
Alendra masih berusaha meminta sang resepsionis untuk bicara namun dia tetep kekeh akhirnya Alendra meminta untuk di panggil kan sang manager
Berbicara beberapa saat akhirnya Alendra bisa mendapatkan informasi yang sangat sangat dia butuhkan
Kakinya berlari menuju lift dan memencet tombol angka 5 beberapa menit kemudian akhirnya dia sampai di lantai lima
Dia mencari apartemen Arlla beberapa saat kemudian tangannya terangkat untuk memencet bel saat sudah menemukan apartemen milik istrinya
Rasa rindu, menyesal, kacau campur menjadi satu
Beberapa detik menunggu akhirnya pintu perlahan terbuka menampilkan sosok wanita yang amat sangat dia rindukan dalam satu bulan ini
Sedangkan Arlla terkejut dengan keberadaan Alendra yang ada di depan apartemen nya
Dengan cepat dia menutup kembali pintu namun Alendra tak kalah cepat juga dia menahan pintu agar tidak bisa di tutup
"Sayang dengarkan penjelasan ku dulu aku minta maaf" ucap Alendra
"Semudah itu?" tanya Arlla dengan ketus
Ternyata susah juga membujuk istrinya itu yang ternyata keras kepala
"Sayang" panggil Alendra
"Jangan ganggu aku" ucap Arlla tegas sambil menahan pintu dan mendorong nya dengan sekuat tenaga namun tak bergerak juga karena di luar sana Alendra juga menahan
Alendra langsung masuk ke dalam dan membiarkan pintu itu tertutup dengan kasar
__ADS_1
Brakk
"Aww" ringis Arlla membuat Alendra panik
"Sayang kamu kenapa" tanya Alendra panik sambil memegang perut istrinya
"Gak apa apa tadi aku hanya kaget aja" ucap Arlla
Karena Alendra yang langsung masuk membuat pintu yang dia dorong langsung tertutup dan tubuhnya ikut tertarik membuat perut wanita itu hampir saja terbentur
"Ah syukur lah maafkan aku" ucap Alendra
"Aku ingin sendiri pergilah" ucap Arlla datar
"Aku gak akan pergi sampai kamu mau maafin aku" ucap Alendra
Ternyata seperti ini rasanya di usir batin Alendra kemudian berjalan dengan lesu menuju pintu dan keluar
Dia menunggu di depan pintu dengan duduk di lantai
Arlla yang semula membelakangi Alendra kini membalikkan badannya setelah Alendra pergi
Sebetulnya Arlla tak tega jika harus mengusir Alendra seperti itu tapi mau bagaimana lagi
Arlla membuka sedikit pintu nya dan melihat Alendra duduk di lantai membuat hatinya sedikit kasihan
Beberapa menit Alendra menunggu di depan pintu apartemen seseorang datang
__ADS_1
"Tuan" panggil seseorang dengan pakaian OB
"Iya" ucap Alendra dan berdiri
"Maaf ini tadi pesanan dari penghuni apartemen ini mau di taruh mana" tanyanya
"Pesanan" tanya Alendra sambil melihat sebuah sofa besar berbentuk lingkaran yang mereka bawa
Arlla membuka pintu dan langsung berucap
"Di taruh disana aja" ucap Arlla
"Disini" tanya sang OB
"Iya"
Akhirnya mereka meletakkan sofa itu di depan pintu apartemen kemudian pergi
Meskipun ukuran sofa itu cukup besar namun tak sedikit pun mengganggu akses jalan apalagi disana hanya ada apartemen Arlla dan dua apartemen lainnya namun kosong jadi bisa di pastikan jika yang keluar masuk hanya Arlla sendiri
Setelah OB itu pergi Arlla kembali masuk meninggalkan Alendra sendiri di luar
Senyum Alendra tersungging karena bahagia secara tidak langsung Arlla memperhatikan dirinya
"Aku nyesel udah menperlakukan hal itu kepada istri yang baik dan sangat perhatian seperti dirimu" guman Alendra kemudian duduk di sofa itu dan bersandar dengan beberapa bantal yang memang sudah ada di sana
Daddy Alendra sedang berjuang wkwkwk
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen