Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 108


__ADS_3

Arlla melangkah menuju ruang ICU dengan langkah gontai


Ceklek


Pintu ruangan terbuka memperlihatkan seorang dokter


"Bagaimana keadaan suami saya" tanya Arlla


"Keadaannya masih kritis" ucap dokter itu lalu pergi


Arlla terduduk di lantai dengan lemas dia tidak ingin kehilangan Alendra


"Sayang" panggil Mama Sandra


Arlla menoleh dan di belakangnya sudah ada Mama Sandra, Papa Rendra, Mama Rena, Papa Rai dan juga Viko


"Bagaimana keadaan suamimu" tanya Papa Rendra


"Masih kritis pa" ucap Arlla lirih


Rena membantu Arlla untuk duduk di kursi tunggu


Kini mereka melihat keadaan Alendra melalui sebuah kaca pembatas


Banyak sekali alat bantu yang menempel di tubuh Alendra yang menopang kehidupan nya sekarang


"Jangan putus asa sayang inget Allah pasti ada rencana yang luar biasa kedepannya" ucap Mama Rena sambil memeluk mantan menantu nya itu


"Terus berdoa untuk kesembuhan Alendra" sahut Mama Sandra


Arlla hanya mengangguk sebagai tanda jawaban

__ADS_1


Satu bulan kemudian


Masih di rumah sakit yang sama Alendra masih terbaring lemah dan dengan kondisi yang tidak ada kemajuan


Bahkan sering kali Alendra merasa drop dan hampir saja para dokter menyerah karena mereka tak yakin jika Alendra masih bisa selamat


Sering kali pula Arlla meminta untuk memindahkan Alendra ke rumah sakit yang ada di luar negeri namun di cegah oleh para medis karena hal itu sangat beresiko


Sudah satu bulan Alendra koma dan Arlla menunggu nya dengan sabar


"Arlla" panggil Keysa


"Keysa kamu udah balik" ucap Arlla


"Iya kemarin aku balik ini makanan sama baju ganti inget kamu sedang hamil jangan lupakan itu" ucap Keysa


"Iya"


"Gak ada kemajuan dan sering kali drop" ucap Arlla


"Tim medis juga sudah angkat tangan" imbuhnya


"Kamu yang sabar ya banyak banyak berdoa" ucap Keysa


Setelah memastikan Arlla makan Keysa pun pergi menuju kantor untuk mengurus perusahaan


"Mas" panggil Arlla saat berada di dalam ruangan ICU. Dia sudah menggunakan pakaian khusus untuk masuk ke ruangan itu


"Bangun buka mata kamu"


"Bukankah kamu gak mau jika sampai anak kita lahir tanpa ayah"

__ADS_1


"Buka mata kamu Mas"


"Bangun"


Ucapan yang hampir sama setiap harinya Arlla ucapkan saat di sisi pria itu


"Kamu gak mau lihat anak kita tumbuh dengan sehat di perut aku" ucap Arlla dengan menahan tangis


Sesungguhnya hal ini sangat berat baginya dan hal yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya


Seluruh keluarga termasuk keluarga Rakhsa juga berdatangan dan seluruh sahabat Arlla juga ikut datang untuk menjenguk Alendra


Saat berada di ruangan ICU tiba tiba suara dari monitor berbunyi nyaring membuat Arlla dan keluarga nya yang menyaksikan dari balik kaca ikut panik


Arlla menekan tombol yang ada di atas ranjang berulang kali dan tak lama kemudian para dokter berdatangan


"Silahkan meenunggu di luar terlebih dahulu" ucap salah satu suster


Arlla terpaksa keluar dengan perasaan cemas dia berjalan menuju arah keluarga nya


Melihat dari balik kaca para tim media yang sedang menjalankan tugasnya membuat jantung Arlla berdebar tak karuan


"Dia pasti baik baik aja" ucap Irene memberi semangat bagaimana pun juga Arlla tak boleh stres


"Aku takut ren" lirih Arlla dengan suara bergetar


"Kamu harus yakin dan banyak berdoa" ucap Tari


Tubuh Arlla dan seluruh keluarga nya membeku ketika dokter menggelengkan kepala dan berhenti melakukan tindakan


**Mendekati end ya entah sad end apa Happy ending

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen**


__ADS_2