Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 137


__ADS_3

Dua tahun yang lalu


Arel mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh memecah jalanan kota yang cukup ramai karena sedang di landa rasa khawatir saat mendengar bahwa kabar Oma Diana sedang kritis di rumah sakit


Arel yang masih terkenal dengan sifat dingin, cuek, dan paling anti dengan yang namanya wanita


Laki laki berusia dua puluh tahun itu menatap tajam jalanan dan tangannya mencengkeram erat setir mobil nya


Drttt... drttt...


Panggilan berulang kali dari mama nya membuat konsentrasi nya buyar seketika


"Iya ma ada apa"


"Kamu lagi dimana kenapa lama banget kamu bawa serum nya juga kan" tanya Arlla beruntun


"Aku lagi di perjalanan ma sekitar sepuluh menit lagi aku akan sampai"


"Itu terlalu lama bisa tidak kau cepat sedikit" ucap Arlla


"Ini sudah cepat ma" ucap Arel tak kalah kesal


Brakkk....


Tanpa sengaja Arel menabrak sebuah motor butut milik Kinara karena oleng saat melewati sebuah truk besar

__ADS_1


"Ah ****!! Ada apa lagi sih" umpat Arel


"Hey tuan turun!!" bentak Kinara sambil menggedor gedor kaca mobil Arel


"Ada apa"


"Kau tanya ada apa hah!! Kau jelas jelas menabrak ku tuan!! Kau harus tanggung jawab" ucap Kinara kesal sambil berkacak pinggang


Arel meraup wajahnya kesal waktu nya tidak banyak obat yang ada di tangannya harus sampai di rumah sakit tepat waktu jika tidak maka nyawa oma Diana sudah tidak bisa di selamatkan


Arel mengambil sebuah kartu yang ada di dashboard mobil nya kemudian memberikan pada wanita itu


"Hubungi aku nanti aku akan bertanggung jawab" ucap Arel dingin


Secepat kilat Arel berlari menuju lift mengacuhkan mobil nya yang masih menyala


"Ck lelet sumpah" ucap Arel kesal


"Ini ma" ucap Arel dan memberikan obat yang ada di tangannya pada Arlla


"Lama kamu " ucap Arlla kesal


Arlla masuk ke dalam ruang operasi dan memberikan obat itu pada salah satu dokter yang menangani Oma Diana


Tak lama Arlla kembali keluar dan ikut menunggu di ruang tunggu bersama keluarga yang lain

__ADS_1


"Huftt aku harap semuanya akan baik baik saja" ucap Sandra dengan wajah cemas yang terukir jelas di wajah nya


"Semuanya akan baik baik saja ma obat yang di bawa Arel tadi adalah penawar racun yang ada di tubuh Oma" ucap Arlla


"Dari mana kau mendapatkan itu? Apakah itu bisa di percaya?" tanya Sandra


"Dokter terbaik yang ada di Singapura aku mendapatkan nya dari dia dan aku yakin itu bisa mengobati Oma" ucap Arlla


"Mama... !!!" teriak Alina anak kedua dari Arlla setelah Arel


"Alina bisa tidak kau jangan teriak" ucap Arlla


"Maaf ma"


"Bagaimana keadaan Oma" tanya Alina


"Masih di tangani dokter di dalam" ucap Arlla


Selama satu jam setengah mereka menunggu akhirnya lampu yang ada di atas pintu ruang operasi mati tanda kegiatan di dalam telah selesai


"Bagaimana keadaan mama saya" tanya Sandra


"Alhamdulillah keadaan Nyonya Diana telah membaik dan semua racunnya sudah bisa di atasi" ucap dokter wanita itu dengan senyum manis yang terukir cantik di bibir nya


Dua puluh menit kemudian setelah menyelesaikan administrasi Oma Diana di pindahkan ke ruang rawat VIP yang ada di lantai paling atas rumah sakit milik keluarga Arjaya itu

__ADS_1


__ADS_2