
Di rumah sakit
"Mbak korban kecelakaan tadi ada dimana" tanya Mama Sandra dengan suara bergetar
"Semua korban tak ada yang bisa di selamatkan karena terbakar api" ucap sang resepsionis
"Apa?"
"Iya mereka semua masih ada di ruang jenazah" ucap sang resepsionis
Mereka semua tampak terburu buru berjalan menuju ruang jenazah
Ceklek
Pintu ruang jenazah terbuka lebar dan dengan perlahan mereka semua masuk ke dalam
"Yang mana anak perempuan saya" tanya Mama Rena
"Maaf buk kami tidak bisa mengidentifikasi karena wajahnya yang terbakar semua" ucap sang penjaga ruangan
"Kemungkinan ini karena hanya ini korban wanita satu satunya"
Mama Rena dan Mama Sandra mendekati mayat tersebut dan di detik berikutnya tangis keduanya pecah
Beberapa menit kemudian dua keluarga datang untuk menjemput keluarga mereka
"Afisan" teriak seorang wanita sambil memeluk tubuh putranya
Di ruangan itu menjadi hujan tangis karena kesedihan telah kehilangan keluarga mereka
Papa Rei mendekati keluarga itu dan bertanya sesuatu
__ADS_1
"Apakah keluarga yang meninggal hanya satu dan laki laki" tanya Papa Rei
"Iya"
Papa Rei mendekati ke arah keluarga supir truk dan bertanya hal yang sama
"Iya"
Papa Rei kembali ke keluarga nya dan dengan berat dia mengatakan
"Mungkin ini benar memang Arlla korban kecelakaan hanya ada tiga, satu pengendara mobil, satu supir truk dan juga Arlla" ucap Papa Rei
"Arlla.. gak mungkin dia gak mungkin ninggalin kita pa" teriak Mama Sandra
Bug
Mama Sandra dan Mama Rena pingsan secara bersamaan dan dengan cepat suaminya mengangkat tubuh istri mereka dan dibawa ke IGD
Sedangkan Viko mengurus kepulangan jasad adiknya
Citt
Decitan suara rem mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah Mama Sandra
"Gio tunggu kamu jangan gila" teriak Lela mengejar Gio yang sudah masuk lebih dulu ke dalam rumah tersebut
"Assalamualaikum" ucap Gio
"Waalai... kamu!! kamu ngapain kesini hah!!" teriak Mama Sandra
"Gio kamu jangan gila" bisik Lela di sampingnya
__ADS_1
"Arlla!!" Gio terduduk dan memeluk jasad Arlla
"Lepasin tubuh anak saya" teriak Mama Rena
"Ma biarin aku memeluk Arlla sebentar aja" ucap Gio memohon
"Gio jangan lebay" ucap Lela sambil berusaha menarik tubuh gio
"Om te maafin saya" ucap Gio tiba tiba
Lela mendelik dan menatap tajam ke arah Gio
"Maksud kamu apa" tanya Papa Rendra
"Y.. y.. yang m.. m.. membuat.. A.. Ar.. Arlla k.. kecelakaan a... adalah s.. sa.. saya" ucap Gio terbata bata dan langsung mendapat tatapan tajam dari Papa Rei, Papa Rendra ,Viko ,Mama Sandra dan juga Mama Rena
"Maksud kamu apa hah!!" teriak seorang wanita di belakang Gio dan Lela membuat Gio dan Lela terkejut bukan main karena teriakan itu sungguh menggemakan ruangan
"Maksud kamu apa" teriak Irene sekali lagi
"Gila kamu Gio" bentak Tari
Ketiga sahabat Arlla datang untuk melihat jasad sahabatnya dan di kejutkan dengan hal ini
Plak
"Kamu bukan hanya menyakiti Arlla tapi juga membunuh hah!!" bentak Dhira
"Bukan bukan gitu" ucap Gio terbata bata
"Terus apa hah!!" teriak Mama Sandra
__ADS_1
"Saya hanya ingin membuat Arlla kecelakaan untuk membuat peringatan padanya tapi aku bener bener gak tau kalau sampai seperti ini" ucap Gio
Jangan lupa like dan komen ya