Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 36


__ADS_3

Hari berganti menjadi minggu tak terasa sudah dua minggu berlalu dan kini aku sudah pindah ke perumahan baru yang berada di tengah kota


Seluruh keluarga, sanak saudara dan sahabat ku juga ikut tinggal disana namun beda rumah



Tentu juga aku mengajak para pekerjaku untuk pindah.


"Siapa Ani" tanyaku


Saat ini aku tengah sarapan dan ada seorang tamu yang mengetuk pintu


"Kurir nya" ucap Ani


"Dia nganter surat ini katanya buat nyonya" ucap Ani


"Mana" ucapku


Ani memberikan surat yang ada di tangannya itu padaku


Ku lihat surat itu berasal dari pengadilan agama jakarta


Dan saat ku buka ternyata surat itu adalah surat panggilan sidang cerai


Huh!! Tak terasa sebentar lagi aku akan menyandang status janda


Menggelikan sekali


Pernikahan yang terjadi hanya beberapa bulan itu harus kandas di tengah jalan


"Saya berangkat sekarang" ucapku lalu mengambil tas dan kunci mobil lalu keluar dari rumah


Asyila Group


__ADS_1


Aku melangkah dengan langkah terburu buru untuk sampai ke lantai tiga puluh sembilan


Brakk


Ku buka pintu sebuah ruangan dengan kasar membuat semua pasang mata mengarah padaku dengan tatapan terkejut


"Maaf saya telat" ucapku lalu duduk di salah satu kursi


Aku melupakan meeting hari ini


"Tuan Angga maafkan saya" ucapku


"Tidak masalah" jawab Angga


Aku memulai presentasi dan Pak Angga menyimak dengan seksama


Hingga empat puluh menit kemudian aku menyelesaikan presentasi ku dengan baik


"Bagaimana apa tuan mau bekerja sama dengan perusahaan kami" ucapku


"Terima kasih" ucapku


Setelah semuanya selesai Pak Angga pamit terlebih dahulu dan meninggalkan ku dengan beberapa rekan kerja


"Kenapa tadi telat" tanya Tari


"Heheh lupa tadi keasikan sarapan" ucap ku


"Surat apa itu" tanya Irene yang melihat sebuah surat jatuh tepat di kakiku


Dhira mengambil surat itu dan membacanya dalam hati


Whatt aku lupa jika tadi aku memasukkan surat itu ke tas dengan buru buru


Alhasil kini terjatuh dan sahabat sahabatku tau

__ADS_1


"Kalian semua keluar" ucapku pada beberapa rekan lainnya


Kini tinggal kami berempat di dalam ruang meeting


"Baguslah kau akan segera bebas dari jeratan lelaki kayak Gio" ucap Irene


"Apa Gio tau kalau kamu pindah rumah dan apa dia juga tau dimana rumah kamu sekarang" tanya Tari


"Enggak waktu aku pindah dia lagi ke luar kota sama istrinya" ucap ku


"Baguslah"


"Dan mungkin dia balik baru kemarin dan dia juga gak akan tau kalau aku udah pindah" ucap ku lagi


Aku memang mengecek semua jadwal nya melalui Bryan sekretaris Gio


"Mmm kamu jangan lupa seminggu lagi akan ada jadwal penerbangan ke Washington ada beberapa hal yang harus kamu tangani disana" ucap Dhira


"Mereka ikut kan" tanyaku sambil melirik ke arah Irene dan Tari


"Mereka ikut tapi mungkin Keysa dan aku akan tetap disini memantau perkembangan perusahaan disini" ucap Dhira


"Ya,,, gak seru dong kalau gak ada lu" ucap Irene


"Disana kerja bukan jalan jalan" ucapku dengan tegas


"Iya" ucap Irene


"Tapi... seminggu lagi persidangan ku" ucapku


"Mmm setelah sidang kamu langsung ke bandara" ucap Dhira


"Pake jet pribadi aja biar gak di kejar waktu gak enak" ucapku


"Ok nanti gue persiapin semuanya" ucap Dhira

__ADS_1


__ADS_2