Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 49


__ADS_3

Keesokan harinya dua penghuni apartemen sama sama keluar dari apartemen masing masing sambil membawa koper di tangannya


"Kalian pindah juga" ucap Irene sambil menahan tawa


"Ki.. ki.. kita cuma mau ganti suasana" ucap Aheksa


"Oh kita gak tanya tuh" ucap Arlla sambil tersenyum


"Eh kalian mau pindah ke mana" tanya Aheksa mengalihkan pembicaraan sedangkan Areksa hanya diam dan memasang wajah datar


"Ke hotel" ucap Tari


"Oh kita pindah ke hotel juga aja ya" ucap Aheksa


"Hah? Serah" ucap Areksa dengan dingin


"Ngapain kamu ngikutin kita" tanya Irene


"Siapa yang ngikutin kita kan pindah dadakan jadi gak tau mau pindah kemana" ucap Aheksa


"Yaudah lah kuy" ucap Arlla


Mereka berlima pergi bersama untuk pindah dari apartemen itu


Dua puluh menit perjalanan akhirnya kini mereka sampai di salah satu hotel milik Denata Group


"Nona muda" sapa sang resepsionis yang memang sudah mengenal Arlla


"Saya mau ke atas aja langsung" ucap Arlla lalu berlalu pergi begitu saja


"Lah ternyata milik dia,, terus kita gimana" tanya Aheksa

__ADS_1


"Ya tinggal minta kamar apa susahnya" ucap Irene


"Hishh"


Ketiga wanita itu meninggalkan kedua pria tampan yang masih diam mematung


"Huh enaknya rebahan" ucap Arlla sambil berbaring di atas ranjang


"Yahhh gara gara pindah kita gak jadi jalan jalan" ucap Irene dengan lesu


"Besok kan bisa" ucap Tari


"Nah bener tuh" ucap Arlla


Dua hari kemudian


Setelah menghabiskan waktu dua hari untuk berjalan jalan sepuasnya kini mereka harus kembali ke tanah air


"Kalian mau kemana? Pindah lagi" tanya Aheksa yang menemukan ketiga wanita itu hendak masuk mobil dan seorang supir yang sedang memasukkan koper koper mereka


"Enggak kita mau pulang ke Indo" ucap Arlla


"Hah" ucap Aheksa dan Areksa bersamaan


"Kalian gak menetap disini" tanya Areksa


Entah ada angin apa si dingin es merasa ingin tahu sesuatu padahal biasanya dia selalu dingin dan cuek dengan siapapun


"Enggak kita harus balik ke Indo" ucap Irene dengan lesu


"Oh hati hati ya" ucap Aheksa dengan wajah cemberut

__ADS_1


"Semoga kita bisa ketemu lagi ya dan thanks selama ini kalian mau nemani kita buat jalan jalan di Washington" ucap Arlla sambil tersenyum manis padahal hatinya ingin menangis


Entah kenap Arlla menjadi sedih dan dia tak tau apa penyebabnya apa mungkin karena harus menghadapi Gio lagi atau berpisah dengan dua pria itu


"Iya aku juga berharap seperti itu" ucap Areksa


"Bye" ucap Tari


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan mobil mulai melaju di tengah jalanan kota


Dua jam mereka sampai di bandara dan jet pribadi pun sudah siap


"Good bye nona muda" ucap Keenan yang sudah menunggu sedari tadi


"Kamu urus perusahaan aku percayakan sama kamu" ucap Arlla


"Oh iya tadi aku dapet kiriman email dari Dhira katanya sudah hubungi kamu tapi gak bisa" ucap Keenan


"Mana" tanya Arlla


Keenan memberikan Handphone nya pada Arlla


"Oh..... thanks" ucap Arlla


"Emangnya isinya apa" tanya Irene


"Gak perlu gue tau apa isinya lihat cover nya gue udah bisa nebak" ucap Arlla datar lalu masuk ke dalam pesawat


"Kita duluan bye" ucap Irene


"Kamu gak masuk juga" tanya Keenan yang melihat Tari belum kunjung masuk juga

__ADS_1


"Iya" ucap Tari dengan lesu sambil masuk ke dalam pesawat


__ADS_2