Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 142


__ADS_3

Tok... tok... tok...


Pintu terbuka lebar dan menampilkan sosok Lela yang menggunakan pakaian sederhana


"Mama" lirih Lela saat melihat Tika di depan pintu rumahnya


Sejak kematian Gio, Tika menghilang entah kemana tanpa jejak meninggalkan Lela berdua dengan Kinara


"Lela sayang" ucap Tika dan merentangkan tangan nya


Pakaian Tika jauh berbeda dengan Lela baju mewah yang di kenakan Tika begitu berkilau menyengat pandangan


Lela memeluk tubuh mama nya dengan erat, wanita paruh baya itu tersenyum wajah yang penuh dengan make up menutupi garis garis kerut yang ada di wajahnya


"Mama apa kabar" tanya Lela dan menatap penampilan mama nya dari bawah sampai atas tanpa terkecuali


"Mama baik bahkan sangat baik setelah pergi dari rumah kecil ini" ucap Tika


"Masuk yuk ma" ajak Lela


Tika pun masuk ke dalam rumah kecil itu dan duduk di kursi kayu


"Kinara mana" tanya Tika


"Kinaraaa" teriak Lela memanggil putri nya


"Iya maaa"


"Oma" ucap Kinara terkejut saat melihat Tika duduk di samping mama nya


"Omaaa kemana aja Kinara kangen tau" ucap Kinara

__ADS_1


"Oma pergi nyari kerjaan sayang" ucap Tika


"Kerjaan?" tanya Lela dan Kinara kompak


"Mama sekarang kerja dimana" tanya Lela


"Mmm oh ya mama punya tawaran bagus buat kalian" ucap Tika dengan senyum penuh arti


"Tawaran? Tawaran apa"


"......."


"Woaahhh aku ikut ma" ucap Lela bersemangat saat mendengar tawaran sebuah pekerjaan yang begitu menggiurkan yang di katakan oleh Tika


"Kamu yakin" tanya Tika dengan senyum miring


"Yakin apapun asal menghasilkan uanh dengan cepat akan aku lakukan" ucap Lela tanpa ragu


"Tenang aja urusan itu gampang Oma udah lama kerja disana oma udah tau seluk beluk di sana" ucap Tika santai


Kinara dan Lela saling memandang dengan senyum binar bahagia di wajah mereka


"Kita akan cepet kaya Nar dan itu harus" ucap Lela


"Iya ma" ucap Kinara menyetujui


-


-


-

__ADS_1


"Ok Pak Aska semua nya saya serahkan pada anda" ucap Arel dan berjabat tangan dengan Aska


Meeting pun selesai beberapa orang satu per satu mulai keluar dari ruang rapat kini tinggal Arel dan Aska


"Aska bagaimana kabar tante Irene" tanya Arel


"Hm alhamdulillah baik Rel oh ya ini ada undangan jangan lupa dateng ya" ucap Aska sambil menyodorkan sebuah kertas undangan pada Arel


Arel mengernyit sambil menerima kertas undangan itu


"Undangan apa ini" tanya Arel pada Aska


"Buka aja dulu baca masih bisa baca kan" ucap Aska


Arel membuka kartu undangan itu dan menemukan tulisan Undangan Pertunangan antara A & S


"Kau akan bertunangan" tanya Arel


"Hm" Aska hanya mengedikkan bahu nya


"Apa kau akan serius dengan wanita itu" tanya Arel


"Mungkin jika tidak ada halangan aku akan segera meresmikan hubungan kita dan menjadikannya ratu di keluarga Dirgantara" ucap Aska


"Kau gercep juga"


"Untuk apa terlalu lama toh kita sudah mendapat restu dari mama papa ku dan juga orang tua nya" ucap Aska


Arel termenung dan menatap diri nya sendiri jauh berbeda dengan kisah percintaan nya yang selalu di tentang oleh sang mama. Di tambah perjodohan yang di lakukan oleh Arlla untuk dirinya dengan Lichyia seorang dokter cantik yang bekerja di rumah sakit keluarga nya


Andai aku dan Kinara mendapat restu dari mama apa aku harus menyingkirkan Lichyia agar mama mau merestui hubungan ku dengan Kinara batin Arel

__ADS_1


__ADS_2