Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 28


__ADS_3

Aku menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menuju kantor


Citt


Suara rem mobil milikku berdenyit nyaring karena aku rem mendadak


Aku keluar dari dalam mobil dengan terburu buru dan masuk ke dalam lift khusus


Membutuhkan waktu beberapa menit di dalam kotak sempit itu untuk sampai di lantai empat puluh


Ting


Pintu lift perlahan terbuka dan aku segera keluar dari sana


Melangkah dengan langkah santai tak seperti sebelumnya menuju ruanganku


"Pagi bu bos" sapa Tari Irene dan juga Keysa


"Pagi juga" ucapku


"Dira udah dateng" tanyaku


"Udah ada di ruangannya" jawab Tari


"Yaudah" Aku melangkah menuju ruanganku


Mendorong gagang pintu yang terbuat dari kayu jati yang kokoh menjulang tinggi


Perlahan ku buka pintu itu dan aku masuk ke dalamnya


Ku lempar tas ku di sofa dan aku duduk di kursi kebesaran ku


Drtt.. drtt...


Sebuah panggilan masuk dan ku lihat sekilas ID penelfon adalah papa


"Mampus" gumamku


Aku mengambil ponsel itu dan menerima panggilan tersebut


"*Iya pa ada apa" sapaku

__ADS_1


"Gak apa apa papa cuma mau tanya gimana perkembangan perusahaan baru kamu" tanya papa


"Alhamdulillah baik pa udah berkembang pesat juga" ucapku apa adanya


"Gimana kabar kamu dan Gio" tanya papa tiba tiba


"Mmm a.. aku baik pa Gio juga" ucapku sedikit terbata


"Yakin" tanya papa


"Iya aku yakin kami baik baik aja" ucapku


"Oh yaudah kapan kapan mampir ke rumah mama kamu kangen katanya" ucap papa


"Iya pa mungkin besok kalau hari ini rencananya mau ke rumah mama mertua" ucapku


"Oh kamu lagi dimana" tanya papa


"Aku? Aku lagi di kantor kenapa pa" tanyaku*


Tampak Dira masuk ke dalam ruanganku karena tadi ketuk pintu namun tak ku jawab


Aku segera memberikan kode padanya untuk tetap diam


"Iya papa juga" ucapku


"See you sayang*"


Panggilan kemudian terputus


Aku menghembuskan nafas lega setelah sedikit tegang tadi


"Ada apa" tanyaku


"Mmm ini hari ini ada jadwal meeting dengan pak Ario" ucap Dira


"Pak Ario?" tanyaku


Aku mencoba mengingat lagi


"Oh pak Ario,,, kapan" tanyaku

__ADS_1


"Sekarang" ucap Dira


"Hah sekarang?" ucapku tak percaya


"Iya" jawabnya


"Yaudah ayo" ucapku


Aku berdiri dan mengambil tas yang ada di sofa dan berjalan keluar ruangan


Aku dan ditemani oleh Dira akan menemui Pak Ario


"Kamu aja yang nyetir" ucapku memberikan kunci mobil


Aku duduk di belakang sedangkan Dira duduk di depan


"Serasa seperti supir ya" ucap Dira menyindir


"Gak usah nyindir" ucapku


"Gak ada yang nyindir" elaknya


"Boong" ucapku lirih


Beberapa menit kemudian kami sampai di depan perusahaan Pak Ario itu


Kami segera masuk ke dalam perusahaan besar itu dan menemui resepsionis


"Maaf Pak Ario nya sedang keluar" itulah jawaban sang resepsionis setelah aku bertanya keberadaan Ario


"Hah bukannya ada janji meeting" ucapku


Aku kesal bukan main dia meminta untuk meeting sekarang juga dan dia tidak ada di tempat


Aku menghubungi Max untuk menanyakan tentang bagaimana kelanjutannya


"Hallo max gimana? Kenapa tiba tiba di batalkan gitu aja,,, Kemana Pak Ario" tanyaku memberikan beberapa pertanyaan sekaligus pada Max


"Maaf meeting batal" ucap Max singkat kemudian mematikan sambungan telepon


"Gimana" tanya Dira

__ADS_1


"Batal" ucapku singkat


__ADS_2