
"Dia tau kalau restaurant itu milik kamu" tanya Irene
"Enggak dia taunya gue cewek dari kalangan seperti mereka yang matre dan mengharapkan uang dan harta dari Gio doang" jelasku
"Heh mereka tuh yang matre" umpat Irene
Beberapa saat kemudian aku sampai di depan kantor
Aku dan Irene keluar bersama dan masuk ke dalam
Kami berpisah ke ruangan masing masing
Ruangan Irene berada di lantai tiga puluh delapan sedangkan ruanganku berada di lantai empat puluh
Kami fokus dengan pekerjaan kami masing masing
Tok tok tok
"Masuk" perintahku
Dira sang sekretaris dan asisten ku masuk ke dalam ruanganku
"Siang la" ucap Dira
"Siang juga" ucapku masih fokus dengan laptop di hadapanku
"Gimana kabar kamu" tanya Dira
"Ya begitulah" ucapku
Dira mengetahui semuanya tentang kisahku sejak SMA
Karena kami berteman sejak SMA dengan Irene juga
Namun Dira belum tau jika Irene juga bekerja disini
"Kamu gak mau ketemu ama Irene" tanyaku
"Irene? Aku belum ada waktu mungkin kapan kapan kita ketemuan bareng yuk aku kangen ama dia" ucap Dira
__ADS_1
Aku terkekeh sejenak sebelum menjawab
"Dia bekerja disini kamu belum tau" tanyaku
"Whatt kapan" tanya Dira terkejut
"Dia ada di lantai tiga puluh delapan bagian pemasaran" ucapku
"Bener" tanya Dira dan aku hanya mengangguk
Dengan cepat Dira berlari keluar dari ruanganku dan menemui Irene
Aku melanjutkan pekerjaanku dengan fokus
Pukul lima sore aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku dan keluar dari ruangan
"Sore bu bos" ucap Dira
"Kenapa? Mau bareng" tanyaku
"Boleh?" tanya Dira
"Hehehe tadi naik taxi mobil di bengkel habis tabrakam ama orang" ucap Dira
"Hah kamu gak apa apa" tanyaku khawatir
"Gak apa apa lah gue baik baik aja" ucap Dira
"Oh syukurlah" ucapku dengan menghela nafas lega
Aku dan Dira berjalan bersama menuju lift khusus dan menuju lantai ruangan Irene
"Woy" panggil Dira
"Lah lu bareng juga" tanya Irene
"Iya gue tadi naik taxi" ucap Dira
Aku Dira dan juga Irene masuk ke dalam lift khusus untuk sampai ke lantai dasar
__ADS_1
Dan di lantai dasar aku membalas sapaan beberapa karyawan yang melewatiku
Aku masuk ke dalam mobil yang ada di depan lobby dan duduk di kursi kemudi
Sedangkan Irene duduk di sampingku dan Dira duduk di belakang
"Eh lu udah punya pacar belum" tanya Dira pada Irene
"Belum gebetan aja gak punya" ucap Irene
"Mau gue jodohin gak" tanya Dira
"Eh kalau lu mau jodohin orang lu sendiri ngaca dulu emang lu udah punya pacar" tanya Irene
"Hehehe belum juga sih" ucap Dira
"Pacar aja sendirinya gak punya mau jodohin orang segala" sindir Irene
"Eh gimana kabar si Tari" tanyaku setelah beberapa saat diam
"Tari?" tanya Irene dan Dira bersamaan
"Oh si Tari,,, dia kerja di perusahaan Arjaya Group katanya sih" ucap Dira
"Oh ya" tanyaku dan Irene bersamaan
"Gue masih sering kontekan ama dia" ucap Dira
"Berarti dia kerja di perusahaan keluarga mama" ucapku
"Mama? Mama lu?" tanya Irene
"Iyalah" ucapku
"Oh iya mama lu kan dari keluarga Arjaya ya kenapa gue bisa lupa" ucap Dira
"Dasar amnesia belum juga tua" ucap Irene
Dira hanya mendengus kesal
__ADS_1