Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 89


__ADS_3

Setelah beberapa saat pergi keluar Alendra kembali dengan membawa satu kotak kue coklat pesanan Arlla


"Sayang where are you" teriak Alendra


Arlla yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca majalah bisnis dia meloncat kegirangan dan berjalan cepat menghampiri Alendra


"Mana" tagih Arlla


Alendra memberikan kotak kue yang ada di tangannya pada istri cantik nya


"Duduk sayang" ucap Alendra dan menuntun Arlla untuk duduk di sofa ruang keluarga


Arlla memakan dengan lahap kue tersebut hingga bibirnya penuh dengan coklat


"Pelan pelan sayang" ucap Alendra sambil memperhatikan Arlla yang sedang makan dengan begitu lahap


"Mau" tanya Arlla


"Gak usah buat kamu aja" ucap Alendra


Namun Arlla malah menyodorkan kue yang ada di tangannya ke hadapan Alendra


"Buat kamu aja sayang nanti dedeknya kurang" ucap Alendra


"Gak kamu harus makan" ucap Arlla sambil menggelengkan kepala


Alendra makan kue tersebut dengan lahap sambil di suapi oleh istrinya


Anel yang hendak mengambil minum melewati ruang keluarga menjadi terbakar dengan kemesraan Arlla dan Alendra


"Ck awas aja ya rencana ini harus berhasil ALENDRA KAMU HARUS MENJADI MILIKKU" gumam Anel sambil bersembunyi di balik dinding


"Ngomong apa kamu dan ngapain kamu disini ngeliatin tuan dan nyonya lagi" ucap Sie dengan tajam membuat Anel terlonjak kaget

__ADS_1


"Ah tadi aku mau minum ambil minum" elak Anel dengan gugup


Sie pergi dengan tatapan tajam menuju paviliun tempat para pekerja beristirahat


Ponsel milik Anel berdering membuat dia semakin panik


Anel bergerak menjauh dan menjawab panggilan tersebut dengan berbisik bisik


Setelah menjawab panggilan itu Anel kembali ke kamarnya tanpa menuju ke dapur untuk mengambil minum


Sedangkan di ruang keluarga Arlla dan Alendra masih menikmati kue tersebut sampai habis tak tersisa


"Udah? Gak mau lagi" goda Alendra


"Kamu mau aku gendut ya" ucap Arlla dengan bibir mengerucut


"Enggak dong sayang aku mau apapun yang kamu inginkan aku akan turuti asal jangan minta aku pisah sama kamu aja" ucap Alendra membuat pipi Arlla merona merah


"Gak bakal dong" Arlla memukul kecil dada suaminya kemudian memeluk nya dengan erat


Satu kecupan hangat mendarat di kepala Arlla


Alendra mengangkat tubuh Arlla membuat wanita itu sedikit terkejut


"Mas!!" pekik Arlla


"Pegangan aja nanti jatuh" ucap Alendra


Arlla memeluk erat Alendra takut jika nantinya dia jatuh


Alendra membawa Arlla masuk ke dalam kamar mereka


"Istirahat gih udah malem" ucap Alendra sambil menyelimuti tubuh istrinya

__ADS_1


"Kamu mau kemana" tanya Arlla


"Aku mau sholat dulu" ucap Alendra kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu


Setelah berwudhu Alendra keluar untuk sholat isya baru kemudian ikut tidur di sisi Arlla yang sudah pulas


Tengah malam Arlla terbangun karena perutnya merasa sangat lapar


"Mas" panggil Arlla sambil menepuk pelan pipi Alendra


"Mas" rengek Arlla


Alendra mengerjap perlahan menatap istrinya


"Ada apa sayang" tanya Alendra dengan suara serak khas bangun tidur


"Aku laper" ucap Arlla dengan terisak


"Eh eh kamu mau apa aku beliin" ucap Alendra membuat Arlla tersenyum lebar


Padahal tadi saat makan malam Arlla makan cukup banyak dan sekarang dia sudah lapar lagi


"Aku mau makan mie instan pake sayur sama telor" ucap Arlla dengan berbinar


What!! Alendra tak pernah memasak sama sekali bahkan setiap kali dia lapar selalu ada pelayan aku tidak dia akan makan di restaurant


"Aku beliin ya" ucap Alendra


"Buatin" rengek Arlla


"Yaudah bentar ya" ucap Alendra dan turun dari ranjang


"Aku ikut" ucap Arlla dan ikut turun

__ADS_1


Mereka menuju dapur bersama


Maaf typo banyak


__ADS_2