Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 104


__ADS_3

Alendra masih berusaha meminta sang resepsionis untuk bicara namun dia tetep kekeh akhirnya Alendra meminta untuk di panggil kan sang manager


Berbicara beberapa saat akhirnya Alendra bisa mendapatkan informasi yang sangat sangat dia butuhkan


Kakinya berlari menuju lift dan memencet tombol angka 5 beberapa menit kemudian akhirnya dia sampai di lantai lima


Dia mencari apartemen Arlla beberapa saat kemudian tangannya terangkat untuk memencet bel saat sudah menemukan apartemen milik istrinya


Rasa rindu, menyesal, kacau campur menjadi satu


Beberapa detik menunggu akhirnya pintu perlahan terbuka menampilkan sosok wanita yang amat sangat dia rindukan dalam satu bulan ini


Sedangkan Arlla terkejut dengan keberadaan Alendra yang ada di depan apartemen nya


Dengan cepat dia menutup kembali pintu namun Alendra tak kalah cepat juga dia menahan pintu agar tidak bisa di tutup


"Sayang dengarkan penjelasan ku dulu aku minta maaf" ucap Alendra


"Semudah itu?" tanya Arlla dengan ketus


Ternyata susah juga membujuk istrinya itu yang ternyata keras kepala


"Sayang" panggil Alendra


"Jangan ganggu aku" ucap Arlla tegas sambil menahan pintu dan mendorong nya dengan sekuat tenaga namun tak bergerak juga karena di luar sana Alendra juga menahan


Alendra langsung masuk ke dalam dan membiarkan pintu itu tertutup dengan kasar

__ADS_1


Brakk


"Aww" ringis Arlla membuat Alendra panik


"Sayang kamu kenapa" tanya Alendra panik sambil memegang perut istrinya


"Gak apa apa tadi aku hanya kaget aja" ucap Arlla


Karena Alendra yang langsung masuk membuat pintu yang dia dorong langsung tertutup dan tubuhnya ikut tertarik membuat perut wanita itu hampir saja terbentur


"Ah syukur lah maafkan aku" ucap Alendra


"Aku ingin sendiri pergilah" ucap Arlla datar


"Aku gak akan pergi sampai kamu mau maafin aku" ucap Alendra


Ternyata seperti ini rasanya di usir batin Alendra kemudian berjalan dengan lesu menuju pintu dan keluar


Dia menunggu di depan pintu dengan duduk di lantai


Arlla yang semula membelakangi Alendra kini membalikkan badannya setelah Alendra pergi


Sebetulnya Arlla tak tega jika harus mengusir Alendra seperti itu tapi mau bagaimana lagi


Arlla membuka sedikit pintu nya dan melihat Alendra duduk di lantai membuat hatinya sedikit kasihan


Beberapa menit Alendra menunggu di depan pintu apartemen seseorang datang

__ADS_1


"Tuan" panggil seseorang dengan pakaian OB


"Iya" ucap Alendra dan berdiri


"Maaf ini tadi pesanan dari penghuni apartemen ini mau di taruh mana" tanyanya


"Pesanan" tanya Alendra sambil melihat sebuah sofa besar berbentuk lingkaran yang mereka bawa


Arlla membuka pintu dan langsung berucap


"Di taruh disana aja" ucap Arlla


"Disini" tanya sang OB


"Iya"


Akhirnya mereka meletakkan sofa itu di depan pintu apartemen kemudian pergi


Meskipun ukuran sofa itu cukup besar namun tak sedikit pun mengganggu akses jalan apalagi disana hanya ada apartemen Arlla dan dua apartemen lainnya namun kosong jadi bisa di pastikan jika yang keluar masuk hanya Arlla sendiri


Setelah OB itu pergi Arlla kembali masuk meninggalkan Alendra sendiri di luar


Senyum Alendra tersungging karena bahagia secara tidak langsung Arlla memperhatikan dirinya


"Aku nyesel udah menperlakukan hal itu kepada istri yang baik dan sangat perhatian seperti dirimu" guman Alendra kemudian duduk di sofa itu dan bersandar dengan beberapa bantal yang memang sudah ada di sana


Daddy Alendra sedang berjuang wkwkwk

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2