
Pagi harinya Arlla bangun terlebih dahulu dan mandi lalu membangunkan Alendra untuk sholat shubuh berjamaah
Setelah sholat Alendra masuk ke ruang kerjanya sedangkan Arlla turun ke lantai satu
Arlla berjalan menuju dapur untuk membuat makanan sebagai sarapan
"Nyonya kenapa anda disini" tanya salah satu pelayan
"Saya ingin masak"
"Biar kami saja itu sudah tugas kami nyonya tinggal duduk saja menunggu"
"Saya gak ada kerjaan jadi gak apa lah"
Dua jam Arlla berkutat di dalam dapur bersama beberapa pelayan yang membantunya
Namun tiba tiba sebuah lengan kekar memeluk nya dari belakang sedangkan semua pelayan sudah pergi semua
"Sayang" ucap Alendra di samping wajah Arlla
"Hmm udah selesai urusannya"
"Udah kamu ngapain masak kan ada pelayan"
"Gak apa apa aku gak ada kerjaan juga"
"Keluar yuk kita makan habis itu jalan jalan"
"Terus makanan ini gimana?" tanya Arlla sambil memutar tubuhnya
"Kasih saja ke pelayan mereka bisa makan"
"Yaudah aku siap siap dulu"
Arlla pergi menuju kamarnya yang ada di lantai tiga untuk bersiap selama tiga puluh menit
Setelah bersiap dia kembali turun menggunakan lift untuk sampai ke lantai dasar
"Udah siap" tanya Alendra sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana setelah melihat Arlla keluar dari dalam lift
"Udah ayo"
Arlla dan Alendra pergi ke luar untuk jalan jalan dan menikmati pemandangan kota London
__ADS_1
Satu bulan kemudian
Setelah satu bulan penuh honeymoom di London kini mereka kembali ke Jakarta
"Assalamualaikum" ucap mereka serempak kala masuk ke dalam rumah
"Waalaikumsalam nyonya tuan" ucap serempak para pelayan yang sudah menunggu mereka
"Nyonya pergi gak bilang bilang semua orang nyari" ucap Ila
"Heheh iya aku lupa ngabarin"
"Udah aku kabarin mereka setelah dua hari kita disana" ucap Alendra
"Oh"
"Assalamualaikum" ucap seluruh keluarga Arjaya dan Denata yang baru saja datang beserta para sahabat Arlla
"Waalaikumsalam"
"Kamu tuh pergi gak bilang bilang kami bingung nyari tau"
"Hehehe maaf"
"Dhir kamu tadi dari mana kok naik mobil" tanya Irene
"Iya"
"Gue? gue sama Mas Ario tadi pergi ke dokter kandungan habis cek" ucap Dhira dengan senyuman lebar
"What!! Kamu hamil" pekik Arlla Tari dan juga Irene
"Iya"
Mereka semua memekik bahagia mendengar kabar kehamilan Dhira termasuk keluarga Arlla
"Selamat ya" ucap Mama Sandra
"Makasih te"
"Sama dong" ucap Irene
"Lu hamil juga ren" tanya Tari
__ADS_1
"Iya gue baru tau kemarin setelah cek" ucap Irene
"Whoah selamat" ucap Arlla sambil memeluk Irene dengan erat
"Awww jangan erat erat napa" ucap Irene
Semuanya tertawa bahagia dari menyambut kedatangan Arlla dan mendengar berita kehamilan Irene dan Dhira
"Gue juga gak kalah" ucap Angga dengan gaya sok hebat
"Maksudnya" tanya Ario
"Bini gue juga hamil"
Seketika Arlla menjadi pesimis ketiga sahabatnya kini sudah hamil namun dirinya belum
"Hoeekkk" tiba tiba Arlla mual dan wajahnya pucat
Arlla berlari menuju dapur dan memuntahkan semua isi perutnya di wastafel. Alendra yang semula duduk santai langsung meloncat berdiri dan menyusul istrinya
"Kamu kenapa" tanya Alendra sambil memijat tengkuk Arlla
Setelah di rasa cukup lega Arlla mengelap bibirnya dan berbalik menghadap Alendra
"Kamu kenapa" tanya Alendra sekali lagi sambil memegang bahu istrinya
Tak ada jawaban Alendra mengangkat tubuh Arlla dan membawanya ke salah satu kamar tamu dan disusul oleh keluarga yang lainnya
"Kamu kenapa sayang" tanya Mama Sandra dengan khawatir
"Jangan jangan dia hamil" ucap Mama Rena
"Mana mungkin" ucap Arlla lirih
"Kenapa gak mungkin" ucap Oma Arjaya
"Betul tuh" ucap Oma Denata
"Lendra panggil dokter pribadi keluarga Arjaya" ucap Opa Arjaya
Alendra menghubungi dokter keluarga untuk datang memeriksa istrinya
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1