
Dokter dan perawat satu per satu keluar dari ruangan ICU
Dengan segera Arlla mendekati salah satu dokter itu
"Bagaimana" tanya Arlla dengan suara getir pada salah satu dokter yang keluar
Dia benar benar berharap ada kabar baik dari suaminya
"Ada kabar baik apa? Suamiku bangun kan" ucap Arlla dengan air mata yang menggenang
"Maaf kami sudah melakukan sebisa mungkin tapi takdir berkehendak lain nyawa tuan Alendra tak dapat kami tolong" ucap dokter itu dan seketika tangis Arlla pecah seketika
"Bohong!! Katakan jika itu bohong" teriak Arlla dengan menjerit keras
"Kau berbohong kan enggak aku gak percaya kau bohong!!" teriak Arlla seola tidak menerima dengan kenyataan yang baru saja dia dapati
"Katakan.. " pinta Arlla sambil menggenggam tubuh dokter itu
"Aku mohon katakan jika itu semua bohong" ucap Arlla dengan sendu
"Nona maafkan saya tapi itu semua nyata tuan Alendra sudah meninggal dunia" ucap dokter itu seperti pisau yang menembus tepat di jantung Arlla
Dokter itu semakin mempertegas jika Alendra sudah tiada membuat Arlla seakan kehilangan nyawanya sejenak.
"Bohong kamu jahat!!" teriak Arlla dan tubuhnya perlahan menyusut ke bawah
Dia tak mampu menopang tubuhnya dan kenyataan yang baru saja dia hadapi
Arlla menjerit histeris dan tubuhnya lemas seketika seolah tulang tulang nya hilang dari tubuhnya
Kehilangan suami untuk yang kedua kalinya bukan hal yang mudah
__ADS_1
Hatinya menjerit tak terima dengan takdir yang benar benar menyakitkan ini
Dengan bantuan Tari, Arlla berjalan memasuki ruangan ICU
Beberapa perawat hendak melepas alat medis namun di cegah oleh Arlla
"Mas!! Bangun!! Buka mata kamu" teriak Arlla sambil mengguncang tubuh suaminya
"Kau mau maafku bukan bangunlah aku tak akan pernah memaafkan dirimu jika kamu gak mau bangun" ucap Arlla dengan suara serak
"Sayang ikhlas kan dia" ucap Mama Sandra
"Ikhlas? Enggak dia belum mati dia tidak akan meninggalkan diriku seperti ini" ucap Arlla tak terima
Mama Raisa langsung memeluk menantunya yang sedang histeris tersebut
Kini mereka semua sedang berduka karena kehilangan orang yang mereka sayang, Alendra
"Ini mimpi kan aku hanya perlu bangun untuk melihat Alendra" lirih Arlla
"Kamu jahat ALENDRA" teriak Arlla
"Jahat!! Kamu laki laki terjahat di dunia yang pernah ku temui" bentak Arlla
Dia seakan marah dengan takdir yang memporak porandakan hidup dan hatinya
"Bangun Mas lihatlah anak kita" lirih Arlla sambil mengarahkan tangan Alendra ke arah perutnya
"Dia anak yang kuat apakah kau akan kalah dengannya"
"Bangun!!"
__ADS_1
"Apakah kau akan membiarkan aku sendirian menghadapi dunia yang kejam ini"
Satu bulir bening menetes tepat di wajah Alendra saat Arlla memeluk tubuh suaminya
Tut.. tut.. tut..
Suara monitor yang semula berhenti kini kembali bersuara lagi dan garis yang semula lurus kini menandakan jantung itu kembali berdetak
"Hah!! Mas" ucap Arlla tak percaya
"Panggil dokter" perintah Arlla
Saat Arlla berteriak nyaring Keysa masuk dengan wajah panik.
"Kau kenapa" tanya Keysa
"Apa ini? Jantungnya..." ucap Arlla dengan binar bahagia
Keysa mengambil peralatan dokter nya dan memeriksa keadaan Alendra
"Keajaiban Arlla dia kembali lagi dan sekarang dia sudah melewati masa kritisnya" ucap Keysa dengan bahagia
Beberapa dokter masuk dan menatap tak percaya
"Perawat pindahkan tuan Alendra ke ruang rawat" perintah dokter itu dan mulai melepas alat alat medis dari tubuh Alendra
Arlla dan yang lainnya keluar termasuk Keysa membiarkan dokter dokter itu bekerja dengan fokus
"Ada apa" tanya Papa Rai
"Alendra kembali" ucap Mama Raysa dengan bahagia
__ADS_1
**Jangan lupa like dan komen
Kalau kurang suka dengan alurnya maaf ya baru belajaran**