
Hari berganti menjadi minggu tak terasa sudah dua minggu berlalu dan kini aku sudah pindah ke perumahan baru yang berada di tengah kota
Seluruh keluarga, sanak saudara dan sahabat ku juga ikut tinggal disana namun beda rumah
Tentu juga aku mengajak para pekerjaku untuk pindah.
"Siapa Ani" tanyaku
Saat ini aku tengah sarapan dan ada seorang tamu yang mengetuk pintu
"Kurir nya" ucap Ani
"Dia nganter surat ini katanya buat nyonya" ucap Ani
"Mana" ucapku
Ani memberikan surat yang ada di tangannya itu padaku
Ku lihat surat itu berasal dari pengadilan agama jakarta
Dan saat ku buka ternyata surat itu adalah surat panggilan sidang cerai
Huh!! Tak terasa sebentar lagi aku akan menyandang status janda
Menggelikan sekali
Pernikahan yang terjadi hanya beberapa bulan itu harus kandas di tengah jalan
"Saya berangkat sekarang" ucapku lalu mengambil tas dan kunci mobil lalu keluar dari rumah
Asyila Group
__ADS_1
Aku melangkah dengan langkah terburu buru untuk sampai ke lantai tiga puluh sembilan
Brakk
Ku buka pintu sebuah ruangan dengan kasar membuat semua pasang mata mengarah padaku dengan tatapan terkejut
"Maaf saya telat" ucapku lalu duduk di salah satu kursi
Aku melupakan meeting hari ini
"Tuan Angga maafkan saya" ucapku
"Tidak masalah" jawab Angga
Aku memulai presentasi dan Pak Angga menyimak dengan seksama
Hingga empat puluh menit kemudian aku menyelesaikan presentasi ku dengan baik
"Bagaimana apa tuan mau bekerja sama dengan perusahaan kami" ucapku
"Terima kasih" ucapku
Setelah semuanya selesai Pak Angga pamit terlebih dahulu dan meninggalkan ku dengan beberapa rekan kerja
"Kenapa tadi telat" tanya Tari
"Heheh lupa tadi keasikan sarapan" ucap ku
"Surat apa itu" tanya Irene yang melihat sebuah surat jatuh tepat di kakiku
Dhira mengambil surat itu dan membacanya dalam hati
Whatt aku lupa jika tadi aku memasukkan surat itu ke tas dengan buru buru
Alhasil kini terjatuh dan sahabat sahabatku tau
__ADS_1
"Kalian semua keluar" ucapku pada beberapa rekan lainnya
Kini tinggal kami berempat di dalam ruang meeting
"Baguslah kau akan segera bebas dari jeratan lelaki kayak Gio" ucap Irene
"Apa Gio tau kalau kamu pindah rumah dan apa dia juga tau dimana rumah kamu sekarang" tanya Tari
"Enggak waktu aku pindah dia lagi ke luar kota sama istrinya" ucap ku
"Baguslah"
"Dan mungkin dia balik baru kemarin dan dia juga gak akan tau kalau aku udah pindah" ucap ku lagi
Aku memang mengecek semua jadwal nya melalui Bryan sekretaris Gio
"Mmm kamu jangan lupa seminggu lagi akan ada jadwal penerbangan ke Washington ada beberapa hal yang harus kamu tangani disana" ucap Dhira
"Mereka ikut kan" tanyaku sambil melirik ke arah Irene dan Tari
"Mereka ikut tapi mungkin Keysa dan aku akan tetap disini memantau perkembangan perusahaan disini" ucap Dhira
"Ya,,, gak seru dong kalau gak ada lu" ucap Irene
"Disana kerja bukan jalan jalan" ucapku dengan tegas
"Iya" ucap Irene
"Tapi... seminggu lagi persidangan ku" ucapku
"Mmm setelah sidang kamu langsung ke bandara" ucap Dhira
"Pake jet pribadi aja biar gak di kejar waktu gak enak" ucapku
"Ok nanti gue persiapin semuanya" ucap Dhira
__ADS_1