Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 177


__ADS_3

Lichyia masuk ke dalam kamarnya dan langsung terduduk dengan kasar di balik pintu dan menyandarkan kepalanya di pintu kamar nya


Lichyia memegang dada nya yang terasa sesak saat melihat foto wanita lain di kamar suaminya sedangkan disana tidak ada satu pun foto dirinya yang terpajang di kamar Arel bahkan foto pernikahan mereka sekali pun


"Apa aku harus kalah sebelum berjuang" lirih Lichyia sambil mengusap air matanya yang turun tanpa di minta


"Enggak Lichyia apapun yang terjadi kamu harus tetap bertahan... rebut hati Arel dengan caramu sendiri" gumam Lichyia meneguhkan hatinya


Lichyia berdiri dan pergi menuju walk in closet yang ada di kamar nya lalu memakai pakaian nya


Selesai memakai pakaian nya Lichyia melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu sebelum kemudian dia memasak untuk sarapan


Ceklek


Lichyia membuka pintu kamarnya dan melihat ke arah samping ternyata pintu kamar Arel masih tertutup rapat. Wanita itu menghela nafas sejenak dan berjalan menuruni anak tangga satu per satu


Waktu masih menunjukkan pukul lima pagi Lichyia segera mengambil bahan bahan makanan yang akan dia masak nanti. Namun saat masuk ke dalam dapur Lichyia di kejutkan dengan beberapa pelayan yang sedang memasak

__ADS_1


"Kalian siapa?" tanya Lichyia yang belum tau siapa mereka


"Eh pasti nyonya Lichyia ya" tebak salah satu dari mereka


"Iya kenapa?"


"Kita pelayan di rumah ini nya kenalin saya Asih dan ini Siti terus ada satu lagi namanya Dea dia bagian bersih bersih rumah ini nya" ucap Asih wanita berusia sekitar empat puluh tahun an dan hampir sama dengan Siti sedangkan Dea wanita itu masih sangat muda dan usia nya masih 25 tahun jarak 3 tahun dengan Lichyia


"Mmm iya salam kenal buat kalian" ucap Lichyia ramah


"Apapun yang kalian masak saya makan" ucap Lichyia lalu berjalan menuju taman samping rumahnya


Lichyia duduk di kursi yang ada di taman itu. Pandangannya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Bayangan kejadian kemarin masih terekam jelas di pandangannya


Hingga sebuah lengan kekar memeluk lehernya dari arah belakang membuat Lichyia sedikit terkejut.


Dengan gerakan reflkek Lichyia menoleh ke samping kanan dan bersamaan pula dengan kepala Arel yang berada di leher Lichyia hingga hidung keduanya saling bersentuhan

__ADS_1


"Maaf" satu kata lolos dari bibir pria itu


Lichyia hanya menatap datar lalu di detik berikutnya dia tersenyum saat mengingat jika dia harus meluluhkan hati suaminya itu agar segera meninggalkan wanita ketiga di antara mereka


"Kamu maafin?" tanya Arel tak percaya


Lichyia mengangguk dan tersenyum manis sambil mengusap lembut rahang tegas milik suaminya


"Kau yakin?" tanya Arel masih tak percaya


"Iya" Dengan cepat Arel mencium pipi sebelah kanan milik istri cantik nya itu. Entah karena reflek atau memang karena keinginannya sendiri namun itu kedua kalinya Arel mencium lembut Lichyia setelah hari pernikahan mereka waktu itu


Lichyia terkejut dengan gerakan tiba tiba dari Arel yang langsung mencium pipi nya. Jantung nya berpacu sangat cepat saat ini apalagi posisi keduanya yang begitu dekat dan aroma Arel menusuk indra penciumannya membuat hati nya berdesir dan hal sama pula terjadi pada Arel


"Emmm maaf reflek" ucap Arel gugup dan salah tingkah sendiri karena tiba tiba mencium tanpa permisi


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE

__ADS_1


__ADS_2