Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 157


__ADS_3

Setelah acara selesai seluruh keluarga masuk ke dalam kamar nya masing masing termasuk Arel dan Lichyia


Mereka langsung beristirahat karena lelah seharian penuh di sibukkan dengan acara pernikahan ini


.


.


.


.


Keesokan harinya Lichyia bangun terlebih dahulu dan langsung bergegas mandi dan wudhu untuk melaksanakan sholat subuh


Saat keluar dari kamar mandi ternyata Arel sudah membuka matanya dan bersiap untuk mandi


Arel bangun dari sofa sebagai tempat tidur nya semalam dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


Semalam Arel memutuskan untuk tidak tidur satu ranjang dengan Lichyia dan dia lebih memilih tidur di atas sofa


Lichyia memakai mukenah nya dan melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat tak lupa dia memanjatkan doa untuk pernikahan yang baru saja dia bangun bersama Arel


Ya Allah Yang Maha Pengasih Maha Pemurah berikanlah kebahagiaan pada pernikahan hamba dengan Arel.... Tumbuhkanlah cinta di antara kami dan hamba berharap tidak akan ada perceraian nantinya ucap Lichyia berdoa dalam hati


"Aamiin" ucap Arel dari belakang sambil memakai kemeja putih nya tanpa tau doa apa yang di panjatkan oleh istrinya


"Habis ini kita keluar udah di tunggu sama mama sama yang lain di resto bawah buat sarapan" ucap Arel


"Iya bentar aku siap siap dulu" ucap Lichyia


Lichyia memoles wajah nya dengan sedikit make up dan menguncir rambut nya

__ADS_1


"Ayo" Lichyia dan Arel berjalan beriringan menuju lift untuk turun ke lantai bawah


"Pagi ma pa" sapa Arel


"Pagi penganten baru" goda Bella


"Jangan nyebelin ini masih pagi" ucap Arel


"Yeee"


"Kamu tuh kalah sama ponakan" ucap Sandra


"Kok gitu ma" ucap Bella tak terima


"Iya lah si Arel aja udah nikah masa kamu belum" cibir Sandra


"Bella gak mau buru buru kalau belum waktunya yaudah terima aja nasib" ucap Bella santai


Pukul sembilan semua anggota keluarga berkumpul bersama di lobby hotel


"Arel sama Lichyia duluan ma pa semuanya" ucap Arel


"Hati hati kalau nyetir jangan ngebut ngebut"


"Iya ma"


Lichyia dan Arel masuk ke mobil pajero hitam milik Arel dan dalam hitungan detik mobil tersebut melaju meninggalkan area hotel memecah jalanan kota yang cukup ramai di pagi hari


"Kamu ngambil cuti?" tanya Arel masih fokus dengan jalanan depan


"Iya"

__ADS_1


"Oh"


Kemudian suasana hening setelah pembicaraan singkat antara Arel dan Lichyia. Biasanya pasangan baru baru menikah masih romantis namun berbeda dengan Arel dan Lichyia


Dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah mewah pembelian Arel beberapa hari yang lalu


"Ini rumah kamu" tanya Lichyia


"Iya kita akan tinggal disini nanti" ucap Arel santai dan masuk ke dalam rumah meninggalkan Lichyia sendiri di luar


Lichyia menurunkan koper besar milik nya yang masih ada di bagasi mobil Arel seorang diri meski sedikit kesulitan karena isi nya yang cukup banyak dan berat


"Awwww" ringis Lichyia karena tangannya tergores jalanan bagian mobil yang cukup tajam


Lichyia menutup pintu bagasi dan menyeret koper nya masuk ke dalam rumah


"Astagfirullah harus naik tangga juga" ucap Lichyia


Akhirnya Lichyia membopong koper nya dan naik ke lantai dua disana Arel sedang berdiri menatap pigura foto yang baru saja dia pasang di dinding samping pintu kamar nya


Deru nafas kasar milik Lichyia membuat atensi Arel teralih


"Kau kenapa" tanya Arel dingin


Lichyia hanya menatap Arel dan meringis memamerkan deretan gigi putih nya


"Cuma capek angkat koper naik tangga" ucap Lichyia


"Itu lift" ucap Arel santai sambil menunjuk sebuah lift


Rahang Lichyia terjatuh seketika buat apa dia susah payah menaiki tangga dengan mengangkat koper itu jika ada lift yang mempermudah

__ADS_1


__ADS_2