereka tuh yang matre" umpat Irene


Beberapa saat kemudian aku sampai di depan kantor


Aku dan Irene keluar bersama dan masuk ke dalam


Kami berpisah ke ruangan masing masing


Ruangan Irene berada di lantai tiga puluh delapan sedangkan ruanganku berada di lantai empat puluh


Kami fokus dengan pekerjaan kami masing masing


Tok tok tok


"Masuk" perintahku


Dira sang sekretaris dan asisten ku masuk ke dalam ruanganku


"Siang la" ucap Dira


"Siang juga" ucapku masih fokus dengan laptop di hadapanku


"Gimana kabar kamu" tanya Dira


"Ya begitulah" ucapku


Dira mengetahui semuanya tentang kisahku sejak SMA


Karena kami berteman sejak SMA dengan Irene juga


Namun Dira belum tau jika Irene juga bekerja disini


"Kamu gak mau ketemu ama Irene" tanyaku


"Irene? Aku belum ada waktu mungkin kapan kapan kita ketemuan bareng yuk aku kangen ama dia" ucap Dira

__ADS_1


Aku terkekeh sejenak sebelum menjawab


"Dia bekerja disini kamu belum tau" tanyaku


"Whatt kapan" tanya Dira terkejut


"Dia ada di lantai tiga puluh delapan bagian pemasaran" ucapku


"Bener" tanya Dira dan aku hanya mengangguk


Dengan cepat Dira berlari keluar dari ruanganku dan menemui Irene


Aku melanjutkan pekerjaanku dengan fokus


Pukul lima sore aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku dan keluar dari ruangan


"Sore bu bos" ucap Dira


"Kenapa? Mau bareng" tanyaku


"Boleh?" tanya Dira


"Hehehe tadi naik taxi mobil di bengkel habis tabrakam ama orang" ucap Dira


"Hah kamu gak apa apa" tanyaku khawatir


"Gak apa apa lah gue baik baik aja" ucap Dira


"Oh syukurlah" ucapku dengan menghela nafas lega


Aku dan Dira berjalan bersama menuju lift khusus dan menuju lantai ruangan Irene


"Woy" panggil Dira


"Lah lu bareng juga" tanya Irene


"Iya gue tadi naik taxi" ucap Dira


Aku Dira dan juga Irene masuk ke dalam lift khusus untuk sampai ke lantai dasar

__ADS_1


Dan di lantai dasar aku membalas sapaan beberapa karyawan yang melewatiku


Aku masuk ke dalam mobil yang ada di depan lobby dan duduk di kursi kemudi


Sedangkan Irene duduk di sampingku dan Dira duduk di belakang


"Eh lu udah punya pacar belum" tanya Dira pada Irene


"Belum gebetan aja gak punya" ucap Irene


"Mau gue jodohin gak" tanya Dira


"Eh kalau lu mau jodohin orang lu sendiri ngaca dulu emang lu udah punya pacar" tanya Irene


"Hehehe belum juga sih" ucap Dira


"Pacar aja sendirinya gak punya mau jodohin orang segala" sindir Irene


"Eh gimana kabar si Tari" tanyaku setelah beberapa saat diam


"Tari?" tanya Irene dan Dira bersamaan


"Oh si Tari,,, dia kerja di perusahaan Arjaya Group katanya sih" ucap Dira


"Oh ya" tanyaku dan Irene bersamaan


"Gue masih sering kontekan ama dia" ucap Dira


"Berarti dia kerja di perusahaan keluarga mama" ucapku


"Mama? Mama lu?" tanya Irene


"Iyalah" ucapku


"Oh iya mama lu kan dari keluarga Arjaya ya kenapa gue bisa lupa" ucap Dira


"Dasar amnesia belum juga tua" ucap Irene


Dira hanya mendengus kesal

__ADS_1


__ADS_2