
Satu jam kemudian
Alendra kini sudah di pindahkan di ruang rawat VIP dan Arlla masih setia menunggu hingga suaminya itu sadar
"Sayang kau tidak akan pulang dulu" tanya Mama Rena
"Enggak ma" ucap Arlla
Sudah berulang kali satu satu dari mereka membujuk Arlla agar pulang dan mengganti pakaiannya terlebih dahulu dan makan
"Apa kau tidak lapar" tanya Mama Sandra
"Enggak aku akan disini sampai Mas Alendra sadar" ucap Arlla tegas
Tak lama kemudian tangan Alendra mulai bergerak
"Mas Alendra"
"Alendra"
Irene langsung memanggil dokter dan tak lama kemudian seorang dokter dengan seorang perawat datang dan memeriksa keadaan Alendra
Setelah menyatakan jika keadaan Alendra baik baik saja dokter tersebut pergi
"Mas" panggil Arlla dengan haru sambil menggenggam tangan suaminya
"Sayang kamu udah gak marah" tanya Alendra pertama kali
"Buat apa aku marah lama lama" ucap Arlla dengan senyum manis
"Kamu udah maafin aku" tanya Alendra
"Apapun buat kamu asal kamu gak akan ninggalin aku" ucap Arlla
"Aku janji gak akan mengulangi kesalahan yang sama" ucap Alendra dan memeluk istrinya
"Jangan pernah kamu ulangi lagi atau kamu akan kehilangan Arlla" ucap Mama Sandra tegas karena tak ingin putrinya terluka dua kali
__ADS_1
"Aku janji ma" ucap Alendra
Beberapa hari kemudian
Alendra sudah di perbolehkan pulang oleh dokter
"Hati hati" ucap Arlla sambil memapah tubuh Alendra saat masuk ke dalam mobil
Di dalam mobil suasana hening hanya suara deru mobil yang bergerak
"Punya nyawa berapa lu ndra" tanya Areksa
"Hush" cegah Celina
"Nyawa kucing" ucap Alendra ketus
"Jelas aja"
"Jelas aja apa" tanya Alendra
"Jelas aja.. awww sakit sayang" ringis Areksa saat lengannya di cubit dengan keras oleh Celina
"Iya"
"Hahaha suami takut istri" ucap Alendra dan langsung mendapat tatapan tajam dari Arlla
"Eh sayang bukan gitu maksudnya" ucap Alendra kikuk
"Terus gimana hah!!" tanya Arlla dengan berkacak pinggang
Alendra hanya meringis dan pasrah mendapat cubitan di perutnya
"Sakit sayang" rengek Alendra
"Hahaha makanya kalau ngomong jangan asal" ucap Areksa dengan tertawa puas melihat adiknya mati kutu saat berhadapan dengan istrinya
"Sayang makan dulu yuk" ajak Celina
__ADS_1
"Nafsu makan mulai kumat" gumam Alendra
"Aku mendengar nya Alendra" celoteh Celina
"Ya gak apa apa lah wajar kak Celina kan sedang hamil" ucap Arlla
"Hamil? Bener?" tanya Alendra
"Waahh selamat kakak" ucap Alendra
"Hmm"
"Ck ketus amat ibu hamil" ucap Alendra dam seketika langsung menegang dia salah kata lagi
Alendra menoleh ke samping dengan tatapan memelas
"Maaf salah ya" ucap Alendra cengengesan
"Biasa aja" ucap Arlla acuh
Mood ibu hamil emang tak bisa di duga kadang baik kadang buruk
Areksa memberhentikan mobil di area parkir salah satu restaurant
"Yuk" Areksa menggandeng Celina dan Alendra memeluk Arlla saat berjalan masuk ke dalam restaurant
Di dalam restaurant mereka langsung di sambut oleh seorang pelayan
Setelah mencatat pesanan, pelayan itu kemudian pergi
"Gimana rasanya di tabrak kereta" tanya Areksa yang masih di penuhi dengan rasa penasaran sejak kemarin kemarin
"Kalau mau tau mending coba langsung lebih enak" ucap Alendra
"Gila kamu kalau aku gak balik gimana" ucap Areksa sewot
"Ya tinggal mampir ke kuburan" ucap Alendra santai dan langsung mendapat toyoran dari sang kakak
__ADS_1
"Adek gak ada akhlak ya gini"
Jangan lupa like dan komen