Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 112


__ADS_3

Saat memasuki rumah baru nya ponsel milik Arlla berdering


"Hallo ma kenapa" tanya Arlla


"Mama di rumah kamu kenapa sepi" tanya Mama Sandra


"Ah iya aku lupa aku pindah ke perumahan baru ma yang dekat dengan perusahaan"


"*Kenapa gak ngabarin" ucap mama Sandra


"Lupa ma maaf ya"


"Yaudah gak apa apa asal kamu jaga diri aja" ucap Mama Sandra


"Siap ma*"


Kemudian sambungan telepon terputus


"Gimana" tanya Alendra


"Udah katanya yang penting aku jaga diri aja" ucap Arlla


"Emang kamu kenapa harus jaga diri segala"


"Takutnya nanti di sakitin lagi" sindir Arlla dan langsung tepat sasaran Alendra terdiam tanpa berucap


"Heheheh maaf" ucap Alendra dengan cengengesan


"Dih sekarang maaf kemarin kemarin kemana?" ucap Arlla


"Kan udah sayang"


"Ya waktu ada si uler" ucap Arlla


"Uler?"


"Uler Anel" ketus Arlla dan langsung masuk ke dalam rumah

__ADS_1



Hari ini rumah mewah itu di sibukkan dengan menata semua barang dan bersih bersih


Semenjak Arlla hamil Alendra menjadi sangat posesif bahkan para pelayan di minta untuk membersihkan ulang semua sisi rumah mewah itu agar tidak ada debu maupun kuman yang menempel pada Arlla


Di sisi lain Gio dan Lela kembali di timpa musibah di saat usia kandungan wanita itu yang sudah memasuki 9 bulan kini mereka di usir dari rumah kontrakan mereka karena tidak bisa membayar uang sewa


"Pak tolong di pertimbangkan lagi" ucap Gio memelas


Mana mungkin dia tega membawa istrinya yang sedang hamil besar jalan kaki untuk mencari rumah baru apalagi kini Gio tak memiliki kendaraan pribadi


"Gak ada pertimbangan lagi" teriak sang pemilik kontrakan sambil membuang semua pakaian milik Gio, Lela dan Tika hingga tergeletak begitu saja kemudian mengunci pintu dan berlalu pergi tanpa rasa kasihan sama sekali


Ternyata begini rasanya di usir, Sakit! mungkin ini karma karena dulu secara terang terangan aku mengusir Arlla dari rumah nya sendiri batin Lela


"Ck udah tua masih aja belagu" umpat Tika


"Udahlah ma ayo kita mending cari kontrakan baru" ucap Lela


"Kita coba aja dulu" ucap Gio


"Mencoba apa maksud kamu"


"Kita gak mungkin tinggal di jalanan ma" ucap Lela


"Ck terserah gimana mau nyari kontrakan sedangkan uang aja gak punya" gerutu Tika


Tika, Lela dan Gio berjalan menyusuri jalan sambil mencari kontrakan baru dan ternyata sudah banyak yang penuh


"Hari mulai gelap dan kaya nya sebentar lagi hujan" ucap Gio


"Kita berteduh dulu yuk" ajak Tika


"Dimana di sini gak ada tempat untuk teduh sama sekali" ucap Lela


"Aww" ringis Lela karena merasa sakit di perutnya

__ADS_1


"Kamu kenapa duduk dulu" ucap Tika sambil mendudukkan tubuh putrinya di trotoar dengan perlahan


"Seperti biasa ma"


Beberapa saat rasa sakit itu reda dan tak berapa lama rasa sakit itu semakin sering muncul


"Awww" jerit Lela


"Mungkin kamu mau lahiran" ucap Tika dengan panik


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap Gio


"Gio gimana mau ke rumah sakit gak mungkin dia akan jalan sedangkan rumah sakit masih jauh" ucap Tika


Gggggrrrrrrr....


Suara petir menyambar bersahut sahutan membuat tubuh Lela merinding di tengah rasa sakitnya


"Lalu kita harus gimana" tanya Gio


Dia juga ikut panik apalagi ini pengalaman pertama nya


-


-


-


-


-


-


-


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2