
Lichyia mengambil jubah mandi itu dan memakai nya. Perlahan tangannya memutar gagang pintu dan keluar untuk mengambil baju yang dia lupakan
Mata Lichyia melihat ke arah Arel yang memejamkan matanya membuat dia menghela nafas lega dan berjalan ke arah sisi ranjang yang lain
"Apa kau sudah selesai mandi" suara bariton milik seseorang membuat Lichyia terkejut dan menatap ke sumber suara
"Sudah tapi aku akan menggunakan kamar mandi sebentar lagi" ucap Lichyia dan mengambil pakaiannya lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi lagi
Arel yang melihatnya hanya bisa mengedikkan bahunya acuh
Beberapa menit kemudian Lichyia keluar dengan wajah segar dan pakaian melekat di tubuh nya
Kini giliran Arel masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
.
.
.
.
Pukul enam sore Lichyia sholat maghrib seorang diri karena Arel sudah sholat maghrib terlebih dahulu
Tok.. tok... tok..
Lichyia segera melipat mukenah nya dan membuka pintu
"Nona Lichyia" ucap seorang wanita di hadapannya
"Iya"
__ADS_1
"Boleh kita masuk untuk merias nona persiapan acara resepsi nanti" ucap wanita itu
"Iya silahkan"
Dua jam Lichyia berada di kamar itu dengan empat orang MUA yang merias wajah nya
"Sayang" panggil Arlla
"Iya te" ucap Lichyia
"Kok te.... panggil mama" ucap Arlla
"Iya ma"
"Sudah selesai belum? Kalau udah selesai ayo kita keluar tamu undangan udah banyak yang dateng" ucap Arlla
"Udah kok ma" ucap Lichyia
"Tadi keluar aku gak tau keluar ke mana" ucap Lichyia apa adanya
"Hm dasar tuh anak" ucap Arlla geram
"Exel!!" teriak Arlla tak lama asisten Alendra itu pun datang
"Iya nyonya"
"Cari Arel sekarang dan bawa kesini kalau dia tidak mau seret saja" ucap Arlla
"Baik nyonya" Exel berjalan keluar untuk mencari Arel berada
Sedangkan Arel berjalan santai menyusuri koridor sambil memainkan ponselnya
__ADS_1
"Tuan Arel" panggil Exel
"Hah? Ada apa" tanya Arel sambil menatap Exel
"Nyonya Arlla mencari anda" ucap Exel
"Oh ya? Aku akan kesana" ucap Arel dan berjalan menuju tempat Lichyia dan Arlla berada
"Ada apa ma" tanya Arel
"Siap siap sana dan keluarlah bersama Lichyia ingat!! Di luar banyak tamu" ucap Arlla kemudian pergi
"Iya ma" Arel masuk ke dalam kamar nya dan bersiap siap beberapa menit kemudian keluar ke ruang acara bersama Lichyia di samping nya
Arel dan Lichyia berjalan bergandengan memecah lautan manusia yang ada di ruang acara tersebut
Acara di mulai dari pukul delapan malam hingga dini hari baru selesai
Arel dan Lichyia menyambut satu per satu tamu yang hadir meski tidak lama dan tidak menyeluruh karena banyaknya tamu yang ratusan ribu tak akan pernah bisa mereka sambut satu per satu
Acara resepsi sangat meriah dengan adanya penyanyi dan artis papan atas yang ikut andil dalam acara ini
Semua orang berdansa dengan pasangan masing masing termasuk Arel dan Lichyia yang notabene nya adalah sang pemilik acara dan pengantin baru itu pun atas dorongan dari Arlla dan Sandra
Dengan diiringi lagu romantis semua pasangan menikmati dansa mereka dengan pasangan masing masing namun berbeda dengan Arel dan Lichyia yang tampak terpaksa bahkan senyuman pun tidak ada di bibir Arel
"Apa kau tidak bisa tersenyum" tanya Lichyia
"Jangan memaksa ku bahkan untuk dansa bersama mu aku sangat malas kalau tidak di paksa oleh mama" bisik Arel
"Terserah tapi lihatlah disini banyak tamu undangan jangan terlalu perlihatkan kesan terpaksa mu" ucap Lichyia akhirnya Arel tersenyum walau sedikit
__ADS_1