
Setelah tragedi jatuh dari tangga mereka bertiga kembali berjalan menuju pintu masih dengan rasa sakit tadi
"Gara gara lo nih punggung gue sakit untung gak patah" gerutu Irene
"Ihhh kecelakaan itu mah" elak Tari
"Jatuh ya jatuh sendiri gak usah ngajak gue" ucap Irene
"Kalau ngajak itu ngajak makan ngajak belanja lah ini enggak ngajak ya ngajak jatuh gak enak bet" imbuh Irene
"Yess akhirnya kebuka" ucap Arlla bahagia
"Yeesss" pekik kedua wanita di belakang Arlla
Ceklek
Pintu terbuka dan mereka bertiga keluar dari apartemen itu
"Huh akhirnya"
Mereka bertiga menghembuskan nafas lega karena bisa mendapatkan cahaya lagi dan ketakutan mereka sedikit menghilang
"Kalian kenapa habis marathon" tanya Areksa yang sepertinya dari arah luar
"Siapa yang marathon kita habis nonton film horor terus listrik tiba tiba mati" ucap Arlla masih dengan nafas terengah engah
"Oh gitu doang" ucap Areksa dan berjalan santai
Plokk
"Apasih mukul mukul" sungut Areksa
"Bantuin kita" ucap Arlla
"Bantu apaan" tanya Areksa dingin
"Minta pihak teknisi buat benerin kita takut" ucap Irene
"Waahhh jangan jangan di apartemen kalian ada setannya" ucap Areksa menakut nakuti
__ADS_1
Mereka tak menyadari bahwa sedari tadi ada orang yang sedang menguping di balik pintu
"Wahhh iya tuh kabar kabar yang gue denger katanya pernah ada cewek yang bunuh diri di apartemen itu" ucap Aheksa sembari keluar dari dalam apartemen
"Hah? Bunuh diri" seru Irene dan Tari
"Iya katanya habis di putusin eh enggak sih katanya di bunuh sama pacarnya" ucap Aheksa.
"Yang bener yang mana? Bunuh diri apa di bunuh" tanya Arlla
"Eh yang cowok mati asli sih terus si cewek gak rela akhirnya bunuh diri buat nyusul si cowoknya" ucap Aheksa
Dari ketiga yang di bicarakan Aheksa semuanya tak ada yang benar dan berbeda beda jelas sekali jika dia sedang berbohong
Areksa dan Aheksa menahan tawa yang sedari tadi mereka sembunyikan
"La gimana dong" ucap Irene semakin ketakutan
"Gue gak mau masuk ke sana lagi" ucap Tari dan tubuhnya sudah bergetar hebat karena takut
"Yaudah kita pindah aja kita ke hotel atau ke...." ucap Arlla terpotong
"Kenapa? Terserah kita dong" ucap Arlla
"Eh yang gue omongin tadi cuma bohong beneran" ucap Aheksa
Nah kan!! Rahasia di bongkar sendiri
"Gak percaya" ucap Irene
"Lah beneran" ucap Aheksa
"Nah kan bener kan" ucap Tari
"Bukan gitu maksud aku bener bohong" ucap Aheksa dengan wajah panik
"Gak pokoknya kita harus pindah" ucap Irene kekeh
"Kita pindah malam ini? Udah malem loh" ucap Arlla
__ADS_1
"Terus gimana dong"
Seorang laki laki datang mendekat ke arah mereka ber lima
"Maaf saya cuma tanya apa listrik sudah nyala" tanya laki laki itu
Irene masuk ke dalam dan kembali lagi
"Sudah pak makasih ya" ucap Irene
"Oh iya kami juga minta maaf tadi ada kesalahan" ucap laki laki itu
"Ehh pak mau tanya boleh" tanya Tari
"Boleh silahkan"
"Bapak kerja disini udah berapa tahun"
"Udah sepuluh tahun sih memang kenapa"
"Oh apa di apartemen ini ada kejadian aneh gitu" tanya Tari sambil menunjuk apartemen yang mereka tempati
"Bukan di apartemen itu tapi apartemen ini" ucap bapak itu sambil menunjuk apartemen yang di tempati Areksa dan Aheksa
"Memangnya kenapa dengan apartemen ini" tanya Aheksa
"Dulu ada cewek bunuh diri disana" ucap bapak itu
"Oh makasih ya" ucap Tari
Bapak itu lalu pergi meninggalkan mereka ber lima
"Lah niat hati mau ngerjain kalian kenapa jadi berbalik ke gue" ucap Aheksa
"Sukurin" teriak ketiga wanita itu lalu masuk ke dalam apartemen
"Lu sih" ucap Areksa menyalahkan Aheksa
"Kok gue?"
__ADS_1