Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 83


__ADS_3

Beberapa saat menunggu akhirnya dokter keluarga Arjaya datang


"Selamat siang tuan besar Arjaya" sapa dokter tersebut


Dokter tersebut langsung memeriksa keadaan Arlla yang sedang berbaring di atas ranjang


Setelah memeriksa dokter itu memasukkan alat alat media ke tas nya kembali


"Bagaimana" tanya Alendra


"Tenang aja ini hal biasa di alami ibu hamil" ucap dokter itu


"Hah!! Bener kan kamu hamil" ucap Oma Denata dan langsung memeluk cucunya yang sedang mengandung calon cicitnya kelak


Dokter itu memberikan resep vitamin kepada Alendra untuk di beli di apotik kemudian pergi


"Selamat ya sayang" ucap Mama Sandra dengan memeluk putri nya


"Huaaaaa " tangis Bella yang masih berumur satu tahun


Mama Sandra menenangkan putri kecilnya dengan membawa ke taman


Seharian itu mereka berpesta merayakan beberapa kabar bahagia yang datang berdatangan


-


-


Keesokan harinya Arlla pergi ke sebuah supermarket untuk berbelanja bersama Ila dan juga Sie

__ADS_1


"Sayur udah belum" tanya Arlla


"Udah nya" ucap Sie


Satu jam mereka berada di dalam supermarket dan setelah membayar belanjaan mereka pulang dengan Arlla yang menyetir


Namun di tengah jalan sebuah mobil sedang mengikuti mereka dan yang mengetahui lebih awal adalah Sie saat melihat kaca spion sebelah kanan


"Nyonya ada yang ngikutin kita" ucap Sie


Arlla menatap spion kanannya dan benar ada sebuah mobil berwarna hitam mengikuti mereka


Arlla sedikit panik apalagi saat ini dia dalam posisi hamil. Arlla memacu kecepatan mobilnya lebih tinggi sengaja untuk menghindar


Arlla membelokkan arah tujuannya dan mobil itu masih mengikuti berarti hal ini bukan sebuah kebetulan


Arlla semakin mempercepat laju mobilnya dan semakin cepat pula mobil itu mengejar


Hal itu semakin membuat tubuh ketiga wanita yang berada di dalam mobil Arlla bergetar ketakutan


Cittt


Arlla terpaksa berhenti mendadak karena mobil yang mengejarnya tadi sudah menghadang mobilnya


Arlla memundurkan mobilnya kemudian tancap gas dan segara kabur namun ternyata penjahat itu lebih handal mereka masih bisa mengejar


"Ila kita harus tenang hubungi Mas Alendra sekarang" ucap Arlla dengan suara bergetar


Ila mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Alendra namun nihil

__ADS_1


Berulang kali dia mencoba namun hasil tetap sama ponsel Alendra mati


Dorr


Penjahat itu menembak salah satu ban mobil Arlla dan mobil Arlla oleng hampir saja menabrak sebuah pohon yang ada di pinggir jalan


Brak brak brak


Penjahat itu menggedor pintu mobil Arlla dengan keras


"Buka" bentak lelaki yang menggunakan jaket hitam dan penutup wajah berwarna senada


Arlla terpaksa membuka pintu mobil jika tidak penjahat itu bisa memecahkan kaca mobil dan itu akan semakin membahayakan dirinya


"Siapa kalian" tanya Arlla


"Kamu gak perlu tau" salah satu dari lima penjahat itu menodongkan sebuah pistol tepat di kepala Arlla


"Inget satu hal jaga suamimu baik baik jika tidak nyawanya akan terancam" ucap penjahat itu


Tangan penjahat itu hendak menarik pelatuk pistol namun dengan cepat di cegah oleh Ila yang keluar dari mobil hingga mengenai bahu Ila


"Ila" teriak Arlla dan Sie bersamaan


Perlahan tubuh Ila luruh ke bawah dan ambruk sedangkan Arlla tak bisa menolong karena posisi nya di kerubungi lima penjahat dengan tubuh tinggi


"Siapa kalian!! lepaskan kami"


"Sekarang akan kami lepaskan namun kamu ataupun suami kamu jangan berani macam macam" ancam penjahat itu kemudian pergi

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2