Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 124


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Arlla sudah di perbolehkan pulang begitu juga dengan baby Arel


Mama Sandra memaksa putrinya untuk membawa cucu nya ke rumah nya namun di tolak oleh Arlla. Dia ingin berada di rumah nya sendiri


Karena jika Arlla berada di rumah mama nya maka kedua oma nya akan berdebat dan hanya akan memperpanjang masalah


Arlla meletakkan Bayinya di box bayi yang sudah dia siapkan bersama Alendra beberapa bulan yang lalu


Seluruh perlengkapan Arel sudah lengkap saat Arlla dan Alendra mengetahui jenis kelamin anak mereka


Saat berbalik berpapasan dengan kedua oma nya yang ikut kesini untuk melihat cicit mereka


"Oma mau liat cicit oma"


"Jangan!!"


"Kenapa"


"Arel lagi tidur jadi jangan di ganggu mending kita keluar aja" ajak Arlla


Jika kedua oma nya di biarkan berada di kamar bayi nya maka Arel pasti terbangun gara gara ocehan dari mulut kedua oma itu


"Yaaa padahal oma cuma mau liat doang janji gak bakal berisik" ucap Oma Alia dengan memelas


"Nah iya tuh" Arlla mengernyit tumben sekali kedua nya saling membela


"Janji gak bakal berisik" ucap Arlla dan keduanya mengangguk


Akhirnya Arlla meninggalkan bayi nya bersama kedua oma nya

__ADS_1


Saat menuruni anak tangga dia melihat seluruh keluarga nya berkumpul dan bercanda tawa di ruang keluarga


Baru saja dua langkah Arlla sudah harus kembali karena mendengar suara jeritan tangis putra nya


"Tuh kan apa aku bilang jangan berisik oma" ucap Arlla dengan menahan geram


Tangannya terulur mengambil Arel dan membawa nya ke lantai satu


"Ada apa" tanya Mama Sandra namun kemudian pertanyaan itu sudah terjawab dengan kehadiran Oma Diana dan Oma Alia


"Lagi ck"


"Oma tuh rese deh kasian kan bayi nya Arlla di buat nangis mulu dari kemarin" omel Tante Lia


"Enak aja oma di salahin" ucap Oma Diana tak terima


"Terus mau nyalahin siapa" tanya Nenek Dea sambil berkacak pinggang di depan menantunya itu


"Udah duduk diem" ucap Nenek Dea tegas


Oma Diana dan Oma Alia duduk di sofa dan saling melirik sinis


"Kamu tuh" ucap Oma Alia dengan menyenggol Oma Diana


"Enak aja aku, kamu tuh bikin gara gara" ucap Oma Diana dengan suara tertahan


"Mulai lagi" ucap Opa Dimas Denata dengan berkacak pinggang di depan keduanya


"Hehehe"

__ADS_1


Opa Dimas duduk di antara keduanya agar tidak terjadi kerusuhan lagi


"Ck duduk sono tuh sempit" gerutu Oma Diana


"Udah diem"


Baby Arel mulai tertidur lelap kembali setelah kebisingan itu selesai


Tiga jam keluarga itu berbicara dan bercengkerama lal kemudian mereka pamit pergi


"Kamu jaga diri baik baik ya" ucap Mama Sandra


"Tenang ma" ucap Arlla


"Oh ya baby sister yang mama kirim nanti sampe jam empat sore buat bantu kamu" ucap Mama Sandra


"Berapa orang ma"


"Satu aja lagian disini kan sudah ada banyak pelayan yang bisa bantu" ucap Mama Sandra


"Oh yaudah iya"


Setelah mengantar keluarga nya sampai depan teras dan memastikan mereka sudah pulang Arlla dan Alendra serta Arel yang ada di dalam gendongan ibunya masuk ke dalam rumah


"Sini biar aku yang gendong kamu mandi aja udah mulai sore" ucap Alendra


"Kamu bisa" tanya Arlla ragu


"Bisa dong" Alendra mengambil alih putra nya dan membawa nya ke taman belakang

__ADS_1


Sedangkan Arlla masuk ke dalam kamar pribadinya untuk mandi


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2