Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 7


__ADS_3

"Katanya Gio lagi ke luar negeri ya" ucap Mama Rena


"Iya ma memang kenapa" tanyaku


"Mama kesini mau ajak kamu tinggal ke rumah mama biar mama gak kesepian mana papa lagi ke luar negeri juga lagi" ucap mama


"Ya udah ma nanti habis ke kampus aku ke rumah mama biar aku tinggal sama mama" ucapku


"Ok mama tunggu ya" ucap Mama dengan senang


"Siap ma tapi sekarang aku harus ke kampus mama gak apa apa aku tinggal sendiri" tanyaku


"Gak apa apa kamu berangkat aja" ucap Mama


"Aku berangkat dulu ma" pamitku pada mama


"Hati hati ya" ucap Mama sambil memeluk kemudian mencium pipi kanan dan kiriku


"Iya ma" kemudian aku pergi menggunakan mobil pribadi menuju kampus


Dua puluh menit waktu yang ku tempuh untuk sampai di kampus


"Hey lama banget" ucap Irene yang ternyata menungguku sedari tadi


"Hehehe maaf tadi ada mama dateng ke rumah" ucapku


"Oh yaudah masuk yuk" ajak Irene


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pukul Satu siang aku dan Irene pergi ke mall bersama setelah kelas selesai


"Eh kesana yuk" ajak Irene menunjuk salah satu toko tas bermerk yang sedang hits


"Yaudah ayo" ucapku


Masuk ke toko tersebut kami di sambut oleh seorang pelayan toko


Namun tatapan pelayan toko tersebut sangat sinis membuatku tak nyaman


Beberapa menit kami memilih milih tas yang berada di toko tersebut namun kami merasa tidak ada yang cocok


"Lu milih yang mana" tanya Irene setengah berbisik agar pelayan toko yang ada di belakang kami tidak mendengar


"Gue gak ada yang cocok semuanya gue udah punya gimana dong" ucapku


"Gue juga" ucap Irene masih setengah berbisik


"Jadi gimana mau pilih yang mana" tanya pelayan toko dengan nada sedikit ketus


"Kita gak ada yang cocok kita udah punya semuanya" ucapku merasa tidak enak


"Heh! udah di duga bilang aja gak punya duit gak usah alasan udah punya semuanya" ucap pelayan toko tersebut dengan judes


Suara nyaring dari pelayan toko tersebut membuat pusat perhatian pembeli lain terpusat pada kami


Aku menundukkan kepalaku,, malu


Pelayan toko tersebut memandang kami dengan tatapan mengejek

__ADS_1


Aku mengamati penampilanku sendiri menurutku tidak ada yang salah


Aku dan Irene sama sama menggunakan pakaian yang sederhana karena menurut kami lebih baik menggunakan pakaian sederhana yang tidak terlalu berlebihan


Manager datang dan melihat pertengkaran kami


Lebih tepatnya pelayan tersebut yang marah marah pada kami


"Ada apa ini " tanya manager tersebut


"Dia dateng dateng hanya liat liat doang alasannya udah punya semua padahal mah gak punya duit" ucap pelayan tersebut mengadu


Aku hanya memalingkan wajahku entah seberapa malunya diriku dan Irene saat ini


"Jaga mulutmu ya" ucap Irene dengan nada sedikit tinggi


Aku mulai menaikkan pandanganku dan menatap pelayan toko juga manager tersebut


Manager tersebut tampak terkejut melihat wajahku


"Kau tau siapa yang kau hina" bentak manager tersebut


"Memang siapa dia" tanya pelayan tersebut dengan wajah tanpa dosa


"Dia putri dari pengusaha sukses Denata Group dan mamanya adalah pemilik usaha ini" ucap manager tersebut


"Dia juga pemilik Arlla Boutique dan Arlla Gold" lanjutnya


Pelayan tersebut hanya melongo dan aku hanya diam tak menanggapi

__ADS_1


Seberapa malunya aku saat ini di permalukan di depan umum di usaha mama ku sendiri


__ADS_2