Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 41


__ADS_3

Pagi harinya aku sedang bersiap di dalam kamar


"Arlla,,, berangkat sekarang gak nanti kita telat loh" teriak Irene dari lantai satu


"Bentar" teriakku juga


Aku dengan buru buru mengambil kunci mobil dan menuruni anak tangga dengan cepat sambil memasang jam tangan pada tanganku


"Nih" ucapku pada Irene sambik memberikan kunci mobil pada Irene


"Kunci mobil sudah di lo kan" tanyaku pada Tari


"Udah terus lo gimana" tanya Tari


"Tenang gue ada supir yang kemarin" ucap ku


Memang hari ini ada tiga jadwal bersamaan agar urusan lebih cepat kami berpencar


Aku ke kantor sedangkan Irene menemui klien lalu Tari melihat proyek yang sedang berjalan


"Ayo" ajak Irene


Kami berjalan menuju lift untuk turun ke lantai dasar dan saat di lobby kamu bertemu dengan Aheksa dan Areksa


"Hai" sapa Aheksa


"Hai juga" ucapku lalu pergi begitu saja karena memang aku sedang buru buru


"Eh maaf kita duluan" ucap Tari kemudian berjalan menuju basement bersama Irene


Nito mengendarai mobil dengan kecepatan rendah karena jalanan yang sangat macet


Sekitar dua puluh menit kami terjebak macet dan tak lama kemudian kami sampai di kantor


Waktu tempuh yang seharusnya tiga puluh menit menjadi lima puluh menit karena macet


Asyila Group

__ADS_1



Aku berjalan menuju lift sambil membalas sapaan dari beberapa karyawan yang melewati ku


Ting


Pintu lift terbuka saat sudah berada di lantai enam puluh


"Morning Arlla " sapa seorang laki laki kepercayaanku


"Morning too Keenan " sapaku balik


Dia laki laki yang ku percaya untuk mengurus perusahaan yang berada di luar negeri


Terkadang dia berpindah pindah negara hanya untuk melakukan pemantauan langsung


Aku masuk ke dalam ruanganku yang berukuran sangat luas



"Pukul sembilan kamu ada meeting" ucap Keenan


"Di Resyan Group" ucap Keenan


"Persiapkan semuanya" ucapku


"Baik" ucapnya lalu pergi


Aku membuka laptop yang berada di atas meja mengecek perkembangan perusahaan yang berada disini


Arlla Ratu Asyila Denata nama yang terukir di sebuah papan nama yang berada di atas meja kerja Arlla


Tempat yang selalu kosong dan hanya hari ini tempat itu terpakai


Mataku fokus dengan data data yang berada di layar laptop dan jari jari lentikku mengetik dengan cepat


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk" ucapku


Seorang office boy masuk ke dalam ruangan dan meletakkan secangkir teh di atas meja


"Permisi" ucapnya


Sedangkan aku masih fokus dengan grafik yang berada di depanku


Drtt.. drtt..


"Papa" gumamku saat melihat ID penelfon


Aku menggeser ke tombol hijau dan panggilan tersambung


"*Hallo pa ada apa" sapaku


"Hallo sayang kamu katanya lagi di Washington" tanya Papa


"Iya memang kenapa" tanyaku


"Papa juga lagi ada di Washington nanti sempetin ke Denata Group ya papa mau ketemu" ucap papa


"Siap pa" ucap ku kemudian mematikan sambungan telepon*


Detik demi detik berlalu dan kini sudah pukul sembilan. Satu jam terlewat seperti satu detik


Aku bersiap dan keluar dari ruanganku


Tampak Keenan yang hendak mengetuk ruanganku karena tangannya yang masih menggantung di udara


"Ayo" ajaknya


Kami berjalan beriringan menuju lift khusus dan turun ke lobby


Pukul 09:15 kami sudah sampai di Resyan Group


Dan saat ini aku tengah fokus melihat dan mendengar presentasi dari pihak Resyan hingga mengabaikan panggilan dari seseorang

__ADS_1


Karena ponsel yang sengaja ku silent


__ADS_2